
kondisi dari Jasmin begitu buruk, bahkan wanita itu memiliki luka di sekujur tubuhnya.
bahkan dokter mengatakan jika Jasmin mengalami infeksi di alat vitalnya.
bahkan dokter berusaha sebaik mungkin untuk mengobati wanita itu, dan Raka mengabari semua pada Wulan.
mendapatkan kabar seperti itu, dia pun makin tak sabar ingin melihat kondisi wanita itu, terlebih sudah beberapa bulan ini keduanya memang tak bertemu.
Fahri pun mengajak Fero untuk menjadi supir mereka, sedang dia membantu Wulan menjaga kedua putrinya yang di ajaknya.
Faraz terus menangis di samping bundanya itu, terlebih Jasmin bisa sampai seperti itu karena frustasi.
"Faraz, tolong sabar, semua ini ujian," kata Aryan.
"tapi aku tak berguna sebagai anak tertua, seharusnya aku menjaga bunda, tidak malah seperti ini, bunda harus menderita karena aku yang egois," kata Faraz yang menangis sesenggukan.
"tidak kamu putra yang membanggakan, tapi ini semua musibah yang yak terduga," jawab Aryan yang menenangkan sepupunya itu.
sedang tak terduga, pak Handoko datang ingin menemui Jasmin, tapi Raka menahan pria itu.
"tolong bapak jangan masuk, jika tak ingin cucu anda lepas kendali dan berbuat buruk pada anda," tahan pria itu.
"dasar tak tau malu, kamu itu bukan siapa-siapanya jadi jangan ikut campur urusan keluarga kami," marah pria itu.
mendengar suara dari kakeknya, Faraz langsung naik pitam dan bergegas keluar dengan wajah marah.
"kenapa kamu kesini, kamu belum puas dengan apa yang terjadi karena ulah mu itu, pergi dari sini jangan menganggu keluarga ku terutama bunda ku," marah Faraz yang ingin menghajar kakeknya itu.
tapi Raka berhasil menghadang keponakannya itu, Raka memeluk Faraz agar pria itu tenang.
"jangan lepas kendali, ingat bagaimana pun dia tetap kakek mu le," kata Raka.
"tapi dia kenapa begitu bodoh bisa menaruh bunda pada rumah sakit ilegal, dan sekarang apa yang terjadi pada bunda.... terlebih kondisinya makin buruk saja," tangis Faraz yang benar-benar frustasi.
__ADS_1
saat Raka lengah, Faraz berontak tak hampir menonjok wajah dari tuan Handoko.
"hentikan Faraz," kata Wulan yang baru datang bersama Fahri dan Fero.
bahkan kedua balita itu juga di ajaknya, Faraz pun berhenti karena suara Wulan.
melihat Wulan, Faraz pun bergegas menghampiri wanita itu, dan Wulan memberikan Alena pada Fahri.
Wulan memeluk Putranya itu, Faraz benar-benar sangat sedih, "tenang sayang, Amma bersama mu," bisik Wulan yang meneteskan air mata melihat dua pria di depannya itu.
setelah Faraz tenang, dia pun memutuskan untuk masuk kedalam ruangan rawat dari Jasmin
saat melihat kakak iparnya itu terbaring dengan tak berdaya, hati Wulan teriris, seandainya dia tak egois mungkin Jasmin tak akan mengalami hal seburuk ini.
Wulan mengenggam tangan Jasmin, sedang semua pria menunggu di luar, "mas Rafa..." lirih Jasmin.
Wulan pun menekan tombol yang memanggil dokter, ternyata kondisi dari Jasmin sedikit membaik.
Jasmin pun sadar dan melihat ke arah Wulan, "maafkan aku jika egois..." lirihnya.
Wulan mengangguk dan keluar dari ruang rawat, dia melihat ke arah suaminya.
"bagaimana keadaan Jasmin dek?" tanya Raka khawatir.
Wulan melepaskan cincin pernikahannya dan memberikan itu pada Raka.
"tolong .... nikahi mbak Jasmin, aku tak bisa melihatnya seperti ini," tangis Wulan.
"Amma!" kaget Faraz dan Aryan.
"aku mohon mas.... dia sangat tersiksa karena kehilangan mas Rafa, aku tak keberatan membagi cinta mu dengan mbak Jasmin yang selama ini sudah seperti kakakku sendiri," mohon Wulan.
"apa kamu yakin dengan keputusan ku, dan tak akan menyesal?" tanya pria itu dengan gemetar mengenggam cincin di tangannya.
__ADS_1
"iya mas, aku ikhlas dan ridho mas menikahi mbak Jasmin," jawab Wulan.
Faraz langsung memeluk Wulan, wanita itu melakukan pengorbanan besar demi wanita yang telah berlaku buruk padanya.
"baiklah aku akan meminta tolong opa Fandi untuk mencarikan ustadz untuk menikahkan ayah dan bude Jasmin," kata Aryan yang juga ikhlas karena sang Amma.
Wulan pun mengulurkan tangannya pada putranya itu, akhirnya dia memeluk kedua putranya dengan erat.
Raka pun tak bisa menolak,terlebih dengan kondisi Jasmin yang sudah sangat buruk.
terlebih dia juga pernah berjanji untuk menjaga Jasmin saat Rafa tak ada dulu, dan mungkin inilah sikapnya di uji.
Fandi kaget dengan permintaan dari Aryan, tapi dia segera menyiapkan semuanya.
bahkan dokter di rumah sakit menjadi saksi pernikahan secara dadakan itu.
pak Handoko awalnya menolak, tapi Faraz meminta ustadz itu untuk menjadi wali hakim untuk bundanya.
siang menjelang sore itu, Raka dan Jasmin akan melakukan pernikahan secara siri.
Aryan juga memberitahukan pada arkan tentang keputusan dari Wulan, dan pemuda itu juga mengizinkan karena itu permintaan sang Amma.
Wulan duduk mendampingi Raka yang juga sudah duduk di samping ranjang Jasmin.
dia menjabat tangan ustadz dan siap mengucapkan akad nikah. ustadz itu melihat ke arah Wulan.
"apa anda rela dan ikhlas, suami anda menikah lagi dengan ananda Jasmin Handoko?"
"bismillahirrahmanirrahim, saya ikhlas dan saya rela," jawab Wulan memberikan izinnya.
akhirnya Raka pun mengucapkan ijab qobul pernikahan, Semuanya yang menjadi saksi pun mengatakan sah secara serempak.
Jasmin pun menoleh dan menangis, entahlah apa tang kini dia rasakan, terlebih melihat Wulan yang nampak berusaha kuat sambil memangku Husna putri kecilnya.
__ADS_1
Aryan dan Faraz berpelukan dengan erat, kini mereka benar-benar jadi saudara tiri.