Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pernikahan ghaib.


__ADS_3

"ayah sangat rindu dengan mu, bagaimana keadaan mu?" tanya Fandi yang menangis terharu melihat kondisi Sina yang sehat dan terlihat cantik.


"Aina sehat ayah, kakanda begitu memanjakan diriku disini, dan aku mohon ikhlaskan kepergian ku, karena yang sesungguhnya aku memang seharusnya sudah mati bersama kedua teman ku," kata Aina


"tapi ayah masih ingin melihat mu," mohon Fandi.


"waktu kita gak banyak om, segera kita lakukan pernikahan ini, Ki Sukrasana lekas karena di dunia nyata, istriku sedang menghadapi anak buah dari penunggu gunung yang menginginkan Aina," kata Raka.


"baiklah, para datang lakukan persiapan," kata Ki Sukrasana.


dalam lima menit semuanya siap, Fandi dan Raka tak mengira akan melihat pernikahan semegah ini dalam hitungan menit dalam menyiapkannya.


sedang di rumah Fandi, Wulan meminta dua ustadz membaca surat Al-jin dan juga beberapa surat pendek.


sedang Wulan masih membaca witir untuk menjaga tubuh Aina, sedang Arsana dan prabu Wira Sanjaya melawan anak buah dari Nyai pengging.


tenyata tak hanya satu atau dua orang, melainkan ratusan, Wulan menarik tangan Anis.


"tolong baca witir apapun yang terjadi, dan jangan Purus, karena aku harus membantu putriku dan juga penjaga ku," kata Wulan yang kemudian langsung pingsan.


ternyata Wulan sedang memakai semua perlengkapan perangnya, dan Arkan menyadari jika kedua orang tuanya dalam bahaya.


dia pun memutuskan untuk ngrogo Sukmo, dan membantu Wulan yang mengmbil tombak Cokro Geni.


benar saja saat dia sampai, dia kget melihatnya hat ratusan ribu pasukan ghaib dengan berbagai bentuk rupa.

__ADS_1


mulai dari wajah yang robek hingga terlihat tengkoraknya, dan ada yang memiliki mulut robek hingga belakang kepala, ada yang kepala buntung sambil darah terus mengucur deras.


aroma amis tercium dengan begitu pekat. Arkan juga memakai baju tempur miliknya, bahkan salah satu mata Arkan berubah merah seperti darah.


Prabu Wira Sanjaya kaget melihat itu, dia tak mengira jika bocah itu bisa menguasai benda Pusaka yang begitu besar itu.


"kita mulai Amma," kata Arkan.


"mari, kita semua bereskan hal ini," kata prabu Wira Sanjaya.


mereka pun bertaring dengan semua pasukan itu, Wulan terlihat begitu garang mengunakan pedang.


sedang Arkan bisa mengunakan golok sakti dan juga tombak Cokro Geni bersamaan.


sedang Arsana bisa memusnahkan semuanya dengan mudah, terlebih gadis itu memiliki kekuatan yang sebanding dengan nyai Nawang.


mereka pun hampir membinasakan separuh pasukan, dan yang tak di kira para pasukan itu kembali hidup.


"selama melawan mereka, sepertinya kita harus mulai membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an," kata Wulan.


"baik Amma," jawab kedua anaknya.


mereka pun sudah hampir selesai, saat tanpa sengaja tangan Arsana menyentuh perut Wulan.


dia merasakan sesuatu, tapi tak mengira akan hal itu, "kakanda, eyang prabu tolong lindungi Amma!!" teriak Arsana.

__ADS_1


Fandi dan Raka susah siap, di sana juga ada orang yang di tua kan di alam ghaib.


jadi Fandi menikahkan putrinya di depan pria bersorban itu, dan Raka menjadi saksi.


pernikahan berjalan lancar, dan setelah pernikahan, Aina dan Ki Sukrasana melakukan perjanjian dan kontrak darah.


Raka pun mengirimkan suara batin pada istrinya, "acara selesai sayang, lekas tinggalkan tempat pertempuran, kamu dengar aku..."


Wulan pun menarik semuanya mundur dan meninggalkan tempat peperangan, Wulan bangun dan langsung muntah air.


sedang Arkan juga terengah-engah karena kekuatannya cukup terkuras, Arsana dan prabu Wira Sanjaya masih melindungi Wulan.


ternyata Fandi dan Raka juga sadar bersamaan, tak lama kemudian Aina menghembuskan nafas terakhirnya.


Anis yang sadar langsung memeluk tubuh putri terkecilnya itu, "Aina!!!"


Fandi hanya menangis, begitupun dengan Semuanya, Raka mengucapkan terima kasih pada Arsana dan prabu Wira Sanjaya.


tapi tak terduga, Arsana memberikan kode dengan tangannya tapi Raka tak mengerti.


Wulan menenangkan Anis, dan Nina juga membantunya, Fandi pun nampak tegar dan langsung meminta David untuk melakukan semua keperluan untuk pemakaman dari Aina.


keluarga juga sudah di hubungi, dan besok mereka semua akan berangkat ke Surabaya.


terlebih Rania tak mengira jika sepupunya itu akan pergi secepat ini, terlebih saat Rania menikah dengan Aditya, gadis itu tak datang padahal dulu mereka janji akan saling mengenalkan suami masing-masing.

__ADS_1


*******


maaf ya semua, aku sedang sangat lelah dan kecapekan, karena tadi siang terlalu banyak kegiatan yang menguras tenaga dan otak, jadi hari ini satu eps saja ya, besok baru aku up banyak eps.


__ADS_2