Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
jangan gila lagi.


__ADS_3

Wulan memilih duduk di bawah sebuah pohon besar di depan bekas rumah keluarga suaminya.


sedang Raka dan yang lain sedang bermain bersama anak-anak panti asuhan.


"ada apa duduk sendiri Bu, apa tak ingin bergabung?" tanya salah satu pengurus.


"bukan tidak mau bergabung Bu, saya hanya kurang sehat, takut menular pada anak-anak," jawab Wulan.


"tapi bukankah lebih baik anda masuk, jika di sini akan tambah parah," kata wanita itu menginggatkan.


"baiklah," jawab Wulan sambil tersenyum.


tapi dia tetap melihat kearah pohon besar itu, pasalnya sesuatu di pohon itu yang menarik Wulan.


tapi sayangnya makhluk itu tak berani keluar, "kamu yang menantang, dan kamu juga yang tak berani keluar, dasar ..."


Wulan berjalan pergi bersama ibu pengurus, sedang mahluk itu baru melonggokkan kepalanya untuk melihat Wulan.


"bagaimana bisa, kamu itu terus menempel pada suamimu, bagaimana aku bisa merayunya, terlebih mungkin dia sudah melupakan aku," kesal makhluk ghaib itu.


setelah puas bermain, mereka pun memilih untuk menikmati waktu di alun-alun kota Jombang yang sekarang sudah sangat bagus.


tak lupa tadi juga membelikan beberapa jenis brownies untuk semua orang.


Wulan dan Raka sedang antri membeli jajanan pinggir jalan,dan saat akan pergi seorang wanita cantik menabrak Raka.


"maaf mas," kata wanita itu.


"lain kali hati-hati,sudah tau jalan ramai malah ngelamun," gumam Raka sedikit marah.


wanita itu nampak terkejut, sedang wulan menyadari sesuatu, "kalau mau nyamar, lain kali itu ekor di sembunyikan dulu ya dengan baik, aku aja bisa lihat koh," bisik Wulan yang berjalan menghampiri Raka.


meski makhluk itu berubah sangat cantik dan menggoda, itu tak berpengaruh pada pria seperti Raka.


"kenapa kamu disana, jangan terlalu dekat dengannya," kata Raka yang merangkul Wulan.

__ADS_1


"iya ayah, tapi apa kamu tak familiar dengan wajahnya? seharusnya itu mudah untuk di sadari bukan," tanya Wulan pada suaminya.


"tidak, di hatiku dan mataku hanya terlihat wajah cantik istriku,"


"ha-ha-ha jangan gombal, aku tau jika pasti mas ingat, tak masalah mas karena kalian itu hanya kisah masa lalu," jawab Wulan


"ya, karena dia aku bisa bertemu dengan mu, tapi sekarang aku hanya melihat mu," kata Raka.


Wulan hanya mengangguk, kini mereka berkumpul bersama untuk menikmati suasana.


di kediaman orang tua Wulan, kedua bocah itu sedang belajar untuk persiapan ujian lusa.


keduanya nampak begitu serius apalagi, mereka tak ingin lulus dengan nilai buruk.


Arkan bahkan tak bisa membayangkan bagaimana jika lulus dengan nilai buruk, padahal orang tua mereka adalah orang terhormat.


"mas, makan dulu yuk, aku lapar," ajak Aryan dengan wajah memelas.


"baiklah, kamu tadi sudah sholat dhuhur, soalnya tadi aku lupa tanya,"


"ya sudah, ayo makan, atau kamu ingin makan sesuatu?"tanya Arkan pada adiknya itu.


"ayo kita beli rujak, tiba-tiba aku ingin makan rujak mbok dah," usul Aryan.


"baiklah ayo," jawab Arkan mengambil kunci motor.


tapi Aryan selalu saja mengisengi Arkan, dia selalu ingin di bonceng dan akan pun pasrah dengan tingkah polah adiknya itu.


keduanya menuju ke desa mereka dan berhenti di sebuah warung di pinggir sawah.


meski terlihat kecil, warung itu selalu ramai terlebih rujaknya yang sangat enak.


"mbok, aku pesan rujak dia matengan dengan cabe lima, bungkus ya," pesan Arkan.


"iya den, tunggu sebentar ya," kata mbok dah.

__ADS_1


ternyata Rafa juga datang dan langsung melihat kedua Keponakannya itu, "mbok bungkus tiga ya, pedes dua yang satu gak,"


"iya juragan, tunggu sebentar ya, antri," kata mbok dah.


Rafa mengangguk dan duduk di samping Aryan yang sedang fokus bermain ponsel.


"kalian main dong ke rumah pakde,"kata Rafa menepuk paha Aryan.


"ya Pakde aku kalah, tapi kami belum izin orang tua kami," kata Aryan jujur.


"gak papa toh nanti mereka juga pulang ke rumah sana dulu, mau ya," bujuk Rafa.


"iya sudah pakde, kami kan main kesana, oh ya pakde, apa semalem Ki item datang ke mimpi pakde?" tanya Arkan.


"iya le, apa kamu juga tau apa yang sedang terjadi, tapi untuk sekarang kita hanya bisa diam, dan melihat saja, dan kalin berdua harus fokus ke ujian akhir kalian ya," pesan Rafa.


"iya pakde," jawab Arkan.


saat sedang santai menunggu rujak sambil berbinjang dengan Rafa, Arkan meliht ada sesuatu yang buruk mengarah ke warung itu.


Rafa dan Aryan pun merasakannya, Arkan sudah keluar dan ternyata dia melihat sosok juragan Benny.


"wah si ganteng ada disini, tumben le?" tanya juragan Benny yang menyentuh pundak Arkan.


Arkan pun hanya tersenyum, dan melihat pria itu masuk, sekilas tadi saat pria itu menyentuh tubuh Arkan.


dia melihat bagaimana istri dari juragan Benny mati tepat di depan mata pria itu.


"gambaran apa itu?" gumam Arkan yang masih terkejut.


Arkan pun memutuskan kembali ke dalam warung, ternyata juragan Benny sedang berbincang dan sedikit merayu mbok dah.


meski di panggil mbok, tapi pemilik warung itu masih cantik di usia empat puluh tahun.


itulah kenapa banyak orang yang sering datang untuk makan, sekalian menggoda penjualnya yang selalu ramah terhadap siapa pun.

__ADS_1


__ADS_2