Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
kamu berubah Jahat


__ADS_3

"bude segera pulang, jangan paksa aku untuk berbuat jahat padamu, terlebih aku yakin Faraz akan marah jika tau kelakuan mu," ancam arkan.


"sialan kalian, lihat saja nanti," marah Jasmin.


"kenapa bunda, kenapa menunggu bantu, kenapa tidak bilang sekarang, tak aku kira jika bunda berubah jadi jahat," kata Faraz yang datang bersama dengan Aryan.


"maaf bude, aku tak sengaja membangunkan putra mu yang sudah terkena obat tidur hingga seperti orang mati," kata Aryan tersenyum.


"kalian benar-benar sialan, Faraz jangan dengarkan mereka, ini semua bunda lakukan demi dirimu," kata Jasmin yang menghampiri Faraz.


"aku tak butuh bunda!!! aku bisa mengelola semua usaha yang di tinggalkan ayah,berhenti mengusik Mbah de dan Mbah lek, karena mereka yang selalu menjaga ayah dari kecil, kenapa bunda seperti ini," marah Faraz frustasi.


Jasmin pun merasa sedih melihat putranya yang marah, "Aryan ayo pulang, aku akan bawa adik pergi, bunda sudah berubah, aku tak mau adik ku nantinya terpengaruh sikap buruk mu,"


Aryan kaget mendengar ucapan Faraz, pria itu begitu frustasi melihat tingkah Jasmin yang memang sudah berubah setelah kematian dari Rafa.


"kenapa kamu jahat mau meninggalkan bunda Faraz, bunda bisa mati," kata Jasmin dengan sedih.


"cukup bunda, kemarin bunda bahkan lebih kejam lagi berani meminta amma merelakan om Raka untuk bisa menikahimu, dengan mengancamnya, apa bunda tau jika Amma juga baru melahirkan, otak bunda dimana? apa bunda serendah itu, aku malu dengan keluarga ayah, kenapa bunda, kenapa!" kata Faraz yang marah.


Arkan dan Aryan kaget, ada kejadian seperti itu, dan mereka tak tau. "apa itu benar, kamu tau bude Amma selalu lemah setelah melahirkan!" bentak Arkan.


Aditya menahan arkan yang ingin menghampiri Jasmin dan menampar wanita itu.


sedang Aryan bersikap tenang, "semoga saja pakde tak melihat ulah mu ini," gumamnya.

__ADS_1


mereka pun pergi dari rumah itu, Aditya pun memperingatkan pria itu jika ancamannya tak main-main.


pria itu ketakutan, dia tak mengira jika keluarga yang di Lawannya adalah penjahat seluruhnya.


Aditya, Arkan bahkan tak segan melukai wanita, terlihat dari luka merah di lengan Jasmin karena ulah Arkan.


Faraz ikut pergi bersama saudaranya, Jasmin pun merasa sedih, mereka pun mengajak Faraz dan husna ke rumah pak Suyatno.


saat suara subuh terdengar, semua keluarga kaget melihat Faraz yang mengendong Husna sampai di rumah keluarga itu.


"Faraz, ada apa le, kenapa kamu sedih seperti ini?" kaget Wulan.


"Amma... maafkan kelakuan bunda ys, yang semalam meminta mu menjadikan dia madu mu, karena ingin menikah dengan om Raka, bunda mengalami gangguan mental setelah kematian ayah," mohon Faraz dengan sedih.


Wulan pun diam, dia pun harus kembali ingat kenangan buruk itu, saat dia berinisiatif mengunjungi Jasmin dan Husna.


siang kemarin, Wulan datang membawa makanan untuk kakak iparnya itu.


"assalamualaikum mbak jasmin," salam Wulan dengan lembut.


"waalaikum salam, masuk yuk," ajak Jasmin yang nampak begitu buruk.


bahkan wanita itu punya lingkaran hitam besar di sekitar matanya, "mbak .. bagaimana kondisi mbak sekarang, maaf aku harus ikut keinginan mas raka yang ingin pindah," kata Wulan.


"tidak apa-apa, tapi kenapa harus pindah, apa suamimu takut tergoda padaku, terlebih aku yang masih cantik ini," kata Jasmin yang membuat Wulan terkejut.

__ADS_1


"apa maksudnya mbak?"


"apa kamu tak tau jika dulu suami mu begitu menjagaku saat mas Rafa hilang, dan dia selalu menjagaku, sekarang bukankah kewajibannya untuk melakukannya lagi, dan kamu saja yang ketakutan karena hal itu bukan, dan yang mengajaknya pergi," kata Jasmin dengan sombongnya.


Faraz yang baru pulang sekolah pun hanya diam mendengar percakapan dari Jasmin dan Wulan.


"tidak seperti itu mbak, dan kenapa mas Raka harus menjaga mbak, itu bukan kewajibannya,"


"itu kewajibannya, karena Raka itu memiliki separuh hidup Rafa, jadi kamu harus merelakan dia untukku, bukankah kamu sudah melakukannya saat Suamiku itu pergi, kamu sudah memberikan aku sebuah impian, dan sekarang itu jadi tugasnya untuk membuat ku bahagia bukan, dan juga dua anakku," kata Jasmin mendekat dan mencengkram dagu Wulan.


Wulan hanya berusaha menahan semuanya, dia tau jika emosi Jasmin masih belum bisa menerima segala yang terjadi padanya.


"tapi maaf, aku tak bisa membagi suamiku," jawab Wulan.


sebuah tamparan di berikan oleh Jasmin meski tak keras, "dasar kamu itu kejam, kamu ingin melihat putriku tumbuh dengan kekurangan kasih sayang, itu terjadi karena Raka juga yang tak bisa melindungi suamiku, hingga dia meninggal dunia," bentak Jasmin.


"maaf jawaban ku tetap tidak, dan untuk Husna dan Faraz, mereka pun juga putraku, jadi mbak tak perlu menikah dengan suamiku, karena mereka sudah jadi tanggung jawab ku," kata Wulan yang bersiap pergi.


saat di depan pintu, sebuah vas bunga di lemparkan Jasmin ke arah Wulan.


beruntung Faraz datang dan melindungi Wulan hingga tak melukai Wulan, "maafkan bunda ya Amma," bisik Faraz sedih.


Raka dan semua orang marah, mereka tak mengira jika Jasmin memiliki kegelapan di hatinya.


"kenapa kamu tak bilang, kenapa kamu menyembunyikannya dari ku," marah Raka pada istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2