Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
kepala sekolah kejam


__ADS_3

Aditya sedang sangat marah, terlebih dua baru saja mendapatkan kabar dari kantor polisi tentang muridnya yang terciduk ikut balapan liar setelah terawih.


"kalian tau kenapa kalian saya kumpulkan di lapangan?" tanya Aditya tanpa berlama-lama.


semua murid diam, "saya peringatkan pada kalian semua, sekolah ini tak mentolerir perbuatan seperti itu, saya sudah mengantongi semua nama siswa siswi tersebut, dan ku pastikan sekali saja kalian berbuat seperti ini lagi maka saya akan buat kalian tidak akan di terima di masyarakat manapun, indah itu!" kata Aditya.


"baik pak," jawab semuanya.


Aryan dan Arkan saling pandang, pasalnya keduanya tak tau jika ada balapan liar setelah sholat terawih.


Aditya pun memberikan beberapa pengumuman juga, setelah selesai mereka pun di minta kembali ke kelas masing-masing.


Arkan dan Aryan langsung duduk di kursi mereka, dan melakukan tos dengan kedua gadis itu.


"loh si Nino mana, gak sekolah lagi?" tanya Arkan.


"entah deh, anak itu aneh loh setelah puasa, coba nanti kita kesana yuk, takutnya ada yang tak beres," usul Emily


"boleh tuh, nanti bareng kamu saja, mungkin yang lain mau ikut?" tawar Arkan.


"boleh nih, aku ikut ya," saut Denis.


"siap," jawab semuanya.


pelajaran pun mulai, beberapa murid nampak menguap karena mengantuk, sedang guru tak terpengaruh karena hal kecil itu.


"baik anak-anak pelajaran kita selesai, dan saya ingatkan sebentar lagi kalian pelajaran pak Aditya, yang tak ingin kena marah, silahkan cuci muka, kalau begitu saya akhiri," kata guru pria itu.


hampir semua murid berlarian ke kamar mandi, sedang hanya beberapa murid yang ada di kelas.


Aditya menuju ke kelas dan sempat melihat beberapa murid berlarian, dia hanya tersenyum saja pasalnya dua menyadari suasana Ramadhan.


Aditya masuk dan melihat semua murid berdiri menyambutnya, "assalamualaikum semuanya, selamat pagi,"


"pagi pak," jawab semua murid.


"sekarang ambil buku kalian kita belajar di emper masjid, ayo saya tunggu disana dalam sepuluh menit, di mulai dari sekarang," kata Aditya yang berhasil membuat beberapa murid panik.


sedang dia sendiri berjalan santai, dan yang paling menyebalkan kedua saudara kembar itu tak bingung karena mereka membawa tas mereka tanpa harus panik mencari buku dan LKS.


ternyata di teras masjid terdapat papan tulis dan itu sudah di siapkan oleh Aditya.


setelah selesai, kali ini waktunya istirahat, dan langsung banyak murid yang tidur karena mengantuk.


Aditya pun memilih menelpon istrinya di rumah, pasalnya Aditya takut jika Rania akan bosan di rumah.

__ADS_1


"assalamualaikum mas, ada apa?" tanya Rania yang mengangkat telpon dari suaminya.


"waalaikum salam dek, kamu sedang apa, aku hanya khawatir kamu bosen," jawab Aditya.


"tentu saja tidak mas, aku sedang mengerjakan tugas kuliah ku, dan lagi sambil mencari menu buka untuk kita, apa mas ingin makan sesuatu, kebetulan hari ini mata kuliah ku cuma satu," jawab Rania.


"apapun yang kamu masak aku suka kok, tapi nanti kamu berangkatnya gimana dek?" tanya Aditya masih khawatir.


"tenang mas, nanti aku akan di antar dan di jemput bunda, karena kami nanti ada janji mau beli sembako sekalian,"


Aditya pun lupa jika dia belum memberikan uang tadi, "gawat, aku lupa tidak memberikan mu uang tadi," kata Aditya lirih.


"gak papa loh mas, uang kemarin masih ada," jawab Rania yang ingin tertawa mendengar ucapan dari suaminya itu.


"dek, ambil ATM mandiri di laci berwarna putih di samping ranjang, itu buat belanja kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan mu, nomor PIN nya adalah tanggal lahirku, kamu bisa lihat di buku nikah," kata Aditya.


"baik mas, terima kasih, dan mas selamat bekerja, aku mencintaimu," kata Rania yang langsung memutuskan panggilan itu.


Aditya kaget, pasalnya baru kali ini gadis itu mengatakan hal itu, "aku jadi tak sabar menemui ku dan ingin mendengarkannya secara langsung," kata Aditya.


sedang di Surabaya, Wulan dan Raka bertemu keluarga Fandi dan David, mereka pun saling melepas rindu karena lama tak bertemu.


karena acara seminar selesai pukul tiga sore, jadi mereka memutuskan untuk buka puasa bersama.


rumah yang memiliki aura ketakutan yang sangat besar, tapi Wulan kaget karena putri Fandi Ersa menepuk pundaknya.


"sudah mbak Wulan, ayo masuk sudah di tunggu Semuanya,"


"ah iya Ersa, maaf aku terlalu fokus pada sesuatu, eh mana anak mu yang lucu?" tanya Wulan tersenyum.


"jangan meledek deh mbak, bagaimana bocah Segede itu bisa di bilang lucu, yang ada bikin emosi," kata wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal.


Wulan hanya tertawa, pasalnya putra dari Ersa sedikit lebih kecil di banding Putranya.


"ya resiko kita memiliki pangeran yang sedikit sudah di atur, karena putra-putra ku juga seperti itu," jawab Wulan.


sedang Fandi pun merasa senang, pasalnya keluarga mereka benar-benar sangat kompak.


begitupun dengan Omar putra dari David dan Nina, dan juga Sulaiman yang masih SD.


"aduh om David masih punya anak kecil ya, gak terkira aku om bisa punya putra ganteng di usia mu om," ledek Raka.


"beh... mau mati kamu Raka," kesal David mendengar ucapan pria itu.


ya semua orang tau jika nona dan David terpaut usia yang cukup jauh, tapi Nina begitu mencintai suaminya itu.

__ADS_1


‼️‼️‼️‼️perhatian semua‼️‼️‼️


ini ada kisah bagus dari temen author yuk, Monggo di kepoin ya...


tinggal cari judul novelnya, jangan lupa like, komen dan vote ya...


GADIS JERAWAT SANG CASANOVA


Eps 14. Dijebak


Syakir yang mulai hilang kendali dengan tubuhnya yang terbakar akan gairah segera membuka pakaiannya. Pria itu terlihat sangat tidak sabaran. Kemudian dia juga melepaskan robekan lingerie itu dan melemparnya ke sembarang arah.


Tangannya dengan lihai bergerak kesana kemari. Memberikan sensasi yang begitu seksi dengan diiringi kecupan-kecupan manja di beberapa tempat yang sangat ia sukai.


"Punyamu sedikit lebih kecil, Sayang. Apa kau sudah rajin olahraga?" tanya Syakir saat kedua tangannya bermain di dua gunung dengan begitu lihainya.


Syakir yang memang sudah tak sabar. Langsung membuka kedua kaki wanitanya. Dia menempatkan senjata miliknya tepat di depan goa indah tanpa rawa-rawa tersebut.


"Kau benar-benar masih perawan, Sayang. Milikmu begitu sempit dan mencengkram milikku!" kata Syakir berbisik di telinga Rachel. "Tahanlah sebentar yah. Aku akan memaksanya masuk!"


🌴🌴🌴


Di tempat lain, terlihat enam orang anak manusia sedang tertawa riang di sebuah apartemen. Mereka sedang menikmati malam indah nan panjang dalam hidup mereka.


"Apakah Kekasihmu si Syakir, sudah membuka segelnya?" tanya seorang wanita yang saat ini sedang menenggak minuman di tangannya.


"Pasti. Aku yakin kekasih uangku itu sudah melakukannya berulang kali," balas wanita dengan pakaian seksi yang sedang duduk.


"Apa kau tak cemburu, Sayang?" bisik pria yang tangannya memegang gelas berisi minuman alkohol.


"Cemburu?" ulang Rachel dengan menyusupkan wajahnya ke leher pria yang sedang memeluknya. "Tak ada dalam kamusku."


Rachel terkekeh. Dia menjauhkan kepalanya lalu menatap ke arah dua sahabatnya yang juga bersama pasangannya.


"Aku yakin Syakir berpikir bahwa akulah yang ada dibawahnya. Aku yakin dia melakukannya dengan gila," kata Rachel mengingat apa saja yang sudah dia lakukan pada seseorang.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya temannya yang lain dengan posisi duduk di pangkuan sang kekasih.


"Aku akan menendang Humaira jauh dari kampus kita," balas Rachel dengan mata berbinar.


...*******



...

__ADS_1


__ADS_2