
keesokan harinya, Arkan dan Aryan masih mengikuti kegiatan MOS, tapi kali ini mereka akan menginap di sekolah baru seperti jadwal yang sudah di beritahu pada awal MOS berjalan.
mereka semua akan tidur di ruang kelas masing-masing, ratu dan Emily sudah bersama dengan para anak perempuan.
sedang Arkan dan Aryan juga bersama para anak laki-laki di sebrang mereka dengan di halangi kain hitam tebal.
"hai Arkan, Aryan kali ini kalian di antar makanan tidak, soalnya setahuku tidak ada pembagian makanan untuk malam hari," tanya Nino.
"loh benarkah, jika seperti itu aku akan telpon Amma, aku bisa gila jika tak kenyang saat makan nanti, pasti nasi kotaknya sedikit," kata Aryan panik
"ya tuhan, tenanglah Aryan,aku sudah bilang pada Amma, dan nanti malam pasti akan ada yang mengantarkan makanan," kesal Arkan.
Nino tertawa, pasalnya dua saudara itu berbeda sifat dan karakter, sore itu semua murid berkumpul di lapangan sekolah.
mereka akan melakukan lari berkeliling sekolah, sebenarnya Arkan sudah melihat semua makhluk yang ada di sekolah.
bahkan dia dan Aryan juga sudah berkenalan dengan beberapa makhluk yang menjadi pimpinan di sana.
Nino menjadi satu kelompok bersama ratu dan Emily dan juga Arkan Aryan, setelah lagi mereka duduk dan membuat lingkaran.
__ADS_1
kini kegiatan di lanjutkan dengan permainan kelompok, Adit juga mengawasi berjalannya MOS agar tak terjadi cidera atau apapun itu.
"kita akan melihat ketangkasan kalian terlebih dahulu, akan ada lomba voly, basket dan juga sepak takraw, jadi siapkan diri kalian," kata ketua OSIS.
"siap kak," jawab semua murid baru.
ternyata semua grup akan melakukan pertandingan cuma sekali setiap grup, karena waktu mereka tak banyak.
kelompok Arkan benar-benar memimpin dan menumbangkan semua musuh mereka.
bukan hanya Arkan yang begitu hebat dalam olahraga, tapi ternyata semua kelompoknya memiliki keunggulan dalam hal ketangkasan.
karena ketampanan mereka, sedang ratu dan Emily juga tak kalah karena mereka juga lebih di atas rata-rata murid perempuan di sekolah.
semua pun mengakhiri kegiatan karena hari mulai petang, Arkan mandi di toilet sekolah.
beberapa murid pria sedang antri untuk bergilir mandi, Arkan sudah mengusir semua mahluk di toilet begitupun dengan Emily yang melakukan hal yang sama.
lara murid pun mandi dengan tenang, para anak OSIS kebingungan, padahal kamar mandi di sekolah itu terkenal angker.
__ADS_1
tapi semua murid baru aman, karena tak percaya para kakak senior pun membuktikan, Bakti sebagai ketua OSIS pun mandi di sana.
"siapa yang menyalakan dupa disini?" tanya Bakti marah melihat hal itu.
"jangn di usik kak, jika kamu ingin hidup tenang, setidaknya itu permintaan mereka," kata Arkan yang baru selesai.
"bullshiit..." kata Bakti menendang dupa itu hingga hancur.
penunggu kamar mndi pun mrah, Arkan hanya pergi tanpa mau membantu, toh pemuda itu tak mau mendengarkan ucapannya.
"eh Arkan, kamu gak mau bantu?" bisik Aryan.
"ngapain sih, dia sudah aku ingatkan tapi tak dengar ya sudah, mau di gangguin sampai ngompol, apa urusannya dengan ku," ketus Arkan.
"aduh kok jahat banget sih, aku jadi ilfil sama kamu," kata ratu yang baru selesai mandi dengan Emily.
"tak peduli tuh," ketus Arkan.
"dasar Arkan bodoh,menyebalkan, mulut cabe, dasar pemuda tak berperikemanusiaan!" kesal ratu.
__ADS_1
"sudah jangan ngomel, ayo masuk," ajak Emily tertawa.