
hari demi hari, Lila menjalani hidup dengan sangat lelah dan pelecehan terus terjadi, terakhir kali bahkan lebih buruk.
Arkan ingin sekali bisa menyentuh dan menguatkan gadis itu, dia tak mengira sekolah yang begitu besar dan terkenal dengan kualitasnya bagus.
tapi ada sebuah kejadian buruk pembullyan yang sampai sekejam ini.
hari naas itu pun datang, Lila tak mengira jika satpam sekolah yang selalu melecehkan dirinya.
hari ini berbeda, pria itu memperkosa Lila bahkan melakukan hal itu seharian.
bahkan pria itu menyekap Lila, dan lebih buruk lagi bakti membantu pria itu melakukan hal itu.
"ingat jangan sampai dia lepas pak, silahkan nikmati saja," kata pria itu tersenyum.
"tentu mas Bakti, tapi kenapa kamu tak melindungi adikmu itu, tapi malah menyerahkan dia padaku," kata pria itu sambil merokok bersama Bakti.
"cih... dia itu cuma adik tiri yang bikin malu, jadi aku tak Sudi memilikinya, jadi aku tak peduli dia mati sekalipun," kata Bakti yang akan pergi.
"siap mas, aku akan menikmati semuanya, setelah itu aku mungkin akan pergi," kata satpam pria itu.
"jangan pak, Karena jika anda pergi itu akan menjadi sesuatu yang mencurigakan," kata Bakti.
"baiklah mas, aku akan melakukan semua yang anda katakan," kata pria itu.
Bakti pun mengangguk kemudian pergi, sedang pria itu kembali menikmati perempuan yang sedang meringkuk tak bisa melakukan apapun itu.
Lila kaget saat seorang pria kembali menyentuh tubuhnya, dia sudah merasa hancur sepenuhnya.
saat malam hari, Lila mendengar pintu terbuka dan suara pintu menjauh, dia berusaha mencari sesuatu untuk membuka tali yang mengikatnya.
Lila menyeret tubuhnya karena kakinya sudah lemas, bahkan tenaganya sudah tak ada yang tersisa.
dia menemukan sebuah kayu patah, dia sepenuh tenaga yang tersisa untuk membuka lakban itu.
dia pun berhasil meski harus melukai tangannya, dia tak peduli dan buru-buru melepaskan diri dan membuka penutup matanya.
dia terkejut melihat kondisi tubuhnya sendiri, dia bergegas mengambil seragam miliknya yang berserakan.
kemudian dia berusaha lari dari ruangan itu, tapi ternyata terkunci. Lila pun memilih bersembunyi dan mencari sesuatu untuk jadi senjata.
beruntung di gudang itu banyak bangku patah, jadi Lila bisa mengunakan kayu bekas meja patah.
__ADS_1
ternyata pria itu datang sambil merokok, saat pria itu lengah, Lila langsung memukul pria itu dengan keras.
"goblok!!" marah pria itu yang tersungkur.
sebisa mungkin Lila lari dan mencari pertolongan, tapi gerbang sekolah sudah di kunci.
Lila pun berlari ke lantai tiga untuk bersembunyi, dan dia melihat sebuah tumpukan bahan bangunan yang di tutupi terpal disana.
dia pun bersembunyi di sana, tak terduga suara langkah kaki naik ke tempat itu, "wanita sialan, kemana kamu, kamu tak akan bisa lari dariku," suara pria itu marah.
pria itu mendekati tumpukan bahan bangunan yang tertutup terpal itu, tapi saat di buka tidak ada disana.
"sialan, kemana dia pergi," pria itu pun turun mencari kembali Lila.
karena kelelahan Lila tertidur di bawah tumpukan karung bekas semen, bukan apa dia sudah tak bisa lagi untuk lari.
Bakti marah mendengar Lola hilang, tapi beruntung orang tuanya tak mencari wanita itu karena bakti sudah memalsukan izin Lila.
Arkan tertarik ke tempat lain, dan ternyata berpindah ke esok paginya, saat semua murid berjalan masuk kedalam sekolah.
semua murid di kumpulkan di lapangan karena akan ada pengumuman penting.
Adit sudah berdiri di tempatnya, Arkan berlari naik ke lantai tiga, ternyata di sana Lila sudah berdiri sambil menangis sambil mengisi tubuhnya.
Arkan menarik Lila tapi tak bisa, seorang siswa melihat ke atas dan melihat Lila.
"maafkan aku ..."
"ada yang mau bunuh diri!!" teriak siswa itu.
Lila melompat ke bawah, dan jatuh dengan keras di jalan paving blok di bawah.
"AAAA!!!"
brug.... tubuh Lila utuh, tapi kakinya patah, kepalanya hancur karena terhantam dengan keras.
darah gadis itu bahkan menyebar kemana-mana, semua murid berteriak histeris melihat kondisi Lila.
Adit bahkan kaget melihat murid yang begitu di unggulkan harus mati dengan cara seperti ini.
"bawa semua murid k aula, jangan ada yang berkeliaran disini!" perintah Adit dengan suara keras.
__ADS_1
Bakti jaya tersenyum sekilas, tapi tak terduga mereka langsung menangis melihat mayat Lila yang begitu buruk.
"ada apa dengan mu dek, bukankah kamu izin ke rumah kakek nenek mu," kata Bakti menangis histeris.
Adit menahan tubuh Bakti, dan langsung memeluknya, tak lama polisi datang bersama ambulans.
tubuh Lila di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi, dan polisi memberikan pertanyaan untuk semua saksi.
dan polisi akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut, Arkan yang melihat sosok arwah dari Lila pun langsung kembali ke tubuhnya.
"tolong... aku tidak tenang...."
"iya iya kami bantu, Arkan bangun heh.. kamu pingsannya gak nanggung amat," kesal Aryan yang bingung karena sebentar lagi magrib.
"jangan goyang-goyang lagi, kepalaku rasanya pusing jika terus kau goyang seperti itu," kata arkan yang baru membuka mata.
"kadal buntung kabur!!!" kaget Aryan yang melihat saudaranya itu.
Arkan langsung berdiri dan berlari menuju ke sebuah gudang untuk menemukan bukti, meski sudah setahun kejadian itu.
tapi aneh karena tidak ada berita yang menjadi viral karena aksi bunuh diri itu terjadi.
Arkan mencari di semua sudut, Emily yang lapor pada Adit pun membuat pria itu berlari untuk mencari Arkan.
saat di gudang paling ujung sekolah, ternyata gudang itu telah di gembok cukup lama.
Arkan mencari batu atau apapun untuk menghancurkan gembok karatan itu.
Arkan menemukan paving blok dan langsung memukul gembok itu, tapi berkat bantuan Sesnag gembok itu hancur dengan gampang.
Arkan langsung masuk kedalam gudang itu, dia menginggat dimana Lila di lecehkan.
dia pun melihat ada bekas kardus yang terlipat, dan dia ingat jika ada bekas lakban yang tekena darah Lila.
bahkan ada tanda pengenal pelaku yang sempatkan hilang karena tertarik oleh Lila yang berontak.
Arkan mengambil semua barang itu dengan sapu tangan, "Arkan!!" teriak Adit mencari pemuda itu
tapi saat mereka semua ingin masuk gudang, angin berhembus kencang dari dalam ruangan itu.
bahkan Adit tak bisa menahan angin itu, Emily dan Aryan melihat sosok gadis hantu sekolah itu.
__ADS_1
dia nampak marah saat berusaha untuk masuk kedalam gudang dan mencampuri urusan Arkan.
Adit heran, saat melihat Arkan keluar dengan begitu banyak barang di kresek merah.