
Arkan memutuskan untuk pergi ke alam ghaib, pasalnya dia ingin menenangkan diri.
ucapan Dewi sangat menyakitkan, terlebih itu juga menyeret Emily, memang Arkan tak ingin bermusuhan dengan Faraz.
itulah kenapa dia memilih untuk menjauh, terlebih Dewi memiliki perangai yang cukup buruk.
"wah tumben mas Arkan kesini, aku main dengan ku, apa ketemu Nyai atau prabu?" tanya Arsana.
"prabu disini? bukannya istana mereka terpaut jauh, eyang uti!!" panggil Arkan dengan berteriak.
"ada apa Arkan? kenapa kamu berteriak-teriak seperti itu, ini bukan hutan le, tolong sopan santun, jangan melupakan itu," tegur nyai Nawang dengan lembut.
"eyang uti selalu begitu, eyang kencan dengan eyang prabu?" tanya Arkan
"benarkah, wah... jangan mau eyang," kata Aryan yang juga baru datang.
"Halah halah.... pada baru datang kok sudah memberikan penilaian buruk sana eyang sih, kalian punya dendam apa?" tanya Prabu Wira Sanjaya.
"habis eyang prabu itu bikin kesel tau gak, kapan hari bilang nanti tak kasih hadiah harimau hitam, mana? pret... cuma janji tuh," jawab Aryan
"Aryan yang sopan, bagaimana pun beliau orang yang lebih tua dari kita," tegur Arkan.
"aku tau kok, eyang prabu mah cuma sering bercanda, sudah tau jika Aryan itu tak bisa di janjikan sesuatu," tambah arkan.
"iya-iya maaf, ini salah eyang prabu, masalahnya harimau hitam sudah di miliki ayah kalian, sen-sen itu harimau paling sakti milik eyang," jawab prabu Wira Sanjaya.
"terserah eyang saja," jawab Aryan.
"mas Aryan. mas Arkan aku ingin mengatakan sesuatu, aku punya nama baru, kalian mau tau gak," kata Arsana dengan begitu antusias.
"gak tuh," jawab keduanya.
"ih jahat banget sih, eyang Putri tolong lihatlah mereka," kata Arsana mengadu.
__ADS_1
"nyai Ningrum, tapi kalian bisa memanggilku Arsana kok," jawab gadis itu.
"owh... iya ya, kalau begitu perkenalkan nama saya prabu Surya Loka Prasodjo," kata Arkan.
"nama ku prabu Panji Lodya Prasodjo," kata Aryan.
Arsana kaget, pasalnya dia baru tau jika kedua orang kakaknya itu juga bisa memiliki nama di dunia ini.
mereka bertiga pun berlatih tarung bersama, sedang di dunia nyata, Sesnag menjaga tubuh keduanya.
sedang di sisi lain, Emily dan Ratu yang baru pulang pun bersikap biasa, pasalnya keduanya tak mungkin menunjukkan bahwa sedang dalam kondisi hati yang kacau.
"selamat siang Tante," sapa ratu dan Emily.
"siang, ku kira kalian akan main cukup lama disana, terlebih kalian berempat kan sangat akrab,"kata Sekar yang sedang menonton tv.
"maunya Tante, tapi gara-gara ulah gadis tak undang bikin kesel jadi kami pulang karena malas,"terang ratu.
"kaku ini perempuan, doyan makan Mulu ya, gendut Emily... gendut," kesal ratu yang mencubit pipi Emily.
"gak kok, asalkan kita memiliki aktifitas yang seimbang olah raga pasti gak akan gendut, yakin deh," bujuk Emily.
"sudah duduk saja, biar Tante buatkan sesuatu yang mengenyangkan dan tidak membuat kalian gendut," kata Sekar bergegas ke dapur.
ratu pun menemani Emily nonton TV, Sekar nampak sibuk di dapur, dia benar-benar membuatkan cemilan untuk kedua gadis itu.
dia pun kembali dengan lumpia isi sayur yang di masak dalam airfyer jadi tak menggunakan minyak sedikitpun.
"makan dan setelah ini kita latihan Wushu, untuk kekuatan tangan saat memegang senjata," kata Sekar.
"ah... Tante..." rengek Keduanya.
tapi Sekar tak bisa di ajak kompromi, dia memilih tetap mengajak keduanya berlatih.
__ADS_1
sedang Dewi merasa marah dengan ucapan Arkan tadi, dia pun memilih untuk berdiam di kamarnya.
"ada apa dengan Dewi pak?" tanya sang ibu.
"entahlah Bu, tadi sepertinya dia terlibat adu mulut dengan teman-temannya, soalnya bapak juga tak tau jelas," jawab bapak Sutikno ayah Dewi.
"aneh loh pak, padahal putri kita begitu baik siapa yang tega memusuhinya, bahkan mengajaknya bertengkar," heran Bu Wiji.
"entahlah Bu, baik untuk kita tapi belum tentu baik untuk orang lain, sudah bujuk putrimu keluar, dia kan mumpung di rumah jangan malah diam di kamar seperti tadi," kata pak Sutikno.
"iya pak," jawab Bu Wiji.
Wulan sedang berjalan-jalan bersama Bu mut, sedang Raka menemani bapak mertuanya untuk melakukan cek kesehatan.
karena pak Suyatno merasa jika tubuhnya terasa sakit di bagian dada, dan saat hasil pemeriksaan keluar, dokter kaget melihat ada benda panjang yang ada di dalam paru-paru pak Suyatno.
"ini apa dokter?" tanya Raka.
"benda asing pak, seperti paku, tapi bagaimana bisa ada di sana, apa bapak habis terluka atau pernah jatuh?" kaget dokter.
"tidak dokter, terlebih saya juga tak pernah jatuh, jika iya pasti dada saya berlubang," jawab pak Suyatno.
"tapi aneh pak, bagaimana bisa ada benda asing itu di tubuh bapak, apa jangan-jangan ..."
dokter pun melihat Raka, "gak apa-apa dokter, tolong kasih tanda sebelah mana letak palu itu, setidaknya kamu tau," kata Raka.
dokter pun memberikan tanda, Raka pun meminjam ruangan rawat, dan mulai menarik benda ghaib itu tanpa ritual.
dengan bantuan Sesnag, benda itu di kirim kembali pada pengirimnya yang ingin mencelakai pak Suyatno.
setelah setengah jam, Raka keluar dan tersenyum, "dokter tolong di USG saja, untuk memastikan benda itu masih ada atau tidak," mohon Raka
"baiklah pak," jawab dokter itu.
__ADS_1