
di rumah mewah itu, seorang pria sedang mengerang kesakitan, entah apa yang dia alami hingga begitu sulit untuk menemui ajalnya.
pria itu karena tak tahan pun akhirnya membenturkan kepalanya sendiri di dinding rumah, dan menggaruk dinding rumah dengan tangannya.
"sakit..." katanya dengan suara yang begitu lirih.
tiba-tiba terdengar suara babi yang mengelilingi rumah itu, isterinya juga sudah ketakutan. pasalnya suara babi ada tapi wujudnya tak terlihat.
sudah tiga malam rumah mereka mendapatkan teror yang mengerikan seperti itu.
bahkan mereka tak bisa tidur, mereka juga tak bisa keluar karena terkurung dalam rumah itu, karena ada sosok manusia berkepala babi yang menunggu mereka di luar rumah.
sosok itu terus bersuara keras seperti ingin menghancurkan rumah itu, terlebih pasangan itu sudah tak bisa memberikan tumbal karena anak-anaknya sudah habis.
"tolong siapapun sakit!!!!" teriak juragan Husni.
tanpa di duga, Arkan, Aryan kembali ke rumah itu bersama Raka dan Rafa. keempatnya pun baru bisa melihat sosok babi ghaib yang mengelilingi ruang mewah itu.
bahkan sosok raja siluman babi menunggu di depan rumah, dengan taring dan rambut panjang yang menutupi kepala babinya.
"aduh, kenapa kita kok malah harus berurusan dengan celeng seperti ini," kata Aryan.
"sudah kita bereskan saja, sudah di ajari Amma tadi, praktek dong," kata arkan yang kini berlari masuk bersama Aryan.
kedua saudara itu dengan buas dan tanpa takut membunuh puluhan babi ghaib yang menganggu penghuni rumah itu.
"sialan... siapa kalian menganggu ku, aku datang meminta hak ku, karena mereka telah berjanji akan memberikan tumbal, tapi ternyata mereka berbohong," kat raja siluman itu.
__ADS_1
Arkan menancapkan bambu kuning itu ke tanah, dan mengikatnya dengan daun bidara yang kemudian terbakar dengan sendirinya.
Aryan melakukan hal yang sama, hingga semua pengawal siluman babi itu musnah, "kalian berani membunuh anak buahku, aku akan mencabik-cabik kalian semua," kata raja siluman babi itu.
kini Rafa dan Raka yang maju, mereka pun bertaring sengit, bahkan Raka sampai harus mengeluarkan keris pusaka keluarga.
melihat keris itu, Raja siluman babi pun mundur karena kekuatannya tak sebanding dengan keris itu.
"ini terakhir kali kalian mengangguku, jika masih ada hari lain, aku akan pastikan akan membunuh kalian semua beserta keluarga kalin ingat itu," kata siluman itu yang pergi.
tiba-tiba rumah itu bergetar hebat, "sudah sekarang kita ke balai dusun,karena para warga sudah berhasil membawa keduanya ke sana," kata Rafa.
"baiklah, ayo," jawab Raka.
ternyata Wulan sudah di sana dan menaburkan garam kasar yang sudah di campur daun kelor ke sekeliling dua orang itu.
sedang tubuh istri juragan Husni sudah di penuhi dengan borok yang aromanya begitu busuk menusuk hidung.
Wulan terlihat biasa saja, tak terduga sesosok makhluk datang dan berusaha mencekik leher Wulan.
tapi dia langsung terpental masuk kedalam lingkaran yang di buat oleh wulan.
"jangan macam-macam Ki Rekso, tentu kamu tak ingin menghadapi kedua punggawa besar ku kan," kata Wulan yang menunjukkan sosok khodam penjaganya.
"awak mu iku kudune mati... (kamu seharusnya mati...)" kata mahluk ghaib itu.
"umur tidak ada yang tau itu rahasia Tuhan, jadi sekarang sembuhkan dan ambil ajian mu pada mereka, jika tidak aku akan paksa mereka mengeluarkan ajian itu dan memusnahkan mu sekalian," kata Wulan dengn garang.
__ADS_1
wanita itu sudah memegangi tasbih miliknya, "pak Husni dan istri katakan kamu tak membutuhkan ajian itu, sebut nama Allah, dan baca syahadat," kata Wulan dengan berteriak.
"tapi sakit, kami tak bisa..." kata istri pak Husni.
"jika kalian tak melakukan, bagaimana kami bisa membantu kalian berdua," kata Raka yang baru datang.
Raka memberikan kode pada kedua Putranya, kini mereka berdiri di empat penjuru mata angin.
para warga pun di minta menjauh jika ingin menyaksikan karena ini akan membahayakan semua orang.
keempatnya mulai membaca doa-doa dan juga berdzikir untuk meminta pertolongan dari Sang Pencipta.
makhluk ghaib itu marah dan langsung menyerang semua aliran listrik hingga meledak.
dalam gelap malam, mereka tanpa gentar tetap berdiri siap membumi hanguskan makhluk durjana itu.
tanpa di duga, makhluk itu sudah berdiri di depan Wulan sambil menyeringai.
tapi Wulan tak takut sedikitpun, tanpa di duga, makhluk itu malah masuk kedalam perangkap.
"Ki Adhiyaksa, Ki Antaboga datang dan bantu aku memusnahkan semua kekuatan jahat dari siluman ini," kata Wulan yang langsung membaca mantra.
Ki Rekso kesakitan dan langsung di lilit hingga hancur dan terbakar hingga tak bersisa.
tiba-tiba lampu kembali menyala, tapi kini kondisi pak Husni sudah bangun sambil menyeringai jahat.
dia ingin menyerang Wulan tapi terpental jauh, dan langsung mati dengan tubuh yang patah tak beraturan.
__ADS_1
sedang istri pak Husni langsung mati dengan tubuh kurus kering dengan luka borok yang sudah penuh belatung dan mengeluarkan aroma busuk.