Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
masih rumah suami (Rania)


__ADS_3

Aditya ke warung di sebelah rumahnya yang berjualan sembako yang paling lengkap.


semua tetangganya kaget melihat Aditya yang sudah pulang, "loh mas Aditya baru menikah kok sudah pulang aja?" tanya Bu Henny.


"iya Bu, tadi beres-beres rumah sama istri," jawab Aditya yang mengambil beberapa minuman dingin dan beberapa cemilan.


tak lupa dia juga mengambil pemb*l*t dengan sayap, dan para ibu kaget melihat Aditya mengambil benda itu.


"loh mbak Rania sedang halangan?" tanya ibu-ibu penasaran.


"iya Bu, maklum kan perempuan, sudah Bu tolong di hitung?" kata Aditya.


"iya mas, Semuanya jadi empat puluh lima ribu," jawab Bu Henny yang menghitung belanjaan dari Aditya.


dia pun pamit pulang setelah membayar, dan segera memberikan benda itu pada istrinya.


Aditya pun menunggu Rania keluar sambil menikmati jajanan ringan yang tadi di beli.


Rania pun keluar sambil terlihat sedih, gadis itu langsung terduduk di lantai di kaki Aditya.


"kenapa di bawah, sini duduk di samping mas, jangan di bawah dek," kaget Aditya.


"aku minta maaf ya mas, gara-gara aku mas harus membeli benda tadi, pasti mas malu ya ..."


"hei kenapa malu, kamu itu istriku, tak masalah melakukan itu, toh itu sudah biasa," jawab Aditya tersenyum lembut.


Rania pun bangkit dan duduk di samping Aditya untuk beristirahat, tak terduga Rania malah tertidur sambil menyadarkan dirinya pada tubuh Aditya.


Aditya mengusap kepala istrinya dengan lembut, "semoga kmu tak meninggalkan aku saat tau siapa aku yang sebenarnya, karena aku memiliki masalalu yang kelam," lirih Aditya.

__ADS_1


ternyata sudah pukul dua belas siang, Aditya pun memindahkan tubuh Rania ke kamar dan dia memilih sholat sebelum pulang.


Rani terbangun saat Aditya selesai sholat, "ah maaf mas aku ketiduran, sekarang ayo pulang, karena aku harus membantu bunda untuk membuat berkat untuk megengan,"


"baiklah dek, lebih baik kamu cuci muka dulu ya, agar segar dan tak terlihat kusut," jawab Aditya yang di turuti oleh Rania


keduanya pun pulang, dan tak lupa mereka membeli semua pesanan dari Aryan juga.


mereka juga membeli jeruk sepuluh kilo, dan segera pulang karena sudah hampir sore.


sesampainya di rumah Rania langsung berlari masuk untuk membantu Nurul.


ternyata benar, bundanya itu belum mencetak apem untuk megengan, "maaf ya bunda, aku tadi sempat ketiduran di rumah mas Aditya,"


"gak papa nak, tenang saja pasti semua selesai kok," jawab Nurul tertawa.


Rania benar-benar ahli saat membuat apem, dalam hitungan satu jam setengah.


gadis itu selesai mencetak apem panggang itu dengan bentuk yang sempurna.


Aditya ke dapur setelah selesai membantu mengangkat air mineral, "lihat ganteng, mbak Rania buat apa itu," kata Aditya yang mengendong Aslan.


"aduh nak Aditya jangan di gendong gitu, nanti Aslan manja loh kalau seperti itu," kata Nurul.


"tak apa-apa bunda, karena saya gemas dengan adik tampan ku ini, boleh aku mencicipi kue itu, sepertinya sangat enak," kata Aditya.


"tentu mas, ini sudah lebih dari cukup kok, Aslan turun dan makan kue ini bareng mas Aditya ya," kata Rania lembut pada adiknya itu.


"ya ya..." jawab bocah itu.

__ADS_1


Aditya pun tak mengira jika rasa apem bisa seenak itu, terlebih ada nangka di dalamnya dan juga pandan.


"ya Allah bunda, dek Rania, kue ini sangat enak, aku belum pernah makan apem seperti ini," jawab Aditya.


"itu resep dari ibu ku nak, dan beliau bilang apem selalu enak saat di berikan potongan nangka di dalamnya," jawab Nurul.


"iya bunda, hei adik kecil kamu ternyata suka ya, kamu sudah habis dua," goda Aditya pada adik ipar kecilnya itu.


"mau lagi mas?" tawar Rania.


"boleh dek, tapi yang hangat ya," kata Aditya yang menghampiri Rania.


Nurul tersenyum karena pria yang di pilih Rania begitu baik, "mas, endong..." kata Aslan.


"siap bos, ayo kita ke depan," kata Aditya yang membawa Aslan pergi.


Rania bersyukur karena Aditya begitu mudah beradaptasi dengan seluruh keluarganya.


bahkan pria itu sudah seperti mengenal keluarganya dengan sangat lama.


di rumah Wulan, setelah selesai membuat berkat di tampah, Wulan kini membungkus jajanan pasar untuk di bagikan nantinya.


kebetulan tadi Emily datang jadi dia memiliki teman untuk membungkus semuanya.


tak lama Fahri datang membawa apem dan kue sakura kukus, karena bu mut yang membuatkan kue basah itu.


"wah ternyata ada calon menantu yang gantiin, pantes gak telpon dan meminta aku cepat kesini, sini aku bantu juga agar cepat selesai," kata Fahri.


"kamu mau bantu saja banyak omong sih, sudah bantu saja Fahri, aku juga tau apa yang akan kamu minta kok," kata Wulan yang tau kebiasaan adiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2