Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
oleh oleh heboh


__ADS_3

"Aryan jika bisa tolong Sela," mohon pak Jhoni.


"maaf pak saya tidak bisa, saya tidak memiliki kekuatan penyembuh, yang memilikinya hanya arkn, karena saya cenderung untuk melakukan kekerasan dalam hal melawan mahluk ghaib," jawab Aryan yang jujur.


mereka pun bergegas pulang, dan Arkan sudah siang menunggu dengan daun kelor dan langsung memukulkan kepada keempatnya.


tiba-tiba sela muntah darah hitam bercampur batu sebesar kerikil, "lain kali jangan sembarangan mengambil yang bukan hak mu," peringatan dari Arkan.


akhirnya malam itu kembali tenang, semua pun istirahat dengan baik, karena besok mereka baru bisa pulang.


keesokan harinya, semua sudah siap untuk mencari oleh-oleh, rombongan arkan dan teman-temannya duluan.


karena Arkan memiliki titipan dari seluruh keluarga, dia pun mulai membeli baju kemeja batik, kain batik, hingga daster batik untuk semua orang.


setelah itu dia dan Aryan memilih masuk keslahan satu toko yang menjual makanan Frozen khas dari Jogja dan sekitarnya.


mereka juga membeli semu makanan itu, mulai dari gudeg, lumpia, bahkan bakpia.


pak Jhoni heran meliht dua muridnya itu, "kalian mau jualan saat pulang, kenapa belinya banyak banget,"


"jika semua tak di kasih oleh-oleh nanti berantem, jadi kami belikan saja semuanya, toh ini juga pesanan dari ibu kami pak," jawab Aryan.


Arkan membayar dengan kartu yang jarang di miliki oleh oleh bisa, yaitu kartu khusus nasabah dengan tabungan di atas lima ratus juta.


setelah itu Arkan dan Aryan menata semuanya di bagasi bus, dan nanti saat mereka turun di tol Jombang, mereka akan di jemput Fahri.


setelah semua oleh-oleh di dapat mereka semua kembali ke bus, dan ternyata pak Kepala sekolah membelikan sarapan.


Arkan mencium aroma dari nasi itu, "apa sudah ada yang ngambil?" tanya arkan.


"belum, kami batu juga naik bus," jawab semua murid.


"ada masalah Arkan?" tanya Aryan.


"gawat, kita jadi incaran tumbal kekayaan dan kejayaan," kata Arkan menunjukkan bungkusan dari nasi itu.


"sialan, jangan berangkat dulu jik tak ingin mati," marah Aryan yang berlari mengebrak dua bus yang akan berangkat.


pak Jhoni yang melihat Aryan tak percaya dengan apa yang di lihatnya, "dia bisa berlari secepat itu..." kagetnya.


Aryan masuk kedalam bus, "jangan ada yang berani mkan makanan nasi bungkus dari kepala sekolah, jika kalian tak ingin pulang tinggal nama!" bentak Aryan.


"kamu ngigau ya, orang naik enak gini rasa daging rendang besar lagi," kata salah satu teman mereka yang sudah membuka nasi bungkus itu.

__ADS_1


"jika kalin tak ada yng mu menurut Aden ini, turun dari bus saya, karena saya tak mau bus saya kecelakaan dan membuat bnyak korban tewas Krena timbal seseorang," marah supir bus.


Arkan membuang semua nasi itu ke tempat sampah, dan di juga berhasil mengambil di bus paling depan.


itu terjadi karena salah satu teman di sana juga bisa merasakan ada aura yng aneh dari kresek itu, jdi tidak di bagikan.


akhirnya tiga kantong kresek besar berisi makanan itu di tinggalkan di tempat sampah, dan mereka pun mulai melanjutkan perjalanan.


di empat bus di depan, semua sudah memakan sarapan yang sama di belikan kepala sekolah.


mereka pun tak ada perasaan yang aneh sedikit pun, meskipun kepala sekolah pulang terlebih dahulu bersama guru yang lain.


meninggalkan pak Jhoni dan pak Nirwan serta pak Dodi di bus rombongan terakhir.


Aryan berdiri dari tempat duduknya, "mereka mulai..." kata Aryan dengn wajah tegang.


"semuanya baca dzikir sebisa kalian," Arkan menghubungi dua bus di depan, dan meminta supir dan kenek tetap fokus apapun yang terjadi jangan berhenti sampai Aryan yang memintanya.


Aryan berdiri dengan tegak sambil melipat tangannya di depan dada, "salip dua bus sebelumnya,"


bus terakhit maju menyalip kedua bus yang sengaja mengurangi kecepatan mereka, beruntung jalan tol sedang sepi.


Aryan sedang membaca dzikir begitu pun arkan, dia mengambil sebuah bambu kuning yang di siapkan oleh supir bus.


keempat bus, tiba-tiba oleng bus paling depan mengalami rem blong hingga supir bus yang kaget melihat orang menyebrang jalan, karena terkejut supir pun banting stir ke kiri hingga menabrak pembatas jalan tol.


tak terduga tiga bus seakan tak melihat hal itu,mereka melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak bus yang sudah malang di jalan.


brak.... empat bus mengalami kecelakaan beruntun, bahkan pak Jhoni tak percaya dengan apa yang di lihat.


"berhentilah!!" teriak Aryan.


supir bus pun berusaha mengerem mendadak sekitar dua ratus meter jauhnya.


awalnya rem tak berfungsi Arkan menekan kaki supir dengan bambu kuning. "maaf ...." kata Arkan menyeringai.


"pak Jhoni hubungi ambulans, atau minta bantuan siapapun pemadam kebakaran juga perlu, terutama polisi," kata Aryan.


"baiklah," jawab pak Jhoni yang tak boleh panik meski menyaksikan semuanya.


"kita mulai penyelematan," kata Arkan yang mengambil bambu dan mulai bersiul.


"maaf ayah, kami harus mengunakan kekuatan dan khodam kami," kata Aryan yang juga menyeringai.

__ADS_1


sebuah tanda di wajah Aryan muncul berbentuk ular, sedang di dahi Arkan muncul tanda keris.


begitupun di lengan pemuda itu, keris itu berwarna merah menyala, dan mata Arkan juga berubah.


keduanya berjalan menuju ke dalam bus, dan mulai membantu beberapa korban yang selamat.


"Ki Adhiyaksa, Ki Antaboga hadir!" panggil Arkan.


kedua mahluk itu melawan semua arwah pesugihan yang meminta tumbal itu.


dia dan Aryan perlahan satu persatu mulai mengeluarkan teman mereka yang masih selamat.


di bantu para pengemudi yang turun, akhirnya mereka yang selamat bisa keluar.


Aryan mencium aroma solar, "mundur," teriaknya mendorong Arkan menjauh


boom.... bus meledak karena kebocoran solar dan menghanguskan tiga bangkai bus.


pemadam kebakaran dan polisi datang, segera mengevakuasi korban yang selamat ke rumah sakit terdekat.


polisi meminta tiga bus yang selamat untuk melanjutkan perjalanan, semua siswa yang selamat tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.


Aryan dan Arkan masih memilih diam sambil memejamkan mata. "sudah kalian semua tidurlah dan besok akan melupakan semuanya," kata Aryan yang melakukan sihir sirep.


supir bus pun tak kaget, karena dulu mereka telah melihat yang lebih gila, saat kedua pemuda itu terbang karena kekuatan ghaib dari lawan mereka.


bahkan ayah dan ibu dari kedua pemuda itu juga memiliki kekuatan yang di luar nalar.


pak Jhoni dan pak Dodi mengurus semua murid yang selamat, dari seratus enam puluh siswa.


yang selamat dan tekena luka ringan lima puluh orang, dan dua puluh mengalami tulang patah dan kehilangan darah.


dan yang kritis ada tiga puluh orang, sisanya meninggal dunia di tempat, karena bus meledak sebelum semua siswa bisa keluar.


kepala sekolah merasa geram saat tau jika tumbalnya tak mencapai seratus orang.


tanpa di duga mobil mereka di jatuhin sosok paling menyeramkan, Ki item yang marah karena mereka menganggu Aryan dan Arkan.


mobil itu mengalami kecelakaan di pintu tol dengan menabrak mobil di depannya dengan keras.


ki item pun pergi setelah melakukan keinginannya, sedang selama perjalanan tiga bus itu tak mengalami kendala sama sekali.


saat Aryan dan Arkan turun di Jombang, semua siswa dan siswi yang terkena sirep pun sadar, dan tak menginggat apa yang mereka lihat di perjalanan tadi.

__ADS_1


__ADS_2