
dokter pun terkejut melihat hasil USG, pasalnya benda itu sudah tak ada. bahkan dia seakan tak percaya dengan apa yang di alami.
pak Suyatno tak terkejut dengan apa yang baru dia alami, toh menantunya memang bisa menyembuhkan hal seperti ini.
keduanya pun selesai dan bergegas mendatangi istri dan ibu mertuanya yang sedang berbelanja.
"apa bisa kita menemukan mereka di pasar yang seramai ini?" tanya pak Suyatno.
"tenang saja pak, mudah menemukan istri dan ibu mertuaku itu, belum lagi ada GPS di ponsel istriku, ah itu mereka baru keluar dari toko baju," kata Raka menunjuk dua orang itu.
"ah kamu benar," jawab pak Suyatno.
"Wulan, ibu.." panggil pak Suyatno melambaikan tangan.
"ah bapak dan mas Raka sudah selesai?" kaget keduanya.
keduanya akan menghampiri kedua wanita itu, tapi tak sengaja Raka bertabrakan dengan seorang pria berbaju hitam.
Raka pun melihat kilasan kejadian yang baru terjadi, ada sosok pria yang memohon ampun.
tapi dengan kejam dia di bunuh dengan gorokan di leher, bahkan darah itu terciprat kemana-mana.
"kau dulu yang membunuh ayahku, sekarang kau mati dan pertanggung jawabkan semuanya nanti, dan ternyata masih ada ikan kakap yang belum tertangkap," kata pria misterius.
rumah toko itu tampak sepi dan berserakan, Raka tak bisa melihat wajah pria itu, bahkan semua pembunuhan itu di lakukan dengan sempurna.
"mas, mas. sayang apa kamu baik-baik saja?" tanya Wulan yang menepuk pipi Raka pelan.
Raka pun sadar dan menyandarkan kepalanya di pundak istrinya itu, Wulan pun menepuk punggung Raka pelan.
"tarik nafas mas... pelan-pelan ya, tenang dulu mas," kata Wulan.
"ya Allah, kenapa aku malah melihat potongan hal buruk sih," gumam Raka.
__ADS_1
"tenang mas, ini adalah kelebihan kamu mas," bujuk Wulan yang berhasil membuat suaminya tenang.
pak Suyatno memberikan air minum yang tadi di beli, Raka pun mulai tenang.
sedang pria itu sudah menghisap rokoknya dan mulai menyalakan mobil dan pergi, tak ada seseorang yang curiga sedikitpun.
pasalnya semua di lakukan dengan sangat rapi, bahkan CCTV saja bisa di kecoh.
dia tak lupa membeli oleh-oleh saat masuk ke daerah Purwoasri, dia membeli pia ubi ungu dan juga permen tape, tak lupa getuk gedang juga.
benar saja, seseorang menelpon dirinya, "assalamualaikum dek, ada apa?" tanyanya dengan lembut.
"waalaikum salam mas, sekarang sudah dimana? bisa pulang apa tidak, soalnya teman-teman ku sudah pada datang," tanya Rania dengan suara lembut.
"insyaallah sekitar satu jam sampai kok, ini mas sudah di perak dek," jawab Aditya.
"Alhamdulillah, aku tunggu ya mas, hati-hati ya selama menyetir," kata Rania
"iya sayang," jawab Aditya sebelum mematikan ponselnya.
"jadi nyonya bagaimana suamimu, bisa pulang oh ya siapa namanya?" tanya Lili.
"Adityaketu Suhendra, dia hanya seorang guru di sebuah SMA di Jombang, jadi jangan kaget ya," kata Rania.
"aku tebak pasti tua, soalnya biasa kepala sekolah itu usianya di atas empat puluh, jangan-jangan dia botak, gendut dan pendek lagi, ha-ha-ha jadi inget kepsek kita dulu," ledek Siska.
"ya gak mungkin lah, masak iya Rania nikah sama laki-laki tua begitu," bela Lili.
"tau nih, tapi kenapa sih menikahnya mendadak, jangan bilang jamu Tek dung duluan ya?" tanya yoga.
"jangan gila kamu, ya kali aku hamil duluan, bisa-bisa di bunuh oleh semua keluarga ku, kamu kan tau keluarga ku bagaimana," kesal Rania.
"habis kamu bikin penasaran loh Rania, gadis impian semua mahasiswa dan dosen nikah mendadak," tambah Fatih.
__ADS_1
"assalamualaikum..." sapa Fahri yang datang bersama teman-temannya.
"waalaikum salam, akhirnya kamu datang juga, ku kira lupa," kata Rania.
"tentu tidak ya, halo semuanya..." sapa Fahri.
mereka pun berkumpul, Gadis memberikan hadiah yang sudah di siapkan, begitu juga Randi dan Fero.
mereka pun berbincang dengan hangat, mulai membahas masalah kampus.
Fahri juga mengambil S2 di kampus yang sama, dan sudah mengajar di sekolah milik keluarga Raka.
"ngomong-ngomong mana mas Aditya?" tanya Fahri.
"sedang di jalan, mungkin sebentar lagi, ya Allah panjang umur, itu orangnya datang," kata Rania melihat mobil suaminya yang memasuki pekarangan rumah.
"wah... sepertinya suami Rania orang kaya ya, tuh mobilnya saja bening sekali," puji Lili.
"alah buat apa punya mobil mewah, jika jelek dan Tia, sekarang kita realistis saja lah, ha-ha-ha," kata Siska.
Rania mencium tangan Aditya, dan Rania mendapatkan ciuman dari suaminya itu.
"aku bawa beberapa oleh-oleh, bantu bagikan untuk teman mu ya dek," kata Aditya.
"iya mas, sekarang ayo masuk, mereka sudah menunggumu karena penasaran siapa suami ku yang berhasil menikahi gadis bar-bar seperti aku," kata Rania tersenyum.
"tentu sayang, tapi istri ku ini tidak bar-bar tapi manis dan cantik," kata Aditya merangkul tubuh Rania.
keduanya masuk, Siska seakan melotot terpesona melihat wajah tampan Aditya.
"assalamualaikum semuanya, saya Adityaketu Suhendra, suami dari Rania," kata Aditya.
"waalaikum salam mas, salam kenal kami semua adalah teman dari Rania," kata yoga menyahuti.
__ADS_1
"loh mas Fahri juga," tanya Aditya.
"iya mas, kebetulan kami satu kampus, jadi saling kenal," kata Fahri tersenyum.