
Niken pun berangkat untuk menemui Nia, dua memakai baju yang cukup nyaman.
tak hanya itu dia sudah membawa tasbih pemberian dari Arkan untuk melindunginya.
"bunda, aku pergi ke rumah mbak Nia dulu ya," pamit Niken.
"baiklah, hati-hati ya nak," kata Ayu.
gadis itu pun pergi ke rumah Nia, dia tanpa rasa takut sedikitpun karena dia yakin jika Arkan selalu bersamanya.
dia sampai di rumah Nia sudah cukup sore itupun dia harus bertanya pada Nia, dan beruntung kemarin sempat bertukar nomor telpon.
saat sampai, Niken langsung mengetuk pintu rumah, tapi sebuah pukulan di terima gadis itu hingga pingsan.
"tak ku sangka, dia bisa mengantarkan nyawanya sendiri kesini, gadis ini pasti bisa mengantikan Nia, putriku akan selamat," kata pakde Kholik.
dia pun membawa tubuh Nia kedalam mobil dan mengikatnya, ternyata Nia juga sudah tak sadarkan diri.
mobil itu pun menuju ke sebuah hutan yang lumayan jauh dari desa itu, Arkan yang merasakan keburukan akan terjadi begitu marah.
rombongan yang di panggil oleh Raka datang, itu adalah rombongan dari para murid Arifin dan yayasan Miftahul Jannah.
Emily dan Rasyid tak terpisahkan, jadi keduanya yang ikut datang untuk membantu.
Arkan mengamuk di dalam kamarnya, entahlah amarahnya tiba-tiba memuncak tanpa sadar.
"buka pintunya, atau aku akan menghancurkan pintu ini," kata Arkan yang berteriak.
Aryan yang tanpa sadar membuka pintu pun terdorong, Raka menahan putranya itu tak kabur pun sia-sia.
Rasyid menahan pria itu dan Arkan tak bisa berlari lagi, Raka membuat Putranya itu pingsan.
tapi sayangnya dia kehilangan Faraz yang pergi dendam motornya, "ayah! mas Faraz pergi entah kemana!" teriak Aryan.
"sialan, dua bocah ini menyebalkan," marah Raka.
Wulan datang setelah menitipkan kedua putrinya, "buat Arkan bangun, karena saat ini kita sudah hampir terlambat," perintahnya.
"baiklah," kata Raka yang langsung menampar putranya itu langsung sadar.
arkan pun terlihat panik dan marah,"tenang Arkan, kita selamatkan semuanya," jawab Wulan.
"baiklah Amma, tapi tolong katakan apa yang harus aku lakukan," tanya arkan sedih.
"aku butuh Emily, dan mas Raka bagaimana dulu kamu menyegelnya," tanya Wulan.
"apa maksud mu dek?" tanya Raka tak mengerti.
__ADS_1
"segel mu terbuka oleh dukun santet itu, bahkan dia berhasil menyelamatkan anak iblis yang di kandung ibu kecil mu," kata Wulan yang nampak dingin.
"apa? kalau begitu mereka semua dalam bahaya," panik Raka.
mereka pun berangkat dengan mobil menuju ke arah hutan dimana raja menyegel sosok Vera.
raja tak habis pikir bagaimana bisa, apa mungkin karena waktu itu kematian dari Rafa yang membuatnya lemah.
tapi sekarang dia harus fokus, dan tak boleh kehilangan salah satu orang yang dia cintai lagi.
Faraz sampai di hutan yang pernah dia impikan dan juga ada ki item yang menuntunnya.
saat sampai Faraz tak langsung menuju ke tempat persembunyian itu, tapi dia mengikuti secara mengendap-endap.
terlihat ada tiga pria yang membawa tiga gadis, ketiganya pun di taruh di sebuah batu besar secara berjajar.
Faraz kaget melihat tiga gadis itu, ada Nia, Niken dan Nayla, kenapa harus ketiga gadis itu yang di bawa.
"bagaimana dengan yang aku bawa, apa kau bisa melepaskan Nia?" tanya pakde Kholik.
"sayangnya tidak, dan kalian berdua orang bodoh, ha-ha-ha" kata pria itu samping memberikan kode.
tiba-tiba kepala Keduanya terpenggal, pakde Kholik dan istri pun meregang. nyawa.
bahkan darah keduanya kini memancar dan memandikan bayi iblis peliharaan dukun itu.
bahkan dengan tak terduga bayi itu berubah menjadi seorang bocah dalam sekejap mata.
dukun itu langsung tertawa senang, terlebih yang dia harapkan untuk kesaktian akan segera dia dapatkan.
terlebih ada sebuah benda pusaka keramat yang ada di salah satu tubuh gadis yang sedang terbaring pingsan itu.
"tole, kemarilah, kita harus melakukan acara utama kali ini, dan timbal mu adalah dua gadis ini, kecuali gadis di tengah ini karena dua milikku," kata dukun itu tersenyum menyeringai.
"dukun biadab jangan berani menyentuh mereka bertiga!" teriak Faraz melemparkan sebuah garam dan daun Bidara bubuk.
untuk dukun itu tak mempengaruhi apapun, tapi bagi bocah jin itu dia kesakitan dan tubuhnya terlihat terbakar.
bahkan suara teriakan itu membuat telinga sakit, rombongan dari Raka juga mendengar itu.
tapi teriakan itu malah membangkitkan ilmu hitam yang di miliki Arkan, tapi beruntung pria itu masih bisa mengendalikan dirinya.
tapi warna mata Arkan sudah berubah keemasan. "kalian semua binasa!!!"teriaknya dengan keras.
mereka pun bergegas lari, tapi entah apa yang membuat arkan lari lebih cepat dari semua orang.
Faraz merasa sangat marah, terlebih mendengar sendiri jika tiga gadis itu akan di jadikan tumbal.
__ADS_1
"dasar bocah sialan," kesal pria itu.
pria itu mendekat secepat kilat dan langsung mencekik leher Faraz dengan kuat.
"aku akan membunuhmu, karena berani menantang ku, oh... apa salah satu dari tumbal ku adalah kekasihmu Hem..." kata pria itu yang mengeratkan cekikannya.
tak terduga, sebuah golok menembus dada pria itu dengan sangat cepat, golok itu bahkan menembus tubuh pria itu.
setelah itu Arkan mendorongnya hingga melepaskan Faraz, Aryan dayang menolong Faraz yang sudah terluka lehernya.
Arkan menunjukkan kemarahannya, bahkan separuh tubuhnya sudah muncul sisik ular.
"kamu berani menyentuh gadis milik ku dan milik saudaraku, maka hanya kenarian yang bisa kau dapatkan," marah Arkan berteriak.
"ha-ha-ha-ha, bahkan golok murahan ku itu tak berpengaruh padaku," ejek pria itu yang masih bisa bangun meski sudah terluka parah.
dan yang membuat tercengang, luka di dadanya bisa sembuh dengan satu usapan.
"tidak.... Arkan ****** melawannya, dia adalah guru dukun Suryo!" teriak Wulan.
"wah lihat itu, anak Suryo dengan nyai Nawang, sudah tua rupanya, ha-ha-ha-ha," ejek pria itu melihat Wulan.
Arkan pun menyerang pria itu, dan Aryan melawan bocah iblis itu yang begitu ganas.
Faraz membantu Aryan, keduanya terlibat pertarungan yang begitu sengit.
bahkan tubuh mereka terkena cakar beberapa kali, tapi mereka tak boleh jadi lemah.
Rasyid dan Emily memerintahkan semua murid mereka menyelamatkan ketiga gadis itu.
mereka mulai membuat lingkaran dan mulai membaca istighfar dan tasbih terus menerus untuk mengunci para iblis itu agar tak bisa menjauh.
dukun itu pun terkurung bersama Arkan, Faraz dan Aryan, saat Raka masuk kedalam lingkaran, tiba-tiba suasana sangat mencekam.
dukun pemakan manusia itu menatap Raka, "ki Wira Sanjaya sialan!!!!" teriaknya menyerang Raka.
kesempatan itu, Arkan melemparkan tombak Cokro Geni ke arah kepala pria itu hingga hancur sebelah.
tapi tak terduga, pria itu tertawa dan bisa memulihkan kondisinya sendiri, "ha-ha-ha-ha, ilmu cetek mau melawan ku, mimpi! ha-ha-ha-ha!!!"
Raka langsung membaca doa dan mencabik perut pria itu yang fokus dengan Arkan.
dia langsung memasukkan tangannya dan sebuah bungkusan pecah di dalam perut pria itu.
"subhanallah wal hamdulillah wala Illa ha illaloh hu Allah hu Akbar, A‘uudzu bi kalimaatillaahit taammah min kulli syaithoonin wa haammah wa min kulli ‘ainin Laammah,"
"argh.... bocah sialan!!!" teriaknya yang merasakan tubuhnya terbakar.
__ADS_1