Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
kami menolongnya.


__ADS_3

pria itu langsung melukai Raka yang langsung terpental jauh, terlebih luka di tubuh pria itu sangat parah.


saat dukun itu ingin membunuh Raka, Arkan langsung menancapkan bambu kuning itu ke dadanya.


"tak akan ku biarkan kamu membunuh ayahku," kata Arkan yang langsung menyentuh tubuh Raka.


dia pun memindahkan ilmunya pada tubuh Raka, agar pria itu tak terluka lagi.


Faraz dan Aryan tak bisa membunuh bocah iblis itu, bahkan tubuh mereka sudah sangat terluka parah.


"nyai,bantu aku menolong kedua putraku, dan bagaimana cara aku membunuh pria itu," kata Wulan berdoa dalam hati.


nyai Nawang merasuk ke tubuh Wulan, dan langsung melangkah maju ke dalam ruangan pertarungan yang terlindung oleh bacaan dzikir.


suasana berubah saat dia Wulan langsung menari di antara mereka, bocah iblis itu tiba-tiba berteriak kesakitan.


"sialan, Nawang aku akan membunuh mu," marah pria itu.


"ojo kakehan omong, kowe dudu tandinganku (jangan banyak bicara kamu bukan tandingan ku)," kata Wulan yang menyeringai.


dia langsung menyerang pria itu, sedang arakan fokus pada ayahnya, saat Raka kembali bernafas, arak langsung berdiri dan membantu Wulan.


Keduanya bertarung sengit, meski terluka parah, pria itu tetap tak terkalahkan.


sedang Faraz mengambil bambu kuning dan melilitnya dengan beberapa tulisan ayat suci Al-Qur'an.


kemudian menusukkannya ke kepala bocah itu, dan langsung mengikatnya dengan tali kain putih.


tiba-tiba bocah itu terbakar dengan sangat hebat, dan akhirnya mati, dan goa itu pun ikut terbakar.


tapi Faraz melihat sebuah keris yang keluar dari tubuh bocah biru dan mengambilnya.


keduanya pun terpental dan pingsan, Emily yang sudah tau permintaan dari Wulan pun bangun sari duduknya.


dia membangunkan Niken, gadis itu membuka mata dan melihat sosok Emily.


"Emily.... kamu disini?" kagetnya.


"kamu mau menolong Arkan, karena hanya kita yang bisa," tanya Emily.


"bagaimana caranya, aku tak memiliki kekuasaan apapun," jawab Niken.


"kamu punya," jawab Emily tersenyum.


Arkan dan Wulan makin kuwalahan, pria itu berkali-kali melemparkan kesaktiannya pada Arkan.

__ADS_1


"Ki Antaboga pinjamkan aku kekuatan mu," mohon Arkan yang langsung berubah menjadi setengah ular.


sedang Wulan terpukul mundur dan pingsan juga, Rasyid terkejut, pasalnya hampir semua yang berilmu tumbang, dan tinggal Arkan yang berjuang.


"Emi!!! lekas lakukan, jika tidak Arkan bisa mati terbunuh oleh dukun itu," marah Rasyid yang melihat keempat orang itu tumbang.


Suni keluar dan membantu Arkan , tapi dia juga bukan musuhnya.


"ha-ha-ha-ha, kalian semua bukan tandingan ku, karena di dunia ini tak akan ada yang bisa membunuhku!!" katanya menghina Arkan.


"jangan sombong, karena semua kuas dan kekuatan hanya milik Allah," kata arkan yang terluka parah.


"ha-ha-ha, kamu saksikan sendiri, setelah aku membunuh mu,maka aku akan membunuh semua orang yang ada disini," marah pria itu


Arkan sudah kembali ke wujud manusianya, karena tubuhnya sudah luka-luka.


bahkan dada Arkan sudah membiru karena pukulan ilmu hitam dari dukun itu.


"bagaimana cara menolongnya, katakan, aku tak ingin dia mati," panik Niken melihat sosok Arkan yang terluka parah.


"maaf, tapi kamu harus berkorban, salah satu dari kita akan kehilangan kemampuan, entah itu terluka dalam atau bahkan tak ingat apapun setelah pertarungan ini," kata Emily jujur.


"lebih baik aku kehilangan nyawaku dari pada aku harus kehilangan Arkan untuk selamanya, telebih dia harus mati di depan ku," kata Niken yang sudah makin panik.


dia pun berjalan ke balik punggung Niken, dan langsung menempelkan tangannya.


Rasyid bangun dari duduknya dan menghampiri istrinya itu, dia pun mulai membuka segel untuk dendam Emily.


"bangkit, tuntut balas, aku perintahkan pindah tubuh dan tuntut balas!" katanya dengan suara lantang.


"Argh...." teriak Niken kesakitan.


pasalnya kelopak dendam itu berpindah, beserta semua kekuatan Emily yang ada pada ustad Rasyid.


tapi ustadz Rasyid pun ikhlas jika istrinya terluka, terlebih dia tau perpindahan dendam itu bisa merenggut nyawa dari Emily.


istrinya pun sudah pingsan di pelukan ustadz Rasyid, sedang Niken sudah di penuhi dengan gambar Jawa kuno.


bahkan dari tubuhnya keluar rantai berwarna merah seperti darah, "maaf karena kami istri anda terluka," kata Niken.


"tidak apa-apa, tolong selesaikan ini," kata ustadz Rasyid.


Niken terbang dan langsung mencekik pria itu dengan rantai yang tiba-tiba terbakar.


"sialan... siapa yang berani melawan ku dengan laknat brokoseno," kata dukun itu memegang rantai itu.

__ADS_1


tapi kekuatannya tak bisa berkutik, melihat itu Arkan bangun dan memanggil tombak Cokro Geni lagi.


kini tombak itu terlihat mengeluarkan api biru yang menyebar ke seluruh tubuhnya.


"segera lakukan," teriak Niken yang mulai kesakitan karena kekuatannya.


Arkan melompat dan menancapkan tombak itu tepat di tengah tubuh dukun santet itu.


"kalian berdua tak akan membunuhku, karena aku yang akan membunuh kalian," kata dukun itu yang masih congkak.


"berhenti bicara, kami akan singkirkan kamu terlebih dahulu," kata Arkan yang langsung menarik tubuh dukun itu hingga terbelah dengan mudah.


kemudian di di lempar dalam keadaan terbakar tapi berlawanan arah.


Niken pun pingsan dan muntah darah, gadis itu pun terkulai lemas tak berdaya.


Aris datang bersama dengan semua orang dan polisi, mereka kaget menemukan semua sudah terkapar tak sadarkan diri.


"Arkan apa yang terjadi," kata Aris yang melihat putrinya dalam keadaan luka dan banyak darah di baju Niken.


"maafkan saya om..." lirih Arkan yang mengendong Niken.


Aris segera membantu pemuda itu, tapi tanpa terduga, sebuah keris di tusukkan ke perut Arkan.


"Arkan!!!" teriak ayu yang melihat pemuda itu tertusuk keris.


bahkan berkali-kali, ternyata Nia yang sedang mencoba membunuh Arkan, bahkan gadis itu menyeringai.


"kamu berani membunuh ayah ku..." lirihnya.


Arkan pun terjatuh dengan luka di sekujur tubuhnya, "dan sekarang giliran gadis sialan itu," kata Nia yang mendekat kearah Aris yang mengendong putrinya Niken.


"tidak, jangan mendekat," kata ayu yang mengambil sebuah bambu kuning yang ada di tanah.


"itu tak akan melukai ku," kata Nia menyeringai.


"tapi ini bisa Nia," kata Faraz yang menancapkan sebuah keris yang dia tadi dari tubuh bocah iblis itu.


Nia pun terluka tepat di jantungnya, Faraz meneteskan air mata, melihat itu ustadz Rasyid langsung meminta pertolongan pada kepolisian.


"maaf.... aku harus melakukan ini, karena kamu telah melukai adikku, karena aku harus melindunginya," kata Faraz yang kemudian menyimpan kerisnya.


Ki Antaboga berhasil menjaga nyawa Arkan agar tak mati, dan semua korban di bawa ke rumah sakit.


Faraz kini memiliki dua khodam penjaga, dan Arkan memiliki tambahan khodam baru yang menjaganya, tapi merenggut semua ingatan dan pribadi pria itu.

__ADS_1


__ADS_2