Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
tiga saudara


__ADS_3

mereka memakirkan sepeda motornya berjajar. saat turun dari motor para pria langsung membantu membukakan helm para gadis.


Nia yang dapat perlakuan seperti itu pun merasa tersanjung, pasalnya baru kali ini dia di perlakukan dengan sangat baik seperti ini.


Nayla yang melihat Nia langsung menghampiri gadis itu, "halo mbak, salam kenal ya, aku Nayla dan ini Niken, kami apa ya," kata Nyla berhenti karena bingung menyebut hubungannya.


"pacar ku dan Arkan, Tante," saut Aryan yang langsung dapat plototan dari Faraz


"Tante Tante, panggil dia kakak ipar," kata Faraz merangkul Nia.


Niken dan Nayla kaget, pasalnya Faraz selalu dingin kepada para wanita.


Arkan langsung mengecek dahi Faraz, "aku gak gila, lepas gih, hus..." kesal Faraz pada adiknya itu.


"ku kira gila mendadak," jawab Arkan.


"sudah pergi duluan sana, ingat Niken, Nayla, panggil dua kakak ipar ya," kata Faraz pada dua kekasih adiknya itu.


"siap kakak ipar," jawab keduanya.


meski Nayla yang paling tua, tapi dia kekasih dari Aryan yang notabene paling kecil di antara ketiganya.


"kenapa bilang seperti itu,kamu membuat ku seakan kamu ada perasaan untuk ku, itu akan menyulitkan nantinya," kata Nia dengan sedih.


"kenapa, aku tak bohong kok, memang tak boleh bilang jika aku ingin menjadikan mu kakak ipar mereka, toh kita juga tak punya ikatan darah," jawab Faraz.


Nia pun tak tau harus berkata apa, pasalnya dia juga berdoa dan berharap hal itu saat pertama kali bertemu Faraz.


tapi dia tak mengira akan secepat ini Allah mengabulkan doanya, sedang Faraz tersenyum mengandeng Nia.


karena semalam dia bermimpi melihat Nia yang menjadi makmum dalam sholat bersama Rafa dan Jasmin.


bahkan jasmin tersenyum bahagia sambil merangkul gadis itu, jadi Faraz seakan memiliki petunjuk miliknya.


dan setelah sholat subuh, dia juga mengatakan mimpinya pada Wulan. dan amma-nya itu juga ikut bahagia dan memeluknya.


jadi apa yang salah tentu tidak ada, mereka pun memilih foto-foto bersama.


Nia, Niken, dan Nayla langsung bisa akrab bahkan langsung saling follow di media sosial masing-masing.


mereka juga foto bersama pasangan masing-masing, baru setelah puas berkeliling mereka berhenti dan duduk di gazebo yang tersedia.


"aku belikan minum, ingin minum apa?" tanya Faraz.


"air putih saja, jangan yang dingin ya," jawab Nia.


"aku mau kopi bang," jawab Aryan.


"aku tak tanya kamu, kok enak sekali kamu, ikut beli, dan Jani juga, dasar bucin," kara Faraz menarik dua adiknya itu untuk pergi.

__ADS_1


ketiga gadis itu tertawa melihat Faraz yang terus menerus mengawasi Aryan dan arkan, pasalnya kedua pemuda itu benar-benar tak mau lepas dari kekasih mereka.


Niken pun melihat Nia yang begitu suka memandang Faraz, "dia ganteng ya mbak, tapi dingin loh aslinya," kata Niken.


"ah benarkah, tapi dia selalu banyak bicara saat bersama ku atau keluargaku, terutama dengan ayah," kata Nia dengan malu.


"benarkah? wah bisa heboh satu kampus ini jika benar begitu, padahal dia itu salah satu incaran para mahasiswi loh, karena sudah pintar, ganteng, baik sapi cueknya Masyaallah," kata Nayla.


"apa kalian satu kampus?" tanya Nia penasaran.


"ya, ketiganya mengambil akselerasi jadi mereka kuliah bersama dengan ku, padahal mah usianya sama dengan Niken," jawab Nayla.


"beda satu ini tahun dengan mas Faraz," kata Niken tak Terima.


"ah... benarkah, berarti aku dan Faraz beda dia tahun juga ya," gumam Nia.


"tak masalah, tapi berarti kita satu angkatan, dan sekarang mbak semester berapa?" tanya Nayla semangat.


"ayolah, tolong hargai aku yang masih berjuang di SMA ini," kata Niken sedih.


"maaf ya dek," kata Nayla menggoda Niken.


"ih.. kalau kita jadi beneran nih ya, kamu harus panggil aku mbak tau, kan aku dapat kakaknya," protes Niken yang berhasil membuat Nayla tertawa.


"aku sudah semester enam,tapi sudah masuk ke skripsi karena aku juga ikut percepatan," jawab Nia tersenyum.


"ya Allah... kenapa kita bertemu dengan para pemilik otak encer semua ya," kata Nayla syok.


"lagi bahas apa sih sayang," tanya Arkan yang datang


"jangan panggil sayang, bukan muhrim," kata Niken tertawa.


"iya Bubun, sedang bahas apa? siapa yang IQ tinggi, kekasih mu ini ya," kata Arkan dengan percaya diri.


"idih.... tentu saja akulah yang sedang di bahas, benar gak bie?" tanya Aryan pada Nayla.


"gak juga tuh," jawab Nayla tertawa.


"terus siapa?" tanya keduanya kompak.


Nayla memberikan kode pada keduanya,dan kedua pemuda itu menoleh dan melihat Faraz dan Nia.


"ini minum untuk mu," kata Faraz yang membukakan botol air mineral itu, tak lupa memberikan sedotan juga.


Nia pun tersenyum pada pria di depannya itu, "terima kasih mas," jawabnya.


"ah... kalau itu sih benar memang, orang mbak Nia umur lima belas udah lulus SMA," jawab Aryan lemah.


mereka semua pun tertawa, mereka melanjutkan perbincangan bersama, terlebih jarang-jarang mereka kumpul begini.

__ADS_1


sedang pakde Kholik dan istri bertemu dengan seseorang di sebuah gua, pria itu membuka mata dan melihat pasutri yang dua puluh tahun lalu datang.


"sekarang waktunya kalian memberikan gadis itu padaku," jawab pria itu dengan suara menggelegar.


"bisakah kamu minta yang lain, kami terlanjur begitu menyayanginya, tak mungkin bisa kami memberikan Nia sebagai tumbal," jawab pakde Kholik.


"kalau begitu tujuh keturunan mu serahkan sebagai timbal ku untuk mengantikan Nia," kata pria itu lagi.


pakde Kholik dan istri pun kaget, pasalnya dia juga tak ingin kehilangan anak-anaknya.


"jika kamu tak sanggup, maka serahkan Nia di bulan purnama bulan ini, dan aku akan menjadikannya istriku dan kemudian membunuhnya untuk penyempurnaan ilmu ku, itu yang sudah aku katakan dulu saat aku menitipkannya pada kalian," kata pria itu lagi.


kedua orang itu pun tak bisa mengatakan apa-apa, pasalnya baru semalam Nia tertawa dan mau berbagi perasaannya tentang pria yang dia sukai yaitu Faraz.


...***********########********...


halo gaes... sambil nunggu author up mampir yuk ke novel terbaik ini, di jamin pasti suka deh.


ini salah satu novel temen author ya, ingat harus mampir dan tinggalkan jejak, seperti like, vote dan komen.



Cuplikan Bab.


Brugh.. Brugh ..Brugh..


Seorang gadis di lempar ke luar oleh ayah ya sendiri beserta barang barang dan pakaian nya .


"Pa..papa .. dengarkan aku dulu pa " ucap gadis itu di iringi dengan tangis .


"Dasar anak tak tahu di untung, kau memalukan ku saja" bentak laki laki yang di panggil nya papa.


"Pa.. Shila mohon jangan usir Shila pa .. Shila mau tinggal dimana pa Shila gak punya siapa siapa selain papa " ujar Shila gadis yang di usir ayah ya.


"HAlah ,udah pa gak usah di kasihani anak seperti dia memalukan keluarga saja" ujar wanita yang di samping ayah Shila dia adalah ibu tiri Shila yang memang tidak suka dengan Shila .


"Ma .. Shila mohon ma .. jangan usir Shila " ujar Shila pada ibu tiri nya .


"Aku tidak peduli kau mau tinggal dimana , anak seperti mu memang pantas di usir " bentak laki laki itu. Lalu kembali masuk ke dalam rumah meninggalkan Shila yang terduduk di tanah.


"Pa..papa .. dengarkan Shila dulu pa " teriak Shila yang tak di indahkan papa nya


"Untuk apa kau berteriak .. papa mu tidak akan mendengarkan mu kamu sungguh membuat keluarga mu malu " cibir ibu tiri nya yang tersenyum sinis


"Cepat pungut baju baju mu dan pergi dari sini " pekik ibu tiri nya , seperti nya dia begitu puas dengan memarahi Shila .


Dugh..


Ibu tiri nya masuk ke dalam rumah membanting pintu keras membuat Shila terkesiap .

__ADS_1


Shila memungut satu persatu baju nya untuk di masukan kedalam koper setelah selesai memasukan semua baju nya Shila pergi meninggalkan rumah nya .


__ADS_2