Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pernikahan mahluk ghaib.


__ADS_3

mereka pun membantu semua kesibukan, Aditya pun mengikuti ucapan Rafa.


dia sebenarnya penasaran, terlebih dia butuh penjelasan sepenuhnya, dia merasakan hal aneh karena tak mengerti apa pun.


"mas ayo antar aku ke pasar dekat sini, Aryan!" panggil Rania.


"kenapa dek," tanya Aditya heran


Aryan memegang tangan Aditya dan melihat beberapa keluarga dari pihak pria berubah wujud.


Rania membungkam mulut suaminya, "sudah yuk mas ipar, kita mending keluar karena jujur aku lapar," bisik Aryan.


mereka pun berangkat, mereka mencari mini market ternyata sangat jauh.


selama perjalanan Aryan baru sadar jika dia masuk ke desa yang di sebut desa balung Geni.


Aryan saja dari tadi saat disana merinding di buatnya, "kenapa kamu diam terus,kamu memikirkan apa?"


"tidak ada mas, aku hanya tak mengira harus melihat begitu banyak makhluk yang setengah menyerupai seperti itu," kata Aryan


"tapi sebagian dari mereka adalah jin Islam, itulah kenapa Arkan hanya tenang saja," tambah aryan.


"tapi jujur suasananya tidak enak, terlebih Aslan yang selalu ketakutan," kata Aditya.


"mau bagaimana lagi,desa itu memang sangat angker, kita akan pulang saat nanti acara manteb sudah selesai," jawab Rania


"memang acaranya kapan dek, ini sudah hampir sore." Rania pun menunduk lemas, "biasanya itu malam mas, dan kamu akan melihat acara pernikahan yang mengunakan adat Jawa sangat kental dengan mistis, karena rata-rata penduduk desa itu masih belum menganut agama apapun, hanya agama nenek moyang sebagai anutan," kata Rania

__ADS_1


"terus di KTP di tulis, agama nenek moyang gitu," bingung Aryan


"menurut mu, pasti di tulis agama Islam lah, agama umum di sini," jawab Rania kesal.


"ya seharusnya gak gitu dong, itu mah seperti pembodohan namanya," kata Aryan tak mau kalah.


"sudah cepat belanja, kasihan yang lain mungkin mau minum," kata Aditya menginggatkan.


mereka pun segera kembali ke desa itu, dan benar saja sudah mulai petang, dan di desa itu masih ada rumah yang menerangi halaman rumah dengan obor.


"beh... berada syuting film horor kita, tiga warga kota kesasar ke desa kematian, uh... serem.." kata Aryan.


"ya tuhan kamu ini, tutup mulutmu sekarang aku tau jika Arkan sering kesal karena kamu cerewet," kata Rania.


saat sampai ternyata sedang di adakan acara siraman, Arkan berdiri di samping mobil dengan hanya melihat.


"menurut mu, ku kira ini pernikahan jin muslim, nyatanya bukan, dan denhan polos kakak sepupu mbak Rania begitu senang, karena melihat wajah tampan suaminya," kata Arkan yang tersenyum.


"memang kenapa," kata Rania yang juga penasaran.


saat dia melihat pria itu, Rania pun berbinar, Aditya langsung menutup mata istrinya itu.


"hei jaga pandangan mu sayang, ingat ada suamimu disini," suara Aditya nampak kesal


"maaf... habis pria itu seperti Edward Cullen," kata Rania senang bukan main.


"apanya sih mbak, orang udah item, gede, bulunya kasar kayang ijuk aren, terus gigi taring panjang dua, kata merah, kuku tajam, mbak mau di kelonin sama begituan, idih.... merinding disko," kata Aryan yang langsung dapat injakan kaki dari Arkan.

__ADS_1


"jaga bicaramu, sekarang kita sudah tak ada di desa balung Geni, tapi kita sudah di desa Among tugu, dan kamu pasti tak akan berani bicara saat tau desa apa itu," kata Arkan dengan nada penuh penekanan.


terlihat, tangan Raka dan Rafa terus memutar setiap biji tasbih yang kerja pegang, bahkan punya Raka berputar cukup cepat.


"sebisa mungkin tolong jangan bicara hal buruk atau kotor, karena desa ghaib ini bukan tandingan kita, meskipun kita mengajak ki Adhiyaksa mau pun Ki Item sebagai raja genderuwo," kata Arkan lagi menginggatkan.


"baiklah aku mengerti Arkan," jawab Aryan.


tak lama terdengar suara alunan musik gamelan, seorang penari muncul dengan selendang merah dan kemben berwarna hijau.


Arkan langsung menutup mata Aditya dan mengucapkan sebuah doa yang membuat pria itu tetap sadar dan tak tergoda.


Aditya kaget saat membuka mata, dia melihat seorang penari dengan wajah hancur separuh.


bahkan mulutnya terkoyak hingga ke telinga, dan dari kain jarik batiknya mengalir darah.


pernikahan itu benar di lakukan dengan tatanan ada sendiri, bahkan bau kemenyan begitu kuat tercium.


pelan-pelan tercium bau anyir darah, bau melati, bau kenanga dan juga bau busuk yang bercampur.


Rania pun sekuat tenaga bertahan, pasalnya isi perutnya sudah di aduk hingga ingin keluar.


"tunggu sebentar lagi, acara inti dan semua akan selesai," kata Arkan.


pernikahan pun di akhiri dengan minum darah satu sama lain yang sudah di campur dengan darah ayam cemani.


pernikahan selesai, dan mereka pun sudah kembali ke desa, dan acara berjalan seperti biasa.

__ADS_1


itu yang di lihat orang awam, tapi tidak dengan para keluarga istimewa itu.


__ADS_2