Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pilihan berat


__ADS_3

Vera tertawa sendiri di dalam kamar, dia bahkan menjilat darahnya yang meleleh dari keningnya.


bahkan dia tak peduli pada segala hal, Rafa hanya melihat wanita itu yang semakin tak terkendali.


"apa yang harus aku lakukan, apa aku harus mengusirnya, tapi jika tidak, aku sudah kehilangan segalanya,bahkan istriku," kata Rafa.


Vera pun melihat Rafa dengan tatapan memohon, tapi dia tersenyum lebar.


"aku tak bisa melihat mu bahagia, dia harus mati... anak itu harus mati, karena itu permintaan dari tuan," kata Vera dengan tawa.


melihat itu Rafa langsung mengunci wanita itu di dalam kamar, dan langsung menghubungi rumah sakit jiwa.


malam itu, ambulan yang akan membawa Vera datang, Rafa menyambut para petugas dan membuka kamar.


tapi tak terduga, saat pintu terbuka, Vera menerobos lari keluar dari rumah dan membuat semua orang kaget.


mereka pun berlari mengejar Vera agar wanita itu tak berulah makin menjadi.


Vera tertawa sambil membawa pisau, dan menusuk beberapa orang yang sedang nongkrong.


akhirnya seorang pria memukul Vera dengan balok kayu hingga pingsan, Rafa kaget melihat hal itu.


"apa yang kamu lakukan!!" teriak Rafa tak terima


"dia sudah melukai lima orang, kamu tak lihat atau buta," marah pria itu yang ikut kesal.

__ADS_1


"maafkan aku, sekarang bantu aku membawa semua orang ke rumah sakit," kata Rafa


mereka di larikan mengunakan mobil milik Rafa menuju ke rumah sakit terdekat, Rafa yang menjamin dan membiayai semua tagihan karena ulah Vera.


sedang Vera setelah di obati langsung di bawa ke rumah sakit jiwa, Rafa tak bisa ikut dan besok baru akan menyusulnya sekalian menjemput istrinya.


kelima orang itu hanya luka biasa dan tak ada yang membahayakan nyawa, sedang Vera di mobil tidak bergerak karena pengaruh bius, bahkan Vera juga di ikat agar tak berontak saat bangun nantinya.


perjalanan cukup aneh beberapa kali mobil itu seperti menabrak sesuatu tapi saat di toleh atau di lihat tak ada siapapun.


Vera pun terbangun tapi matanya hanya melotot sambil tersenyum seringai yang menyeramkan.


dia pun duduk sambil memiringkan kepalanya, kedua petugas pun kaget melihat hal itu.


terlebih mata dari Vera berubah hitam, "mati... mati... mati..." gumam wanita itu sambil tersenyum.


tapi jarum itu tak bisa masuk ke tubuh wanita itu, tak di duga wanita itu bisa melepaskan ikatan dengan mudah, "mati ...!!" teriaknya.


kedua petugas itu di cekik bersamaan, Vera pun mematahkan dengan mudah kedua leher pria itu.


krek... Vera langsung tertawa lepas saat bisa membuat mati kedua pria dewasa itu.


Vera menendang pintu ambulance itu hingga rusak, supir dan kernet ambulan kaget melihat Vera, "kenapa bengong cepat Tangkap," kata supir ambulance panik


tapi saat ingin mendekat, sebuah truk menabrak keduanya hingga terlindas dan menghancurkan tubuh kedua pria itu.

__ADS_1


vera menghampiri ceceran tubuh dari kedua pria itu. dua mengambil otak keduanya dan memakannya.


"tenang sayang, aku akan melahirkan mu, karena ini permintaan tuan besar, ha-ha-ha," gumam Vera yang kemudian pergi.


sedang pengendara truk yang menabrak kedua petugas rumah sakit itu ketakutan bukan main.


pasalnya dia melihat sosok aneh wanita yang bisa memakan otak secara mentah dan langsung.


bahkan supir truk itu sampai ke cing di celana, begitupun dengan kernetnya.


Vera pergi melompat dari jalan tol itu, bahkan dia tak bisa di hentikan sedikit pun.


supir truk turun dan gemetar melihat darah dan tulang belulang berserakan di bawah mobilnya.


mereka pun ketakutan menjadi saat tak sengaja supir truk itu menginjak bola mata dari salah satu korban.


"maafkan aku!!!" kaget supir itu


mereka berdua menunggu polisi datang, dan segera menyerahkan diri dan Mengatakan semua yang di lihatnya.


tapi tak di duga polisi malah menganggap kedua pria itu terkejut hingga mengalami halusinasi.


tapi keduanya bersikeras jika mereka tak halusinasi karena semua itu nyata.


polisi kaget melihat ada dua mayat yang terhisap jingga tinggal kulit dan tulang belulang.

__ADS_1


itupun di dalam ambulance rumah sakit jiwa yang cukup terkenal, tim forensik juga di buat bingung karena tak menemukan setetes darah pun di kedua mayat di dalam mobil.


sedang di jenazah tabrak lari, otak keduanya hilang, jadi polisi harus segera mencari pelaku.


__ADS_2