
"apa yang kamu bawa Arkan," tanya Adit yang terkejut.
"ini adalah barang bukti, kenapa gadis yang selalu jadi korban memilih bunuh diri, karena dia di perkosa di gudang ini, ini buktinya dan ini pelakunya pak, dan karena putus asa dia memilih melompat, itupun dia lakukan setelah mengucapkan-" kata Arkan memberikan kode pada Aryan yang langsung menggenggam tangan Adit.
"maaf pak Adit... aku sudah tak kuat, dia memperkosa ku di sini dan aku malu karena itu aku memilih jalan ini..." kata hantu Lila dengan wujud buruknya.
Adit tak terkejut, karena dia yang dengan jelas melihat sosok Lila saat jatuh.
"dia Lila... maafkan saya.." tangis Adit.
"tak berguna pak, lebih baik panggil polisi, dan untuk melanjutkan penyelidikan ini, dan tangkap pria ini, karena ada seseorang yang menjadi dalangnya," kata Arkan yang mulai geram.
"aku akan menelpon Tante Sekar untuk membantu kita, karena dia bisa menghubungi semua orang penting,"kata Ratu.
"ide bagus, aku akan menghubungi ayah juga untuk membantu," kata Aryan yang segera menelpon Raka.
Arkan menyentuh tangan Adit, dan ternyata dia melihat adegan di mana Lila yang menaruh hati padanya.
"maaf... aku tak bisa mencintai siapa pun, karena traumaku tapi sekarang ada gadis yang akan menjadi ratu di hidupku," kata Adit yang menghapus air matanya.
"pak anda harus kuat, dan jangan buat keributan karena hal ini, karena kita sedang ada kegiatan MOS yang masih beberapa hari lagi," kata Arkan.
"tenang, aku membuat semua murid tak sadar, maaf aku mengunakan kekuatan ku agar tak kaget melihat kami berlari-lari gak jelas tadi, karena kamu," kata Emily gemas langsung memukul kepala Arkan.
"maaf... aku tak bisa menahannya lagi," kata Arkan mengusap kepalanya.
"sudah, sekarang kita ringkus pria busuk itu, dan aku akan membantu menyelidiki Semuanya," kata Adit langsung berdiri dan mengambil semua barang bukti.
polisi datang bersamaan dengan Sekar dan Raka, tapi para polisi datang dengan baju preman untuk menyamar.
karena bukti dan semua yang di tunjukkan, dan Sekar menemukan CCTV dimana orang tua Anita menyuap dokter forensik untuk memalsukan hasil otopsi.
semua sudah terbukti, dan polisi juga menerima bukti dari Sekar, dan langsung menangkap satpam bernama Arifin.
tak hanya itu, Anita dan Bakti juga di bawa ke kantor polisi di ikuti Raka dan Sekar.
"ayah awas ya jika bertingkah," kata Aryan.
"tutup mulutmu dasar anak busuk, memang aku pria murahan gampang tergoda, toh Amma kalian ikut juga tuh .." tunjuk Raka ke mobil.
__ADS_1
keduanya tertawa, Arkan berlari mengambil makanan dan mencium tangan Wulan.
"kamu memang yang terbaik nak," kata Wulan bangga
"terima kasih Amma, tolong jaga Semuanya Ki Adhiyaksa tolong ikuti Amma, jaga dari bahaya," pesan Arkan.
"baik prabu," jawab Ki Adhiyaksa.
mahluk itu duduk di jok belakang mobil Raka, dan mereka bergegas ke kantor polisi.
mereka pergi dengan tiga mobil, beberapa siswa bingung melihat hal itu.
Adit pun mengumpulkan semua murid di tengah lapangan, "sebelum melanjutkan acara, saya ingin meminta bantuan doa untuk murid yang telah pergi meninggalkan kita terlebih dahulu, berdo'a menurut kepercayaan kalian masing-masing, berdoa di mulai," kata Adit.
Arkan, Aryan berdoa sambil bersila di tempat jatuhnya Lila, dan Lila menunjukkan penampilan sempurna sambil tersenyum.
"terima kasih ...."
Lila pun naik ke atas, Arkan tersenyum dan Aryan melambaikan tangan untuk terakhir kalinya.
sedang di kantor polisi, Arifin tak bisa membantah saat tanda pengenalnya yang di akui hilang.
ternyata benar semua bukti ada bekas sp*rm* di beberapa kardus, dan darah kering di lakban adalah darah dari Lila.
tapi Arifin tidak bisa mengelak dan akhirnya menyeret semua orang, termasuk bakti dan Anita.
bahkan orang tua Anita juga di tangkap karena melakukan penyiapan kepada dokter forensik.
polisi tak mengira jika bukti di temukan setelah setahun kejadian itu terjadi.
tapi polisi akan menindak semua pelaku, terutama Arifin yang melakukan pelecehan seksual pada gadis di bawah umur.
mereka bertiga pun meregangkan tubuh, pasalnya ini sudah pukul setengah dua belas malam.
"ya Allah, ternyata penyelidikan ini begitu panjang, dan kasihan orang tua Lila, mereka begitu terpukul, pasalnya yang menjadi otak pemerkosaan adalah kakak tirinya sendiri dan kekasihnya," kata Raka
"itulah yang menjadi pemikiran untuk tidak menikah jika keluarga tidak setuju, kejadian ini yang tak jarang membuat para wanita memilih sendiri setelah menjadi janda memiliki anak," kata Sekar.
"ya kamu benar, dan lebih baik sekarang kita cari makan yuk, aku ingin makan karena lelah dan lapar..." kata Wulan sedikit merengek.
__ADS_1
"hei nyonya, tumben kamu merengek seperti itu,itu seperti bukan dirimu," kata Sekar heran.
Raka melihat ke belakang ternyata seorang makhluk ghaib yang menempel pada Wulan.
Ki Adhiyaksa langsung menarik mahluk itu menjauh, agar tak menyakiti Wulan.
Raka menahan tubuh istrinya, dan menggendongnya ke mobil, Sekar ikut masuk dan memilih duduk di belakang.
Raka mengemudi mobilnya menuju ke area puja Sera yang ternyata masih ada beberapa yang buka.
mereka memesan sate kambing dan juga ayam goreng, dan memesan es teh.
mereka bertiga pun makan, Ki Adhiyaksa juga ikut makan dan karena sepi jadi tak ada orang yang curiga.
"oke Amma, sudah puas dan kenyang? mau pulang ya..." kata Raka.
"tunggu sebentar mas, kita main dulu ya, Sekar ayo.." Sekar di tarik untuk bermain alat olahraga di taman itu.
Sekar pun melupakan siapa dirinya saat ini, dia bahkan ikut tertawa bersama Wulan.
Raka hanya mengawasi kedua wanita itu, dan tak lama lampu taman pun mati, Wulan pun baru mau pulang.
Raka mengantarkan Sekar pulang terlebih dahulu baru mereka pulang, tapi sesampainya di rumah mereka kaget melihat ada seorang pria yang berdiri di depan rumah Adri.
Raka langsung menghampiri pria itu, dan meminta Wulan masuk kedalam rumah terlebih dahulu.
"ustadz Rasyid, ada apa?"
"apa benar Rania akan menikah? siapa calon suaminya?" tanya ustadz Rasyid seperti orang putus asa.
"dia adalah seorang kepala sekolah, namanya Adityaketu Suhendra, dia adalah penolong dari Rania saat dia hampir celaka, jadi mereka akan menikah beberapa hari lagi," kata Raka jujur.
"ya Allah, ternyata pria itu... terima kasih mas Raka, kalau begitu aku sudah yakin dengan tujuan ku dalam hidup ku," kata ustadz Rasyid yang membingungkan.
"maksudnya ustadz?"
"saya akan pergi ke Kairo untuk mengejar S2 dan S3 saya disana, jadi saya tak akan penasaran lagi, bagaimana pun dia adalah teman mencari ilmu saya, kalau begitu saya permisi ya mas," pamit ustadz Rasyid.
"iya ustadz, semoga impian anda tercapai..." kata Raka yang mengantarkan kepergian dari ustadz muda itu.
__ADS_1