
Arkan, Faraz, Al-Fath dan Ayana sudah bersiap untuk pulang kampung, bahkan mereka membawa satu koper besar masing-masing
"oleh-oleh gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Faraz yang tak mau di omeli oleh sang Amma karena tak membawa oleh-oleh.
"tenang, aku udah nambah satu tas besar, sudah pasti kita berat di bagasi ini," kata Arkan yang hanya bisa menghela nafas.
"ya gak apa-apa dong, lagi pula itu juga hadiah pelangkah untuk adik ipar kalian juga, sudah ayo pulang," kata Al-Fath.
mereka pun menuju ke bandara karena pesawat mereka akan tebang tiga jam lagi.
mereka tak mau ketinggalan jadi memutuskan berangkat lebih awal, Faraz memastikan Arkan baik-baik saja, karena pertama kali pria itu datang setelah kejadian kemarin.
sedang di desa, semua sudah sibuk menyiapkan acara pernikahan, mulai mengaduk jenang dodol bersama-sama.
ada yang bertugas ngodong, dan ada yang bagian tersibuk yaitu membersihkan sapi yang sudah di potong.
ya acara pernikahan Nayla dan Aryan akan jadi pesta paling mewah,karena Keduanya adalah putra putri dari dua juragan dari dua desa yang berbeda.
awalnya Aryan tak mau pesta meriah, tapi Raka membujuknya, terlebih dulu saat khitan Keduanya juga tak ingin mengadakan pesta.
jadilah sekarang rumah mereka begitu sibuk, bahkan Aryan tang sedang puasa pun memilih mengungsi karena aroma masakan.
keempat orang itu sampai di bandara internasional Juanda Surabaya sudah malam,mereka menyewa sebuah mobil untuk membawa mereka sampai ke desa.
ya mereka semua tak ada yang bilang akan pulang, terlebih Raka melarang karena takut mempengaruhi kesehatan Faraz dan Arkan.
"sudah berapa lama kita gak ke sini, Arkan kamu lihat ada yang aneh?" tanya Al-Fath.
"hal yang aneh? tidak ada cuma ada beberapa kuntilanak dan genderuwo yang ada di pohon sebelum masuk ke gapura desa," jawab Arkan.
supir mobil itu langsung pucat pasi mendengar itu, "tenang pak kami semua bisa melihat mahluk halus, asal bapak tak melakukan aneh-aneh pasti gak akan kenapa-kenapa," kata Al-Fath tertawa.
"iya Aden," jawab supir itu.
ternyata di desa terlihat begitu terang, sudah ada hiasan janur yang di pasang untuk pernikahan adik mereka.
__ADS_1
mobil berwarna hitam itu berbelok dan berhenti di depan rumah yang sudah terpasang tenda.
Al-Fath turun terlebih dahulu, kemudian Faraz yang turun, "Bu juragan lihat siapa yang datang!!" teriak para ibu yang membantu di rumah
Wulan keluar dan melihat Faraz berduri tersenyum kearahnya, "Faraz!! ya Allah," kata Wulan yang langsung memeluk putranya itu.
Raka yang bersama dengan Aryan juga keluar dan kaget melihat pria itu, tapi Raka langsung lari untuk melihat putranya Arkan.
Ayana membantu Arkan turun dari mobil, Raka langsung memeluk Arkan, "ya Allah... putra ayah pulang, bagaimana kabar mu le ..." tangis Raka yang tak bisa terbendung lagi.
"Alhamdulillah baik ayah, maaf baru bisa pulang sekarang, halo Aryan..." sapa arkan.
"ya Allah bang, kamu sudah sehat dan bisa menginggat ku," kata Aryan begitu senang.
"iya dong," jawab arkan.
raja juga memeluk Faraz yang juga nampak lebih segar dan sehat, dia bahkan tak bisa membendung air matanya lagi.
Wulan memeluk akan dengan erat, dia terisak karena putranya yang hampir mati karena menolong mereka semua saat itu.
"Amma lebih suka jika kalian semua normal dan tak memiliki kekuatan itu," jawab Wulan.
"aduh... kami langsung di lupakan, ayolah kami juga datang dari jauh," kata Al-Fath yang langsung dapat pukulan dari ayahnya.
pasalnya alfin dan Aira sudah datang terlebih dahulu, begitupun Abidzar yang sedang membantu warga desa.
akhirnya malam itu semua orang dapat oleh-oleh dari Singapura, bahkan husna yang melihat arkan dan faraz.
gadis kecil itu terus menempel, begitupun Aluna yang sudah mulai bisa belajar berjalan karena hampir satu tahun.
Aditya dan Rania datang bersama putra mereka, Aditya pun membisikkan sesuatu pada Al-Fath.
tapi Al-Fath mengeleng tanda jika tak ada hal seperti itu terjadi, keesokan harinya semua sudah sibuk melakukan tradisi tonjokan (mengirim makanan ke rumah tetangga dan saudara).
sedang Aryan sudah di pingit tak boleh keluar rumah karena besok acara akad nikah, dan malam ini di Adakan acara Midodareni dan langkahan.
__ADS_1
terlebih Aryan melangkahi dua kakaknya, acara akan di lakukan di rumah mempelai wanita.
setelah sholat magrib di adakan acara doa yang memohon kelancaran acara besok.
ada tumpeng dan Sego golong, serta pitek Ingkung sebagai lauknya dan berbagai jenis pelengkap lainnya, seperti jangan lodeh kluweh, urap-urap, dan mbembek tahu tempe.
karena dulu ketiganya punya janji akan melakukan gendong manten,jadilah malam itu di adakan pelunasan janji.
Arkan dan Faraz mengendong Aryan, kemudian mereka mengelilingi pelataran rumah tiga kali.
setelah itu menarik janur yang susah di sediakan yang berisi uang dan beras kuning serta bunga.
setelah acara, mereka semua bersama rombongan menuju ke rumah Nayla, untuk melakukan ritual Midodareni.
di sana juga, mereka memberikan hadiah sebagai bukti menerima Nayla sebagai adik ipar mereka.
Aryan juga sudah memberikan pelangkah juga. semua pun bersukacita merayakan hari pernikahan itu.
setelah acara semua kembali pulang, malam itu Aryan, Arkan dan Faraz tak tidur karena harus begadang.
Faraz dan Arkan terus menggoda adiknya itu, pasalnya Aryan harus menghafal nama Nayla untuk akad nikah.
"aduh berhenti menghafalkan, kamu seperti orang bodoh dari tadi, fokus dong," kata arkan.
"iya iya, sudahlah aku lapar mendengar kalian berdua ribut Mulu," kesal Faraz.
"maaf dong kakakku tercinta, tapi bolehkah saya makan juga jika kamu memasak mas?" tanya Arkan.
"baiklah, kamu mau juga Aryan?"
"boleh deh, tapi mau masak apa, mie goreng geprek enak kali," kata Aryan.
"kamu jangan gila, Arkan belum bisa makan pedas, sudah kita buat mie goreng biasa saja, mau pedas makan dengan cabe rawit," kata Faraz.
"baiklah terserah mas saja," jawab Aryan.
__ADS_1
dia tau jika kondisi saudaranya itu juga belum sehat sepenuhnya, jadilah dia mengalah saja.