Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
bertemu orang aneh.


__ADS_3

Arkan dan Aryan sedang mengaji untuk menyetorkan bacaan yang sudah beberapa hari ini di tunda karena kesibukan dari Raka.


keduanya begitu baik dalam membaca Alqur'an, setelah usai mereka pun ke Mushola untuk melaksanakan sholat isya'.


setelah sholat Isyak, mereka masih meneruskan bacaan wirid, seorang pria sepuh mendatangi Raka.


"assalamualaikum mas Raka, boleh saya bicara sebentar," kata bapak itu.


"tentu pak, ada apa? dan bolehkah kedua putra ku juga ikut?" tanya Raka sopan.


"tentu, karena ini juga menyangkut kedua putra anda," jawab bapak itu.


ketiganya pun memilih duduk di teras mushola, "ada apa pak?"


"saya sebenarnya sudah tau tentang apa yang harus di lakukan kali ini, terlebih beberapa Minggu ini desa kita sangat gawat, telebih sudah beberapa sawah yang sudah terkena hama yang aneh, pasalnya dalam semalam kedua sawah itu sudah habis di makan tikus," kata bapak itu.


"tapi apa hubungannya dengan kaki, sebenarnya kami ini hanya tamu karena tinggal tak lama, terlebih jika warga tak bisa diajak musyawarah tentang hal itu," jelas Raka.


"tapi sepertinya malam ini sawah bapak mertua Anda yang akan dalam masalah, jika anda masih keras kepala aku jadi penasaran karena Anda tak bau membantu kami," marah pria tua itu.


"bukan kami, tapi anda, karena tak ada orang lain yang meminta bantuan kami lagi selain anda," kata Raka menghela nafas.


Arkan dari tadi melihat ada sosok yang memperhatikan keempat orang itu.

__ADS_1


"Mbah, jika ingin menemui kami, tak perlu bawa teman, lihat tuh dari tadi temennya ngikut tapi gak berani mendekat, suruh kemari saja kamu tak keberatan kok, padahal saya tau jika Anda tak memiliki sawah juga bukan di daerah sini," kata Arkan tersenyum kejam.


"ya aku ingat, tadi tak melihat anda saat ada masalah, dan sedikit aneh jika anda meminta bantuan tanpa orang yang bersaksi juga tentang hama yang terjadi," kata Aryan yang menertawakan pria itu.


"dasar kalian bertiga orang tak tau diri, sekarang aku ingin melihat bagaimana kalian melawan ku seperti yang di bicarakan oleh orang-orang, yang mengatakan jika kalian itu sakti aku tak percaya!," kata dukun itu dengan marah.


"baiklah, Aryan mau kamu atau aku yang harus turun tangan," tanya Arkan


"tentu biar aku saja, sepertinya hanya mahluk biasa saja, om poci keluar dong, ada mainan yang seru nih," panggil Aryan.


pocong yang di maksud pun datang dengan wajah seram dan aroma amis bercampur hangus yang begitu keras.


"ada apa Aryan, apa aku boleh bermain dengan mahluk di belakang pohon itu, sepertinya akan menyenangkan," kata pocong gosong itu.


pria tua itu kaget, pasalnya melihat dari sisik ular kecil itu saja sudah bisa di ketahui jika itu bukan ular biasa.


"coba bersin dan memanggil anaconda, apa busa?" goda Arkan pada saudaranya.


"kamu gila, aku hanya bisa memanggil ular yang asli dari wilayah Indonesia," kata Aryan mencebikkan bibirnya.


"oke, atau Mbah mau main dengan bola api milikku, kebetulan tengkorak ini butuh orang yang ingin memegangnya, mau?" tanya Arkan yang bicara dengan enteng.


pria yang mengaku dukun itu heran, saat Arkan keluar dan berdiri di luar Mushola.

__ADS_1


tiba-tiba di tangan pria muda itu, muncul bola api yang di dalamnya ada tengkorak.


tiba-tiba BOOM... makhluk ghaib milik pria itu berjatuhan setidaknya ada tiga mahluk yang perlahan hangus karena di ludahi oleh pocong teman aryan dan Raka.


"dasar orang musrik, tolong ... ada dukun, tolong... mereka ingin membunuh ku, keluarga hantu sial, tolong..."


pria itu ketakutan dengan sendirinya, terlebih api itu ghaib jadi hanya orang yang di tuju yang hanya bisa melihatnya.


para warga yang akan ngeronda bingung melihat orang yang biasanya di tuakan.


bahkan sering menjadi orang yang biasanya di anggap sesepuh itu pun seperti orang gila berteriak-teriak tak jelas.


sedang kini Raka memiting kedua putranya dan mengajaknya pulang, karena Raka harus ikut melihat sawah milik sang mertua.


terlebih beberapa hari ini ada gembor tentang hama tikus, tak hanya itu dia akan berhati-hati karen beberapa sawah sering di beri jebakan listrik yang terhubung dengan beberapa tiang listrik terdekat.


kadang Raka bingung bagaimana bisa para warga mencuri listrik dari tiang listrik PLN itu.


Raka memanggil sosok sen-sen dan juga Ki antaboga, saat keduanya muncul dua mahluk itu menatap Raka dengan mata tajam mereka.


"maaf kan lah aku ini para khodam ku, ya aku hanya ingin melihat kalian bisa bersemedi dan makin memperdalam ilmu kalian," batin Raka bicara pada keduanya.


"kami mengerti, karena anda juga sudah sangat terlindungi dengan dua putra anda," jawab keduanya.

__ADS_1


__ADS_2