Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
keluarga unik


__ADS_3

Aditya masih diam pasalnya dia masih bingung, sedang Raka dan Arkan hanya menahan senyum saja melihat Aditya yang mungkin syok.


"mas Aditya jangan diam saja ya, coba ngomong sesuatu?" tanya arkan.


"kamu jangan bicara deh Arkan, aku masih merasa bersalah karena tadi menampar Faraz, eh kalian sekarang malah baik-baik saja, Faraz maafkan mas Aditya ya, tapi menampar mu," kata Aditya merasa malu.


"aku gak papa kok mas, aku tau itu di lakukan karena demi kebaikan aku," kata Faraz.


Aditya hanya mengangguk saja, Rania pun tertawa melihat suaminya. "baru kali ini aku melihat keluarga seperti ini sayang," bisik Aditya.


"maaf ya mas kalau kaget," jawab Rania


Emily dan Arkan terlihat begitu akrab, bahkan keduanya terlihat seperti pasangan serasi.


bahkan Emily mengambilkan beberapa lauk untuk Arkan, "sudah Emily, aku sudah kenyang,"


"tidak boleh, kamu belum makan sayur, makanya jangan kebanyakan makan nadi ih..." omel Emily.


"ya mati kita tonton, drama keluarga baru Cemara baru, antara arkan dan Emily, persis sama bapaknya," kata Rafa tertawa.


"ledek terus," kata Arkan.


"ciye yang ngambek, padahal kami pasangan serasi loh," kata Raka.


"idih... anda percaya diri sekali," kata Wulan.


keluarga itu nampak bahagia, seperti tak terjadi apa-apa, bahkan Faraz terus bertengkar dengan Aryan karena rebutan sayur bambu muda.


mereka juga menjalankan ibadah sholat terawih bersama, Emily sudah seperti putri sendiri dengan Wulan.


seandainya bisa, Wulan ingin mengajak Emily menginap tapi Sekar bisa mengamuk, pasalnya tadi Emily kabur dari rumah setelah mendapatkan pesan dari Arkan.

__ADS_1


sekarang Arkan, dan Aryan mengantarkan Emily pulang, dan dia merasa ngeri jika harus bertemu dengan Sekar.


"ayo masuk dulu, biar aku yang akan bilang pada Tante agar tak marah pada kalian," ajak Emily.


"kamu yakin," kata Aryan pada Arkan.


"tentu, ini semua adalah salahku yang tak jujur dan membuat tante Sekar marah, jadi aku siap untuk menghadapi semua kemarahannya," kata Arkan.


"baiklah ayo kita masuk," ajak Emily.


saat ketiganya turun, Sekar sudah membuka pintu dan melihat tajam kearah mereka semuanya.


"Emily masuk, dan kalian mau apa kesini," sarkas Sekar.


"maafkan kami Tante, kami hanya mengantarkan Emily, dan saya minta maaf tentang semua yang tadi siang saya ucapkan pada Tante," kata Arkan.


Sekar mendekati pria muda itu dan langsung menampar Arkan tanpa bicara, "aku sudah memaafkan mi, dan selalu lagi berani seperti tadi, aku akan mencincang mu," ancam Sekar.


ratu yang diam-diam mendengar pun merasa benar-benar tak ada kesempatan.


karena Arkan tetap menyukai Emily dan semuanya hanya tipuan saja, tapi dia tak boleh terpaku dan sekarang harus fokus pada pendidikannya.


sedang Aryan celingukan mencari seseorang, Sekar yang sadar pun memijat keningnya pusing.


"dia sudah tidur, kalian lekas pulang ini sudah malam, dan Emily masuk dan tidur," kata Sekar.


"baik Tante," jawab Emily.


"kami pamit Tante, permisi ..." kata kedua pemuda itu pulang.


sedang di rumah Dewi, gadis itu belum tau jika apa yang dia kirim kembali padanya.

__ADS_1


setelah terawih, Dewi sedang beristirahat tidur, tak butuh waktu lama makhluk itu berdiri di sampingnya.


Dewi sudah terlelap, makhluk itu nampak marah, "karena kamu aku harus merasakan rasa sakit ini, jadi aku akan membuatmu ikut merasakan rasa sakit ini,"


makhluk itu pun masuk ke tubuh Dewi, dan gadis itu merasakan rasa panas di sekujur tubuhnya.


dia pun segera berlari ke kamar mandi dan terus menguyur air ke tubuhnya.


bahkan karena tak sabar lagi, dia langsung menceburkan diri kedalam bak air rumahnya.


sang kakek kaget melihat konsisi Dewi yang begitu kepanasan hingga melakukan hal aneh begitu.


"nduk, kamu ini kenek opo to?" tanya kakek Dewi.


"aku gak ngerti Mbah, tubuhku rasanya makin panas, dan kulitku menghitam seperti ini, tolong Mbah..." tangis Dewi yang kebingungan.


kakek Dewi pun kaget, pasalnya dia sudah mengirim dan menanam hal yang begitu besar dan tak mungkin ada yang bisa mengembalikan ajian miliknya itu.


tapi dari ciri yang di tunjukkan Dewi, sepertinya itu adalah ajian yang sudah di kembalikan, jadilah Dewi yang terkena konsekuensinya.


"sekarang keluar, biar Mbah selesaikan ..."


kakek Dewi pun menyiapkan ritual yang akan menyembuhkan Dewi, tapi sayang setiap akan selesai menata sesajen.


maka tampah akan terlempar jatuh itu tak terjadi sekali tapi berkali-kali. "katanya ilmunya tinggi, cih ... ternyata lihat aku saja tak bisa,"


"kamu jangan sombong, tuh pria tua itu sudah lihat kesini," kata Ki Sesnag pada Suni.


"gak takut tuh, ayo kita perang jika perlu," kata Suni melompat dan langsung mencakar tubuh kakek Dewi hingga terluka parah.


Dewi yang keluar pun kaget melihat sang kakek yang kesakitan di tanah sambil berguling.

__ADS_1


"dasar manusia bodoh dan lemah," ejek Ki Sesnag.


__ADS_2