Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
ini puasa loh.


__ADS_3

setelah minum dan makan cemilan, Rania mengajak suaminya pulang karena sudah terlalu malam.


"kami pulang dulu ya, maaf ya besok kita lanjutkan lagi ya tugasnya, karena kami ada hal penting bersama keluarga," kata Rania.


"yah... padahal aku ingin nebeng loh, karena aku tak bawa motor, boleh ya," mohon Siska.


"maaf tidak bisa, karena kami harus segera pulang, Andre antar tuh mahasiswi mu, kami permisi," ketus Aditya pada Siska.


lili menyadari jika ada yang aneh, dia tau jika Siska mudah mendapatkan pria, tapi salah jika dia ingin mendapatkan Aditya suami Sahabat keduanya.


"baiklah kami pamit dulu ya, mari ..." kata Rania


"iya... hati-hati ya say," kata lili melambaikan tangan.


Rania dan Aditya pergi, tapi sebelum pulang mereka mampir ke sebuah restoran yang cukup terkenal di kota itu.


keduanya memilih berbuka puasa berdua, tak lupa untuk pesan lauk untuk di bawa pulang untuk sahur.


sedang di rumah Raka, kedua Putranya makan dengan kalap karena bakso yang tadi di beli.


setelah sholat dan dan buka puasa, Arkan dan Aryan duduk di teras sambil bermain catur.


"kamu kenapa kok terlihat tak bersemangat begitu, ada apa?" tanya Arkan yang fokus untuk main catur.


"sebulan ini kayaknya gak seru nih, abis tuh makhluk astral hilang semua," kata Aryan.


"ya kamu mulai lagi, aku saja merasa senang, setidaknya tak ada yang menganggu dengan muncul tiba-tiba, dan membuat kaget," jawab Arkan.

__ADS_1


"tapi kayak ada yang kurang gitu, ini lagi semua khodam juga minta libur, emang di kira cuti nasional kali," kata Aryan.


"kenapa bingung, kamu jika mau bermain, tinggal bersin nanti pasti muncul ular bukan, coba aja," kesal Arkan melempar budak catur ke arah saudaranya itu.


"ih... kan beda, tapi kalau di makan enak kali ya, tuh di tv ada yang makan daging ular," kata Aryan.


"wah makin gila ya kamu, mau di musuhi semua khodam ya silahkan, ingat khodam kita kebanyakan siluman ular," kata Arkan kesal sendiri.


Aryan hanya tertawa melihat kemarahan kakaknya Arkan, sedang Wulan dan Raka yang keluar tak habis pikir melihat kedua putranya sedang saling berguling-guling.


"ya tuhan dua pemuda ini tak tau malu, berhenti kalian berdua!!" bentak Raka.


"mas ih... jangan begitu,"


kedua pemuda itu pun berhenti bertengkar, mereka pun duduk bersama sambil tertawa.


"habis bosen Amma, biasanya jam segini udah ada api lewat, atau yang lain terbang, sekarang lagi sepi Amma karena pada cuti," kata Aryan.


"kata siapa, semalam ayah dan Amma harus mengejar dua bola api yang ingin mengirimkan teluh, dan kami gagal karena ternyata kiriman itu melesat cepat," jawab Raka.


"benarkah, sayang kamu gak ikut," kata arkan.


"sudah tak perlu sedih, oh ya Arkan hari ini masih menjadi imam kan, kamu harus ganti baju, pasti baju kalian kotor karena guling-guling tadi," kata Wulan


"siap Amma, kami ganti baju karena sebentar lagi pasti adzan isya' juga," jawab keduanya.


Arkan dan Aryan pun bersiap untuk menunaikan sholat isya' dan tahajud, tapi Arkan tak jadi maju karena kedatangan seorang pria dengan sorban yang nampak seperti ustadz.

__ADS_1


"siapa yang jadi imam kali ini?" tanya pria itu.


"hari ini Arkan Gus," jawab takmir Mushola


"wah mana dia, jangan bilang pemuda itu yang akan menjadi imam, dia itu memang punya ilmu," kata pria yang mengaku Gus itu.


"aduh ngakunya Gus, tapi mulutnya gak bisa di jaga," kata Aryan yang langsung dapat injakan kaki dari Arkan.


"kalau begitu silahkan Gus yang menjadi imam, biar orang yang menilai sendiri, toh kemarin Arkan sudah menjadi imam," jawab Raka.


pria itu pun diam, "harus dong, malu tuh sama sorban tuh, sini jadi imam gih, jangan buat makin malam ini," kata Rafa ketus.


"khem.. khem... maaf suara saya habis, silahkan yang lain saja, saya takut nanti suara habis di tengah jalan," jawab pria itu.


"Halah gak iso ae kakean cocot, isin c*k ambek sorban seng di gawe, (Halah tidak bisa saja kebanyakan bicara, malu c*k sama sorban yang di pakai)" kata Faraz yang kebetulan pulang.


"heh dasar pemuda tak tau adab, ini mushola malah bicara omong kosong," marah pria itu.


"lah bapak dulu kok yalahin kakak sepupu saya, kalau begitu kami mundur jadi imam, mending sana imamim sendiri, bikin mood buruk saja, kami bisa sholat di rumah, semua keluarga Noviant bisa sholat jamaah sendiri," kata Arkan tegas.


takmir Mushola dan semua warga kaget, bahkan semua pihak wanita mulai mundur pulang, "sudah ayah, ajak anak-anak pulang dari pada buat keributan, dan minta yang mereka anggap Gus itu menjadi imam disini, hanya karena dia berasal dari pondok besar bukan berarti dia bisa menghina kita," kata Wulan yang mengejutkan semua orang.


"tunggu Bu Wulan, jangan begini," kata Bu RT


"maaf Bu RT, saya tidak bisa melihat anak-anak keluarga kami di hina, beliau merasa ilmunya lebih tinggi, berarti beliau lebih mampu di banding suami dan anak-anak kami," jawab Wulan.


semua keluarga Noviant pun pergi, mereka tak ingin melanjutkan ini karena tak baik terus bertengkar di rumah Allah.

__ADS_1


__ADS_2