
ustadz Rasyid sudah berada di pesawat untuk menuju ke Kairo Mesir, dia hanya bisa menutup matanya sambil berdo'a agar pernikahan sang kakak dan Rania berjalan dengan baik.
di rumah Adri persiapan di buat cukup sederhana, yaitu dengan mengundang beberapa puluh tetangga.
tak lupa mereka juga mengundang anak yatim siang itu untuk melakukan acara pengajian.
Arkan dan Aryan ikut berkumpul saat sudah merasa segar, Raka memanggil kedua putranya untuk di minta membantu mengangkat beberapa minuman.
acara pengajian di pimpin oleh ustadz Arifin, dan semua berjalan lancar. sedang di rumah Adit dia memanggil beberapa tetangga yang memang sudah sangat baik.
para ibu sibuk membuat kue dengan di awasi oleh istri dari ustadz Arifin, yaitu Neng Ema.
"Adit, hantaran dan bijak kawaknya sudah, ingat calon istrimu itu anak pertama," kata Neng Ema menginggatkan.
"sudah Neng, tadi di bungkus bik Nunuk, apa saya perlu menyiapkan apa lagi ya Neng?" tanya Adit.
"sudah, jangan lupa bekusut ya, sudah itu saja dan juga mahar pernikahan," kata Neng Ema.
Adit mengangguk, dia tak mengira jika kebutuhan pernikahan begitu banyak.
tapi beruntung para tetangga mau begitu membantunya, terlebih Adit dan ustadz Rasyid yang memang sudah tak memiliki Keluarga.
Arkan melihat dua gadis yang baru datang, "kenapa diam disana, masuklah!" panggil Arkan.
"maaf aku bingung, katanya gak ada acara, tapi kenapa heboh begini, oh ya mana kak Rania?" tanya Emily.
sedang ratu sudah menyapa para ibu-ibu yang tengah repot, "masuk, mungkin dia di kamar sedang di rias," jawab Arkan.
"oke siap, terima kasih ya," kata Emily yang kini sudah berpelukan dengn Wulan.
Arkan meliht sang ibu yang begitu menyayangi Emily, begitupun Nurul yang juga memeluk Emily.
kedua gadis itu pun masuk kedalam rumah, sedang Arkan melanjutkan membantu mengelar karpet untuk para tamu undangan nanti malam.
__ADS_1
bahkan Rafa dan Rizal membuat pelaminan sederhana untuk pengantin, karena semua serba dadakan.
Jasmin juga bertugas mengawasi bagian konsumsi, karena dia tak bisa membantu bagian yang berat.
"assalamualaikum mbak Rania.." sapa Emily dan Ratu.
"waalaikum salam dek, mari masuk.. kalian datang juga," kata Rania senang.
pasalnya dia dan Emily sudah sangat dekat, "iya dong, masak kakak cantik nikah kami gak datang, oh ya ini ada sedikit hadiah untuk mbak, tolong di pakai ya,"
"terima kasih ya, kalin ngerepotin deh, udah makan tadi, makan dulu yuk, ada Tante Jasmin di sana,"
"gak ah kak,nanti saja aku mu disini biar siapa tau ketularan," jawab ratu.
"eh non, emang kamu mau nikah sama siapa, lagi pula kita juga masih di bawah umur gini," ledek Emily.
"banyak dong tinggal pilih, Aryan, Arkan, Nino, Frans, Ali, Yusra, Michael, dan Ryan," kata Ratu.
"sudah-sudah lebih baik kalian sekolah yang bener dulu baru memikirkan hal seperti itu," kata Rania memisahkan keduanya.
setelah sholat magrib, rombongan dari keluarga Adit datang, dan ustadz Arifin bertindak sebagai pengganti orang tua Aditya.
saat sampai, Nurul memberikan minum pada Adit, dan Raka menuntun Adit untuk duduk berhadapan dengan penghulu dan Adri.
pertama-tama, Rafa menyerahkan tanggung jawab mengantikan dirinya sebagai wali Rania pada Adri.
Adri pun menerimanya, setelah itu Adri sedikit mengusap air matanya. Krena dia akan menikahkan putri yang selama ini dia besarkan dengan tangannya sendiri.
"apa pak Adri siap, jika siap kita bisa mulai akad nikahnya," tanya pak penghulu yang masih melihat Adri begitu emosional.
"bismillahirrahmanirrahim, siap pak, nak Aditya?" tanya Adri menatap calon menantunya.
"bismillahirrahmanirrahim saya siap juga pak," jawab Aditya.
__ADS_1
keduanya pun berjabat tangan, Adri mulai membacakan ijab qobul dengan suara sedikit bergetar menahan tangisnya.
tapi Adit menjawabnya dengan yakin dan tanpa salah hanya dengan satu tarikan nafas.
"sah? sah?" tanya penghulu.
"SAH..." jawab semua orang bersamaan.
Raka langsung memimpin doa untuk pernikahan Aditya dan Rania, setelah doa selesai.
Rania pun di bimbing keluar oleh Nurul dan Luna, Jasmin dan Wulan berjalan di belakang ketiganya.
Rania di dudukkan di samping Aditya, Aditya memakaikan cincin di jari manis Rania.
kemudian Rania mencium tangan Aditya bolak balik, kemudian Aditya mencium kening Rania.
Fahri, dan Randi yang menjadi tim dokumentasi, kini mereka pun melakukan sungkeman.
pertama pada Rizal dan Luna, kemudian Fandi dan Anis. dan saat sungkeman dengan Adri.
pria itu tak bisa Manahan tangisnya, bahkan dia masih tak percaya jika harus melepas putrinya.
"nak, Rania putri ayah, jadilah wanita yang menjdi pakaian untuk suamimu, jaga martabatnya, jangan pernah membantah semua perintahnya."
"inggeh ayah," jawab Rania yang menghapus air matanya.
kini Rania berpelukan dengn Nurul, sedang Adri memeluk Aditya, "nak aku titip putriku, tolong jaga dia dan lindungi dirinya, cintai dia, jika kamu tak bisa mencintainya lagi, tolong kembalikan dia pada ku dengan baik-baik, karena dia adalah putri kesayangan ku," pesan Adri.
"baik ayah,saya akan mengingat itu, dan saya tak akan membiarkan ayah bisa melakukan keluhan karena saya akan mencintainya dengan sepenuh hati," jawab Adri yang kemudian mencium tangan Adri.
mereka pun berlanjut dengn saling menyapa, dan kini kedua pengantin duduk di pelaminan yang sudah di buatkan.
acara berlanjut, bahkan tamu pun mulai berdatangan karena Adit mengundang semu guru sekolah.
__ADS_1