Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
belajar dari kami


__ADS_3

Aryan ingin sekali tertawa, pasalnya dia tau jika sulit untuk pertama kali tau jika bisa melihat arwah.


"mau belajar, kami sudah bisa dari kecil jadi mudah sekali," kata Aryan tertawa.


"boleh dong, ajarin ya," mohon Faraz.


"tunggu aku memberikan ini pada bude baru aku kasih tau," jawab Aryan berlari masuk kedalam rumah.


"apa yang sedang kamu lakukan," tanya Arkan yang datang dan melihat Faraz melihat kearah dalam.


"kamu mengejutkan ku, kami kesini mau apa?" tanya Faraz heran.


"mau mengantar ini, soalnya si resek lupa membawanya," jawab Arkan menunjukkan sebuah rantang berisi sayur lodeh.


"eh kamu disini, mau apa?" tanya Aryan melihat kakaknya.


"panggil mas, aku lebih tua darimu," kesal Arkan


"cuma beda lima menit," kesal Aryan.


"dasar kamu ini, nih tadi kamu tinggal jadi aku harus mengantarnya berkeliling untuk mengantarnya, nih cepet bawa masuk kasih ke bude," kata Arkan.


"gak ma-" kata Aryan terhenti karena melihat tatapan Arkan yang mengintimidasi.


Aryan pun pasrah, Faraz pun tertawa melihat kelakuan dari dua saudaranya itu.


"kamu mau tau bagaimana membedakan mahluk halus itu mudah, lihat kakinya bapak atau tidak, dan jika melihat pocong lekas lari, dan jika kamu melihat arwah yang berbentuk paling sempurna dalam menyerupai manusia, kamu harus waspada karena itu akan berbahaya untuk kita," kata Arkan.


"jadi mahluk yang sempurna itu malah berbahaya?" tanya Faraz memastikan.


"iya itu benar, karena dia ada di tingkatan ilmu paling tinggi, sedang kalau jenis yang boncel, penuh darah mata ilang, leher mau putus, itu ada di tahap paling rendah, dan beberapa mahluk ada yang bisa merubah dirinya untuk menggoda seseorang juga loh jangan salah," kata Arkan menjelaskan lagi.

__ADS_1


"aku masih tak mengerti," kata Faraz frustasi.


"aku kasih contoh deh, ki Sesnag datang dengan wujud Sempurna, jika ada kuntilanak di sekitar kami tampak kan wujud mu," kata arkan memanggil dua arwah itu.


Faraz pun kaget saat melihat seorang pria dengan pakaian kerajaan muncul di depan mereka, sedang ada kuntilanak dengan wujud sangat buruk rupa.


"ini apa sih Arkan!" panik Faraz.


"tenanglah Faraz, inilah perbedaannya, perkenalkan pria ini Ki Sesnag pimpinan dan panglima perang terpercaya milik keluargaku, dan mbak Kunti ini yang biasanya duduk di depan rumah di pohon randu," jawab Arkan santai.


"berarti Kunti ini tingkatannya lebih rendah di banding dengan paman pakaian kerajaan ini," kata Faraz sedikit mengerti.


"tepat sekali, baiklah-baiklah terima kasih, nanti aku kasih makanan oke," kata Arkan mengusir mereka.


mereka berdua pun pergi, "tapi ada kuntilanak yang sangat berbahaya, dialah kuntilanak bergaun merah dengan wujud wanita cantik dan berilmu tinggi karena hidup ribuan tahun tanpa bisa di buat tenang," saut Aryan.


"ya itu memang benar," kata Arkan menambahkan.


"ah... ini akan jadi musibah atau berkah untukku," gumam Faraz pusing.


"kalian sih bisa-bisanya saja," kesal Faraz pada dua sepupunya.


mereka pun berpisah, Ki Sesnag muncul di pundak Arkan, "ada apa Ki, kenapa begitu manja,"


"tuan aku takut Ki Adhiyaksa akan mengkhianati kita, setelah apa yang pernah dia lakukan pada kalian," kata Ki Sesnag


"itu terserah dia, tapi jika dia berani ada sesuatu yang bisa aku gunakan untuk membakarnya hingga musnah tak bersisa, karena aku memiliki segel miliknya," jawab Arkan.


"aduh si ganteng sombong amat, nyai Ageng Mustikasari," kesal Aryan.


seekor ular melata di tubuh Aryan, ular itu kini bermahkota, "eh... kamu selama ini kemana? kenapa tak pernah datang menemui ku, dan kenapa corak di tubuhmu bisa berubah?" heran Aryan.

__ADS_1


"kamu ini gimana sih, itu berarti ilmunya semakin besar dan kuat, dan juga bisa mengubah dirinya menjadi manusia seutuhnya, seperti halnya ki Sesnag," jelas Arkan.


"benarkah, wah bisa membantuku dong," kata Aryan tersenyum.


"maksudnya?"


"untuk di ajak kondangan," kata Aryan tertawa.


"dasar wong edan," kesal Arkan yang meninggalkan saudaranya itu karena sudah terdengar adzan magrib.


mereka pun masuk dan membatalkan puasa, setelah makan kurma keduanya memilih ikut sholat berjamaah di rumah bersama orang tua mereka.


sedang tak butuh waktu lama untuk sholat baru mereka makan bersama, sedang di rumah Emily.


gadis itu sedang sakit panas, tapi sakitnya sedikit aneh, Sekar akan segera menghubungi Wulan.


dia takut ancaman dari ibunya ratu benar-benar terjadi, terlebih Sekar juga sudah mulai perlahan kehilangan kutukan yang selama ini menjaganya.


"assalamualaikum... ada apa Sekar?"


"tolong Emily, dia sakit dan sepertinya ucapan dari wanita tukang santet itu jadi kenyataan, dan Emily bisa jadi seorang dukun teluh Sakri jika itu terjadi," kata Sekar dari sebrang tidur.


mendengar hal itu, Arkan langsung mengambil barang-barang miliknya dan bergegas berangkat.


"aku mau menolong Emily dulu, nanti kalian menyusul," panik Arkan yang tak bisa di hentikan.


"Ki Antaboga datang dan masuk kedalam tubuhku," perintah Arkan agar dia semakin kuat menghadapi persatuan itu.


Arkan mengendarai motornya dengan kecepatan penuh, bahkan dia tak peduli keselamatannya sendiri.


"Emily kamu harus bertahan, karena aku tak ingin kamu terluka, ingat janji kita, pegang teguh tasbih pemberian ku," lirih Arkan

__ADS_1


"Arkan .... Arkan ... Arkan..." kata Emily mengigau.


Sekar pun tak mengira dalam mimpinya pun hanya Arkan yang di cari oleh Emily.


__ADS_2