Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
hidup baru


__ADS_3

mobil Raka sampai di sebuah rumah yang tak terlalu besar, dan sangat asri. terlebih rumah itu sangat nyaman dengan aura yang bersih.


"wah ayah, ini akan sangat menyenangkan, desa dan rumah ini sangat tenang," kata Arkan.


"itu betul ayah, aku merasa rumah ini sangat tenang dan tak memiliki aura yang familiar itu," tambah Aryan.


"karena desa ini sering di sebut sebagai desa yang sangat baik dalam agama," tambah Raka.


"ya sudah sekarang ayo masuk," ajak Wulan yang merasa lelah.


para khodam milik keluarga Raka juga ikut, tapi mereka sudah menempati beberapa benda pusaka yang dibawa.


bahkan Aryan dan Arkan tak mengizinkan mereka untuk keluar dan membuat ketenangan mereka terusik.


Aditya mengurus perpindahan dari kedua adik sepupunya itu, bukan apa dia tau jika Raka hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya.


Rania masih sedih, tapi Aditya berhasil memberikan penjelasan jika semua ini demi Arkan dan Aryan yang butuh tumbuh dengan baik.


Arkan dan Aryan sedang membereskan semua baju dan barang yang di bawa.


sedang Raka memasak dan meminta Wulan untuk duduk tenang di rumah, Raka membawa minuman dan cemilan.


"Arkan, Aryan kemarilah nak, makan dulu," ajak Raka.


"wih... ayah buat apa?" tanya Aryan yang tiba-tiba kecewa.


"ini apa? kok bentuknya gini sih?" tanya Aryan mengambil suun goreng.


"ya habis nasinya belum matang ke, makan ini saja dulu enak kok, kalian biasa makan kalau di kripik," kata Arkan.

__ADS_1


"ini suun goreng, aku pernah lihat tapi tak pernah memakan, baiklah ayo kita coba, dan Amma tolong jangan di habiskan dong," kata Arkan yang melihat Wulan yang sangat lahap.


"kenapa orang kalian kebanyakan tanya, ini enak jadi Amma bisa habiskan sendiri dengan ayah," jawab Wulan cuek.


Arkan dan Aryan ikut makan dan juga langsung menyukai, tapi bagi Arkan di cocok sambal makin nikmat.


keluarga mereka pun benar-benar merasa tenang kali ini, dan Raka akan sebisa mungkin menjauhkan putranya dari hal-hal yang ghaib lagi.


sedang di desa, para warga kaget saat tau jika Raka sudah pindah ke tempat baru.


bukan hanya karena hal itu, karena mereka kehilangan keluarga yang selama ini begitu baik.


"sebenarnya ada apa sih kak mas Raka dan keluarga pindah tiba-tiba, terlebih selama ini bukannya baik-baik saja?" bingung para pekerja yang sedang menggarap sawah.


"yang aku dengar dari tetangga mereka, juragan Raka sempat bertengkar dengan juragan Rafa, kayaknya masalah dari Bu Vera yang sekarang tinggal di rumah juragan Rafa," saut pak Yon.


"iya tuh, beber, mereka berantem saat malam, juragan Rafa merasa bisa menjaga Bu Vera, padahal juragan Raka sudah mengingatkan jika tak baik loh," tambah bang Ali.


pria itu adalah orang kepercayaan Raka, ya pria itu yang sekarang menjadi kepercayaan dari Raka dan satu bulan sekali dia akan datang mengirimkan laporan.


"mas Kholik, memang apa yang tejadi sih?" tanya bang Ali yang masih belum mau menyerah.


"sudah juragan Raka hanya ingin putra-putranya tumbuh aman dan gak terus berurusan dengan hal ghaib, puas kan ..." jawab Kholik.


"iya juga sih, kadang aku kasihan loh melihat mas Arkan dan mas Aryan, keduanya sering terluka loh membantu kita, sedang keluarga juragan Rafa apa, kok aneh ya tapi anak juragan Raka begitu hebat dan berilmu, tapi anak juragan Rafa kok bandel, tukang buat onar dan terlebih dia tak seperti saudaranya juga?" heran pak Yon.


"sudah fokus kerja kok masih di bahas masalah itu, oh ya jangan banyak omong lagi atau aku akan bisa mengadukan kalian nih," ancam Kholik pada keempat orang itu.


"maaf mas, kami cuma heran saja kok, kami kembali kerja deh," jawab kelimanya yang sedang menggarap sawah yang baru saja panen itu.

__ADS_1


saat sedang memasak, Jasmin mengasuh putrinya di sebuah tempat khusus agar putrinya itu tak bergerak kemana-mana.


tapi tanpa sepengetahuan darinya, Husna di ambil oleh Vera, wanita itu membawa Husna ke dalam kamar.


"aku harus bunuh.... jika tidak dia akan membunuhku," gumam Vera yang terus meracau tak jelas.


Jasmin menoleh dan kaget tak melihat putrinya di tempatnya bermain.


"Husna!" teriak Jasmin memanggil putrinya itu.


Jasmin mendengar suara tangisan dari kamar Vera, dia ingat jika Wulan mengatakan bahwa Vera emosinya tak stabil.


"Husna!" kata Jasmin yang langsung berlari dan membuka kamar, benar saja Vera sedang mengarahkan hunting ke putrinya yang menangis.


"dasar wanita gila!" kata Jasmin mendorong Vera hingga terbentur tembok.


Jasmin mengambil putrinya dan keluar dari kamar, dan bertepatan dengan Rafa yang pulang.


"ada apa bunda?" tanya Rafa.


"jika ayah tak mengusir wanita itu, aku tak ingin tinggal disini, lebih baik aku pulang ke rumah ayahku bersama putriku," kata Jasmin.


"itu tak mungkin dia itu saudara ayah ku Jasmin," jawab Rafa marah.


"tapi wanita itu baru saja ingin membunuh putriku, dan jika kamu berkeras hati aku tak peduli lagi, aku ingin pergi membawa Husna," kata Jasmin yang kemudian pergi meninggalkan rumah sambil membawa tas.


"tunggu Jasmin, jangan marah aku mohon kita bisa membicarakan ini," kata Rafa.


"tidak mau, aku ingin pergi selama wanita ini di sini, aku tak mau melihat putriku mati di tangannya, dia itu sudah gila, sadar dan lihatlah bagaimana dirinya, kenapa kamu begitu bodoh, bahkan peringatan adik mu Raka pun tak kamu hiraukan, kamu itu bodoh atau apa!" terisak Jasmin yang langsung pergi tanpa bilang apa-apa lagi.

__ADS_1


dia pergi membawa mobil sendiri menuju ke Surabaya, sedang Rafa merasa jika keputusannya yang ingin merawat Vera.


tapi dia malah kehilangan semua saudaranya, bahkan istri dan putrinya juga sekarang.


__ADS_2