Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
tamu Jepang


__ADS_3

benar saja, Aira sudah pulang dari Jepang bersama keluarganya, mereka di jemput Fahri yang ternyata di minta oleh Raka.


Aira tidak tinggal di rumahnya sendiri, melainkan tinggal di rumah Raka untuk beberapa Minggu.


terlebih Alfin juga tak bisa terlalu lama meninggalkan semua pekerjaan di sana.


"akhirnya kita kembali ke kota panas ini, halo Fahri sudah besar saja," sapa Aira yang melihat Fahri.


"halo om Fahri," panggil di kembar tiga.


"selamat datang semuanya, hari ini saya supir anda, mari ..." kata Fahri mempersilahkan.


"wah.. om Fahri makin ganteng saja, om tolong ajak kami ke kebun binatang," kata Ayana.


"tidak sayang, bunda masih ada urusan dengan kedua om mu, dan kita harus bergegas agar tak kemalaman, Al-Fath, Abidzar jangan berulah, terlebih kedua sepupu kalian juga sudah besar," kata Aira.


"tentu tidak semudah itu bunda, karena aku ingin melihat bagaimana ketiga pria muda itu bersikap," jawab Al-Fath.


"tentu itu akan menyenangkan," kata Abidzar.


"terserah kalian berdua, asal jangan sampai kamu melukai semua saudara sepupu mu nantinya, terlebih ada bayi yang baru lahir," kata Alfin melihat kedua putranya dengan tajam.


"ayolah ayah, aku tau jika itu bukan anak om Rafa," kata Al-Fath dengan yakin.


"sudah ku bilang jangan pernah mengatakan hal itu, itu permintaan om Raka, jadi tutup mulutmu," marah Alfin.


"baiklah, maafkan aku," jawab Al-Fath.


"sudah-sudah jangan berantem, kita segera pulang saja oke," kata Fahri yang sedikit bingung.


"baiklah, ayo kita berangkat karena aku sudah rindu dengan dua adikku," kata Aira.

__ADS_1


Fahri pun membantu Alfin dan dua putranya memasukkan barang-barang ke mobil.


Al-Fath dan Abidzar sudah menyelesaikan kuliah mereka di usia cukup muda, sedang Ayana masih kuliah di semester akhir.


"jadi kita langsung ke rumah mas Raka, atau mau ketemu mas Raka dan Mbak Wulan, karena mereka tinggal di rumah ku sudah hampir beberapa hari ini," tanya fahri yang mulai menjalankan mobil.


"kita ke rumah ku dulu, aku yakin ada sesuatu yang membuat Raka memilih tinggal di sana," kata Alfin.


Fahri hanya bisa tersenyum, pasalnya dia tak bisa menjawab pertanyaan itu, terlebih Raka dan wulan memilih diam.


mobil mereka pun sudah sampai di daerah Mojokerto setelah perjalanan selama satu setengah jam.


"mau makan di Segaran, lumayan kita mengisi perut dulu, ada menu sambelan berbagai jenis ikan," kata Fahri


"tentu boleh, apa ada belut om, karena aku sangat ingin makan itu,"


"hei, kau di Jepang suka sekali dengan Unagi, kenapa sekarang mau makan belut juga Abi," kesal Al-Fath mendengar saudaranya.


"ya baiklah tuan muda, kita akan ke warung langganan ku," kata Fahri.


mereka pun sampai di daerah Trowulan dan langsung mencari parkiran karena di sana cukup sulit.


terlebih itu warung yang cukup terkenal di daerah Segaran, ketiga remaja itu masih foto-foto saat Aira, Alfin dan Fahri memilih duduk santai.


"om tolong kemari, foto kami bertiga," panggil Ayana.


Fahri pun menghampiri ketiganya dan mulai mengambil gambar, tak hanya itu Ayana begitu dekat dengan g


Fahri.


Alfin hanya melihat saja, toh putrinya juga sudah dewasa, terlebih Alfin tau siapa Fahri juga.

__ADS_1


semuanya pun makan dengan lesehan, setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan menuju ke desa tempat tinggal keluarga Wulan.


pas saat suara adzan magrib berkumandang, mobil mereka sampai di depan rumah.


Al-Fath dari perjalanan Yafi beberapa kaget karena melihat hal yang menyeramkan.


Raka tak mengira jika Aira memilih datang ke rumah mertuanya dulu untuk menyapa dirinya.


"assalamualaikum tamu agung dari Jepang, kami menyambut Anda semua," kata Raka yang memeluk Aira begitupun Alfin yang bersalaman dengan Wulan.


kemudian Wulan di peluk oleh ketiga keponakannya, terlebih Al-Fath yang senang bisa bertemu wanita itu.


"wah, ternyata dua bayi kecil itu sudah dewasa ya," kata Abidzar saat melihat Arkan dan Aryan


"ya kami kan juga di besarkan oleh ayah dan Amma, jadi jangan bodoh dengan mengatakan itu," kata Arkan dingin pada kedua sepupunya.


mereka pun hanya tertawa, pak Suyatno mengajak mereka masuk dan menyiapkan semua makanan untuk menyambut tamu jauh.


"mbak, kalian bisa tinggal di rumahku selama liburan, ada juga orang yang membersihkan rumah itu, jadi mbak tak akan repot," kata Raka.


"tapi kenapa Raka, apa kalian berdua bertengkar, atau Jasmin mengatakan sesuatu yang menyakiti istrimu," tanya Aira khawatir.


"tidak ada mbak, semua baik, hanya saja setelah kehilangan bayi kami, istriku butuh istirahat dan tempat terbaik adalah orang tuanya, dan lihat dia sudah bisa tersenyum lagi," kata Raka lirih.


"sabar ya dek, seandainya orang tua kita masih ada, kita mungkin akan masih memiliki kasih sayang dan pelukan hangat," kata Aira begitu sedih.


"kenapa bilang begitu, ibu juga bisa menjadi ibu kalian, meski tak bisa menggantikan posisi orang tua kandung kalian, setidaknya kami bisa memberikan kasih sayang dan perhatian," kata Bu mut.


"terima kasih," jawab Aira yang langsung memeluk Bu mut, bahkan belaian wanita itu begitu hangat seperti kasih datang yang begitu dia rindukan.


besok Aira dan keluarganya akan berziarah ke makam Mak nur, dan juga orang tuanya dan Aira sengaja meminta Raka dan Wulan menemaninya.

__ADS_1


__ADS_2