Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
malam masih panjang


__ADS_3

Raka membacakan ayat suci Al-Qur'an dan meniupkan di kepala putranya itu yang kini mulai tenang.


Arkan sedang memutar bambu kuning yang di bawanya, dan tangan satunya membawa sebuah benda pusaka yang sudah lama hilang.


"lihat putra mu menemukan apa," kata Rafa.


"suling itu ..."


"ya penjaga suling itu memberikan langsung pada Arkan tanpa meminta, katanya suling itu sudah menemukan pemiliknya," kata Rafa.


"baiklah, kalau begitu, malam ini kita mulai berburu, dan para warga pasti sudah mulai menunggu kita," kata Raka yang mengajak mereka semua.


ternyata benar, semua warga sudah berkumpul, bahkan Alfin, Rizal dan Andri menjadi ketua setiap kelompok yang sudah di bagi.


"om Adri, ajak Aryan dan Arkan dengan ku, dan aku bersama pakde Rizal, Rafa bersama mas Alfin dan pak RT," perintah Raka.


"siap, dan untuk semuanya jika bertemu hewan yang terlihat aneh jangan di bunuh, cukup pukul dengan bambu kuning yang kalian bawa, ingat jangan sampai membunuhnya," kata Rafa menginggatkan.


"baik mas," jawab semua orang.


"baiklah kita berpencar," kata Raka yang mulai berburu.


Arkan mengambil kerikil dan kemudian membacakan menyiramnya dengan air doa.


"kamu mau apa Arkan?" tanya Adri bingung


"buat hewan yang terbang, karena tak selamanya pesugihan itu hewannya di darat mbak lek," jawab Arkan.


ternyata Aryan juga melakukan hal yang sama, Adri memberikan kode untuk mulai melakukan tabuhan.

__ADS_1


dan setelah sepuluh menit, tabuhan selesai, dan kini mereka mulai berjalan dengan perlahan.


benar saja, tak lama terdengar suara kikik yang cukup nyaring, dan terlihat dari jauh kelelawar sebesar dua meter lewat.


Aryan dan Arkan bersiap dengan kerikil miliknya dan langsung menembak makhluk yang biasa di sebut keblek itu.


keblek itu pun jatuh karena sayapnya terluka, Adri dan lima orang langsung melakukan perintah Raka.


benar saja, saat di pukul tiba-tiba keblek itu menghilang, sedang Arkan tersenyum sambil menggenggam keris miliknya.


"besok jika melihat ada orang yang tangannya hilang satu,berarti dia itu keblek yang sudah meresahkan desa kita," kata Arkan yang ternyata berhasil memotong satu lengan hewan itu.


sedang di tempat Raka yang berjalan bersama Rizal, cukup tenang, "tolong pasang jebakan tuyulnya di setiap tembok gapura setiap rumah,"


"baik mas," jawab para warga.


Raka membaca mantra untuk menyiapkan jebakan ghaib untuk menangkap semua tuyul-tuyul itu.


semua pun bersembunyi, benar saja mulai terdengar suara tawa anak kecil.


Raka hanya diam, dan saat keempat tuyul itu bermain, Raka langsung membaca mantra dan keempat tuyul itu tertangkap.


terlihat tuyul itu marah saat di tangkap oleh Raka, "aku lepaskan kalian, tapi berikan petunjuk siapa tuan kalian," batin Raka berdialog dengan para makhluk kecil itu.


Raka pun benar-benar melepaskan mereka, dan memberikan sebuah bambu kepada masing-masing tuyul.


Rafa masih berjalan menyusuri jalan desa, tapi tak terduga mereka kaget saat melintas seekor anjing aneh.


mereka pun mengejarnya dan ternyata anjing aneh berwarna hitam belang itu masuk ke rumah juragan Husni.

__ADS_1


Rafa memerintahkan semua orang menaburkan garam di setiap jalan yang di lewati oleh orang dari rumah itu.


malam itu suasana desa sedikit kondusif dan akan di adakan ronda kembali karena terlalu banyak kejadian buruk.


seorang pria sedang mengerang kesakitan karena lengannya terpotong.


bahkan darah tak mau berhenti keluar dari lukanya, "Mbah .. tolong aku, sakit Mbah!!" teriak pria itu.


seorang dukun datang dan langsung menghentikan pendarahan itu dengan obat tradisional.


"sudah ku katakan untuk mu berhati-hati, karena di desa ini ada keluarga yang tak bisa kau usik," kata dukun yang membantu pria itu mengikat perjanjian ghaib.


"saya ceroboh Mbah," jawab pria itu yang masih menahan rasa sakit.


dukun itu tak mengira jika ada yang bisa mengalahkan ilmu muridnya, terlebih dari bekas luka itu bukan senjata biasa yang di gunakan.


akhirnya pria itu sedikit tenang dan tertidur, pasalnya obat tradisional itu memberikan efek samping yang menenangkan.


dukun itu kini menarik istri dari muridnya yang begitu cantik itu untuk masuk ke kamar.


"kalian sudah lama menikah, belum punya anak, sini biar Mbah obati biar lekas punya anak," ajak dukun mesum itu.


"bisa Mbah?" tanya wanita itu senang.


"pasti bisa, kamu harus percaya pada Mbah ya, dan Tomo pasti bisa memberimu anak yang kalian inginkan," bujuk dukun itu lagi


wanita itu hanya mengangguk saja, tak butuh waktu lama wanita itu sudah terhipnotis sepenuhnya.


malam panjang itu pun di gunakan dukun mesum itu untuk melampiaskan h****tnya.

__ADS_1


__ADS_2