
seorang gadis cantik, sedang mengembangkan sebuah lagu Jawa yang terdengar sangat merdu.
Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno
Sakehing lara pan samya bali
Sakeh ngama pan sami mirunda
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wisa tawa
__ADS_1
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak
(lirik dari google, lagi rumekso ing wengi)
tapi suara merdu itu, seakan jadi seram saat terdengar dari gadis itu.
terlebih penampilan dari gadis itu sangat penyendiri, dan selalu ketakutan saat mau keluar rumah.
yang makin membuat heran adalah gadis itu seperti takut dengan matahari.
"iya kakak, tunggu sebentar," jawab gadis itu dari dalam.
gadis itu keluar dengan kaca mata yang begitu tebal, dan rambut di kuncir dua, dan penampilan yang begitu cupu.
"ayo kak," jawab Emily.
"ya tuhan... kenapa kamu selalu berpenampilan seperti ini, bisakah pakai yang benar dong, kamu itu cantik adek!" gemas ratu melihat adik sepupunya itu.
"tidak apa-apa, aku suka gaya ku seperti ini, sudah ayo kita berangkat, jika tidak pasti kakak akan ketinggalan oleh kak Arkan, jadi ayo," kata Emily.
"kamu benar, ayo ..." kata ratu langsung menarik adik sepupunya itu.
keduanya pun langsung duduk dan segera makan sarapan pagi, papa ratu Sampek bingung melihat dua gadis itu.
"tenang dan santai ladies, tak ada yang akan meminta sarapan kalian," kata pak Setyo.
__ADS_1
"tidak pa, kami bisa telat, dan lagi aku sudah ada janji dengan Aini," kata ratu.
"iya om, dan jangan senyum gitu, bikin serem," goda Emily sambil tersenyum.
"kamu bilang apa sih, sudah cepat berangkat bersama mang Agus," kata pak Setyo.
Ratu dan Emily selesai makan dan langsung pamit pergi, Emily adalah gadis yang di ambil oleh Setyo.
karena orang tua Emily meninggal dunia dengan keadaan tak wajar, dan membuat gadis muda itu harus tinggal di rumah sakit jiwa selama tiga tahun.
beruntung gadis itu sudah sembuh dan sekarang bisa sudah bisa bergaul dengan orang-orang di sekitarnya.
terlebih ratu yang memang anak tunggal, jadi makin ceria karena merasa memiliki adik seperti Emily.
sedang pak Setyo menghela nafas karena tingkah seorang gadis yang terus menggodanya bahkan menanyai tentang makan.
"gadis gila!" kesal pria itu.
pasalnya baru kali ini dia di kejar-kejar oleh seorang gadis belia, yang bahkan seusia putrinya.
ratu dan Emily menuju sekolah, dan saat sampai benar saja, hampir bersamaan dengan Arkan dan Aryan.
"Arkan, tunggu," kata ratu yang langsung berlari turun
"terima kasih pak Agus," pamit Emily sopan.
"baik nona," jawab mang Agus.
gadis itu turun dan langsung menuju ke kelas, tapi saat melewati Arkan dan ratu.
Arkan langsung merasakan aura yang tak asing, gadis yang bisa merantai semua mahluk ghaib.
Emily pin hilang begitu saja, karena ujian akan segera di mulai. terlebih dia yang bisa melakukan akselerasi hingga bisa ikut ujian bersama ratu dan teman-temannya.
__ADS_1