
akhirnya mereka pun sarapan, dan Aryan tak mengatakan apapun, dan pukul sembilan pagi mereka pun memutuskan untuk turun.
tapi saat di pos dua, mereka kaget karena melihat rombongan dari basecamp, di dalam rombongan itu juga ada Rafa dan Raka.
"loh mas Raka dan mas Rafa," kata Aditya menyapa kedua pria itu.
mereka pun kaget, dan langsung berlari memeluk semua yang datang dari jalur lain.
"kalian membuat kami khawatir?" kata Rafa.
"kalian dari mana? kenapa datang dari arah sana, kalian keluar jalur," kata petugas basecamp.
"tidak kok, kami ikuti jalur karena aku sering kesini," jawab Aditya.
sedang Arkan masih tersenyum, pasalnya mereka memang berpindah alam lain malam itu.
"sudahlah jangan bertengkar, ayo kita pulang karena seseorang sudah menganggu penunggu disini, dan aku tak mau mati konyol," kata Aryan yang mengagetkan semua orang.
"itu benar ayah, dan aku pastikan jika dia tak akan pernah bisa pulang, dan apa kalian melupakan sesuatu, atau seseorang?" kata Arkan yang kini berjalan santai.
Raka membawa career milik puteranya itu, "tidak rombongan kita tadi pas saat turun," jawab Randi.
"Siska dan Gadis mana?" kaget Rania yang tak melihat gadis itu.
"kalian semua turun, biar kami yang cari, dan segera bawa teman kalian ke tempat sesepuh desa di bawah," perintah petugas basecamp.
mereka pun melanjutkan perjalanan, Randi pun tertegun, bagaimana bisa Siska dan Gadis tiba-tiba menghilang.
soalnya dia sebagai sweeper memastikan tadi dua gadis itu di depannya, jika mereka menghilang terus tadi yang di depannya siapa.
Fahri pun merasa bodoh karena tak menjaga Gadis, hingga gadis itu mengalami masalah.
saat sampai di rumah penduduk, mereka pun kaget pasalnya sudah lima hati mereka baik gunung padahal bagi mereka hanya sehati satu malam.
"kenapa kita bisa lima hari di atas, padahal kita hanya sampai di pos Ranu Kumbolo," kaget Aditya.
"karena kita salah ambil jalur saat memasuki area Ranu kumbolo, dan itulah kenapa kondisiku drop kemarin," jelas Arkan.
"sekarang aku mengerti kenapa kalian bisa selama ini dan sempat di nyatakan hilang. ya Allah beruntung kalian masih di berikan oleh Allah," kata Rafa.
"baiklah, sekarang kalian semua mandi sesuai perintah bapak tadi," kara raka.
dia pun memeriksa tas milik kedua putranya dan Rafa memeriksa career milik Faraz.
mereka tak menemukan hal aneh, tapi kenapa mereka di sesatkan selama itu.
"apa ada yang salah? terlebih dua gadis yang hilang itu," tanya Rafa.
"entahlah mas, sudahlah sekarang kita berdoa saja semoga dia gadis itu bisa di selamatkan," kata Raka.
mereka semua pun di berikan teh pahit, dari semua orang yang minum hanya arkan dan Faraz yang tak memuntahkan teh itu.
lelaki sepuh yang menjadi terus itu pun tersenyum, "arek bagus," gumamnya sambil tersenyum cerah.
"apa kita aneh?" bisik Faraz yang merasa ada yang aneh.
__ADS_1
"sudahlah kita minum saja, toh tehnya enak," kata Arkan.
Gadis di ketemukan dengan luka di seluruh tubuhnya karena jatuh ke jurang.
dia pun segera di larikan ke rumah sakit terdekat, sedang Siska masih di cari, dan Fero juga di larikan ke rumah sakit.
Arkan dan Aryan sedang melakukan video call bersama Wulan bersama Fahri.
mereka tau jika ibu mereka sangat sedih terlebih mereka telah di nyatakan hilang.
akhirnya Raka memutuskan untuk meminta Aryan, Arkan, Faraz, Rania dan Aditya pulang.
bersama Rafa, sedang Raka akan menunggu di Lumajang bersama dengan Fahri karena bagaimanapun itu adalah tanggung jawab bersama.
Raka meminta Arkan untuk menyampaikan agar di adakan istigosah dan juga wanakipan.
sesampainya di rumah, semua orang langsung memeluk kelima orang itu, Adri begitu sedih saat dapat kabar tentang pendakian mereka.
Arkan dan Aryan juga langsung memeluk sang ibu, "Alhamdulillah le, kalian masih bisa selamat, Amma tak bisa tidur karena khawatir pada kalian," kata Wulan dengan tangis.
"maafkan kami Amma, sepertinya karena kecerobohan dari salah satu orang, kami semua mengalami hal buruk," kata Aryan.
"iya nak, ayah tadi telpon, kita nanti malam akan mengadakan acara doa, untuk yang masih dalam pencarian dan untuk kesembuhan kedua orang yang sedang di rumah sakit," kata Wulan.
"iya Amma, dan Amma juga harus jaga tubuh dan kondisi, ingat sekarang Amma membawa adik kami," kata arkan.
"Amma tau le, jadi kalian tak boleh kemana-mana sekarang, hanya perlu temani Amma di rumah ya, jika tidak amma pasti sedih," kata Wulan.
malam hari semua warga di undang untuk melakukan doa bersama untuk keselamatan dari Siska.
"kalian tak mungkin bisa menyadarkan dia, karena dia milikku dan besok kalian akan menemukan jasadnya, siapa suruh dia berani menggoda raja alam disini," gumam makhluk itu.
tak di kira Arkan tau yang di ucapkan oleh makhluk itu, dia pun membuka matanya ternyata suasana masih dalam lantunan doa.
"ada apa Arkan?" tanya Aditya yang kebetulan duduk berdampingan dengan arkan.
"mas, sepertinya tak ada kesempatan, karena aku mendengar ada makhluk yang sudah menjadikan Siska istrinya dan besok jasadnya akan di ketemukan, kemungkinan sudah setengah busuk," jawab Arkan.
"semua terjadi karena karma masing-masing, semoga besok ayah mu dan Fahri bisa menyelesaikan Semuanya," kata Aditya yang di angguki oleh Arkan.
sedang Raka yang berada di rumah sakit penasaran dengan apa yang di lakukan dia wanita muda itu.
hingga kondisi gadis begitu buruk saat di temukan, Raka pun menyentuh ujung jari dari gadis.
kemudian dia tertarik kesebuah pegunungan dan melihat kedua gadis itu yang terus berbincang dengan ceria.
dari kejauhan Raka bisa melihat ada beberapa sosok yang mengawasi keduanya.
Fahri yang jadi navigator membimbing dengan baik, tapi Fero yang di belakang kedua gadis itu tak sengaja menginjak seekor ikan mas.
"heh... Lapo onok iwak Nok kene? (kenapa ada ikan disini?)" kaget Fero.
pasalnya mereka tadi tak berhenti di Ranu Kumbolo dan kenapa malah ada ikan di hutan begini.
"sopo seng njupok iwak, kok onok nok kene heh! (siapa yang ngambil ikan, kok ada di sini heh!) " teriak Fero yang masih kaget sambil mengambil ikan yang sudah mati itu.
__ADS_1
Raka tau jika mereka sudah di incar, "pulang!" teriak Raka yang tak di dengar oleh mereka.
"kok aneh sih, sudah kubur saja, mungkin saja itu peringatan," ceplos Randi
terlihat wajah Fahri langsung pucat pasi, begitupun Gadis yang langsung mengeluarkan air dan membasuh ikan mati itu.
bahkan gadis itu membungkus ikannya dengan sapu tangan dan menguburnya.
"maafkan kami ..." lirih gadis yang nampak sedih.
"kita balek, karena Arkan sakit dan mereka memutuskan untuk camp di Ranu Kumbolo," ajak Fahri.
"aku setuju," jawab Gadis.
mereka pun akan turun, tapi dengan lancang, Siska mengambil sebuah tumbuhan bunga yang sangat bagus berwarna keemasan.
"seandainya mas Aditya yang memberikan ini padaku, mas Aditya aku mencintaimu dan akan ku singkirkan Rania dari sisimu itu," kata Siska.
"sayang ngapain bengong, ayo!" panggil Fero.
"iya," jawab Siska.
mereka pun kembali Siska dengan iseng menaruh bunga itu di tas milik Gadis.
tapi saat berjalan kaki Fero menginjak batu dan langsung berteriak kesakitan, kaki Fero langsung lebam dan harus di bantu untuk berjalan.
Raka bisa melihat sesosok makhluk yang tak suka ulah Siska pun mengeram marah, "karena kelancangan mu, aku akan menjadikan mu budak ku selamanya, dia gadis itu harus jadi milikku, terlebih gadis cantik itu," kata mahluk tinggi besar hitam berbulu, memiliki gigi taring dan tanduk seperti kerbau.
"kalian membuat masalah besar," kata Raka yang tiba-tiba tertarik ke sebuah tempat, ternyata itu camp tempat mereka mendirikan tenda.
mahluk itu terus mengawasi tenda milik Gadis dan Siska, saat semua sudah tertidur, ada badai yang cukup besar.
Siska pun kebelet pipis dan memilih keluar sambil mengenakan jas hujan karena tiba-tiba badai reda. tapi anehnya badai itu hanya di sekitar tenda mereka.
Siska keluar dan melihat sosok Aditya yang sedang buang air kecil di balik pohon besar.
karena obsesinya, Siska langsung memeluk tubuh pria itu sari belakang, "akhirnya aku bisa memelukmu, aku mencintaimu meski aku hanya kau jadikan simpanan aku mau," kata Siska.
"kalau begitu buktikan padaku," jawab sosok yang menyerupai Aditya itu.
Siska pun malah langsung berhubungan intim dengan sosok itu, Gadis yang juga kebelet pun memilih untuk keluar.
tapi dia kaget karena tak melihat sosok Siska di tenda, "aduh gadis ini kemana, jangan bilang mereka mesum ya, tapi kondisi fero tadi tak baik," gumam Gadis yang memutuskan untuk keluar sendiri.
dia pun bergegas tanpa memperdulikan semua penampakan yang dia lihat.
saat setelah buang air, dia mendengar suara ******* di balik semak-semak, dia pun mengintip dan betapa kagetnya dia saat melihat Siska sedang berhubungan intim dengan makhluk yang begitu mengerikan itu.
dia pun berjongkok dan dan menutup mulutnya, tubuhnya lemas, terlebih ada sosok nenek-nenek yang menemaninya sambil menunjukkan wajah pucat tanpa bola mata.
Gadis pun merasa tubuhnya berat hingga tak bisa bergerak sedikitpun, dia pun membaca alfatihah dan kemudian berusaha merangkak dari tempat itu.
Gadis pun sampai di tenda dan berusaha tidur dan membaca doa semampunya, dan tak lama Siska kembali sambil terus bersenandung senang.
padahal tubuh gadis itu sudah bau ubi bakar dan aura hitam yang ada di sekelilingnya.
__ADS_1