Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
melawan dukun pelet 2


__ADS_3

Faraz sampai di kampus, Aryan langsung menghampiri saudaranya itu, "hei bung, kamu dari mana saja, kenapa baru sampai?"


tapi Faraz tak menggubrisnya, pasalnya dia masih heran melihat tingkah lestari tadi.


Aryan merasa di abaikan, terlebih pikiran Faraz tak di sana, Aryan mengoyangkan tangannya di depan wajah Faraz dan pria itu tetap tak fokus.


"dor .. kamu memikirkan apa sih," kesal Aryan mengejutkan saudaranya itu.


"ah maaf, aku memang sedang tak konsen, ada apa Aryan?" kata Faraz yang terkejut.


"memang kamu sedang memikirkan apa sih, sampai gak fokus begitu?" tanya Aryan penasaran.


"tadi saat mau pergi setelah beli rokok, tak sengaja aku melihat lestari, dan tatapan matanya kosong, dan yang paling mengerikan, aku di dorong dengan kekuatan besar, bahkan tubuhnya begitu panas," jawab Faraz menjelaskan.


"sepertinya dia terkena pelet, tapi aku tak bisa memastikan jika tak melihatnya sendiri,ya sudah pasti ayah akan membantunya, sekarang ayo masuk sepertinya dosen akan Segera masuk kedalam kelas," ajak Aryan.


"baiklah, ayo kita masuk kedalam," jawab Faraz.


lestari sampai di rumah, gadis itu tak peduli dengan apapun, dia langsung masuk kedalam rumah.


pak lurah kebetulan sedang bersama Raka, dan keduanya kaget melihat lestari yang langsung nyelonong masuk.


"lestari, sikap apa ini? kamu dari mana jam segini baru pulang," tegur pak lurah pada putrinya itu.


"habis dari rumah nur, sudah ayah lestari lelah,mau tidur," jawab gadis itu.


"aduh anak ini makin keterlaluan, kenapa makin tak sopan saja," geram pak lurah.


"sudah pak jangan marah, sepertinya putri bapak dalam pengaruh seseorang, kita tunggu saja apa yang dia inginkan, dan saya tak sanggup melawannya, jadi saya harap bapak mau menunggu kedua putra ku pulang kuliah," kata Raka yang bergegas pamit.


"baiklah mas Raka, saya mengerti," jawab bapak itu.


Raka akan melacak dukun mana yang memberikan ilmu hitam pelet ini, karena beberapa dukun sudah tidak beroperasi.


terlebih aura di dalam tubuh lestari sangat tipis hingga sulit di terka apa lebar pelet atau hanya ketempelan makhluk Astral.


Raka sampai di rumah, Husna langsung memeluk Raka, "uluh-uluh... gadis cantik ayah, tumben manja sekali,"


"us.. us... us..." kata Husna seperti mengusir sesuatu.

__ADS_1


tapi Raka menoleh tak melihat apapun, tapi Husna terus berbicara seperti mengusir sesuatu.


sedang di dalam rumah, terdengar suara tangisan dari Aluna,bayi mungil itu terus menangis meski sudah di berikan saran oleh Wulan.


Raka mengendong Husna masuk kedalam, dan melihat akibat yang menangis Husna juga ikut menangis.


Raka yang kurang fokus pun tak sadar jika ada mahluk yang mengincar putrinya Aluna.


tapi setelah Husna menangis, mahluk itu hilang dengan sendirinya, bahkan beberapa mahluk khodam pun kaget dan kabur.


Husna pun tenang, begitupun Aluna, Raka baru bisa melihat dengan jelas, "ada apa ayah?" tanya wulan.


"ah tidak ada, sepertinya ada sesuatu yang seperti baru saja terbuka pada diriku, sepertinya ada sesuatu yang menutup mataku hingga tak bisa melihat hal janggal," jawab Raka.


Husna mencium kedua mata Raka dan kemudian bertepuk tangan dengan senang.


"aduh Husna, kena ingus ini mata ayah, dasar gadis ini..." kata Raka gemas


Wulan hanya tertawa melihat suaminya itu, pasalnya rumah mereka makin rame dengan adanya Faraz dan Husna.


di kampus, Aryan malah menguap beberapa kali karena kelas kali ini menurutnya sangat membosankan, sedang Faraz fokus pada pelajaran di depan.


Nayla yang melihat Aryan yang beberapa kali hampir terhantup meja tersenyum, pasalnya pria itu sudah sangat tak bisa menahan kantuknya.


"lihatlah Aryan, dia sangat mengenaskan, dari tadi dia menahan kantuknya," jawab Nayla.


"idih... di matamu memang selalu hanya Aryan yang nampak, semua pria yang lain abstrak ya," kata Vani meledek temannya itu.


"biarin kenapa, asal kamu tau, dia itu adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup ku," jawab Nayla.


"iya iya, aku tau," jawab Vani yang hampir muntah jika Nayla mulai bercerita tentang Aryan dan saudara kembarnya.


tapi bagi Vani, Faraz adalah yang paling tampan, pasalnya meski terlihat cuek, tapi sebenarnya dia itu sangat perhatian.


meski kadang di salah artikan oleh semua mahasiswi yang di bantunya.


akhirnya kelas selesai, Aryan langsung menaruh kepalanya di meja, tapi Faraz menariknya, "ayo ambil air wudhu biar tidak mengantuk,"


"malas... aku ingin tidur...." jawab Aryan yang terdengar sangat lemah.

__ADS_1


"kamu lupa jika kelas selanjutnya adalah kelas dosen killer, dan dia bilang kita ada kuis, kamu lupa?" kata Faraz menginggatkan.


"ah iya, aku lupa, aku ke toilet dulu," jawab Aryan langsung berlari pergi.


Faraz pun mengikuti sepupunya itu juga ke toilet, tapi saat di depan toilet tak sengaja Faraz menabrak seseorang.


"maaf ya mbak..."


gadis itu menoleh, pasalnya dia tak mengira jika ada yang bisa melihatnya bahkan bersentuhan dengannya.


Faraz yang baru sadar akan sesuatu berhenti melangkah dan menoleh, dan benar saja gadis itu tak nampak di tanah.


"mampus..." gumam Faraz.


"tolong aku..." kata hantu gadis itu.


tak terduga, Aryan langsung menghanguskan arwah itu dengan mudah, "sudah ku katakan jangan menganggu para teman ku, dasar hantu ganjen," kesal Aryan yang sudah segar.


Faraz melemparkan Hoodie hitam milik pria itu, "sudah ayo makan, aku lapar,"


"siap bos, traktir ya," kata Aryan yang bergegas menghampiri kakak sepupunya itu


Broto datang bertamu ke tempat temannya yang masih menjalankan praktik perdukunan.


"Broto, akhirnya kamu sembuh juga, kenapa bisa dukun sakti seperti mu berakhir begini?" tanya dukun Warno menghina temannya itu.


"wes kapok gak ilok, aku ketemu keluarga seng ternyata khodam e sak alam ghaib Dewe, kamu tau mereka bahkan membuatku hampir binasa karena semua jin peliharaan ku di binasakan," jawab dukun Broto.


"memang e jek onok, tapi aku tidak percaya, oh ya sekarang aku sek ngarap arek nok deso xxx, bocah itu tak pelet gawe ilmu yang kita dapatkan terakhir kali," jawab dukun Warno sombong


"golek mati koen, desa itu adalah desa yang tak seharusnya kamu ganggu, karena orang yang mampu hampir membunuhku tinggal di sana, bahkan santet pulung Geni seni sek tak kirim balek moleh," jawab dukun Broto.


"itu tidak mungkin, buktinya aku baik-baik saja," jawab dukun Warno dengan congkaknya.


dia belum sadar jika salah satu lelembut kesayangan Faraz sedang memantaunya.


mahluk itu hanya tertawa di sudut rumah, sebuah burung kecil yang memang berwarna hitam hingga nyaru dengan sekitarnya.


burung itu terbang ke luar dan berubah menjadi sebuah mahluk bersayap menyerupai kelelawar dengan gigi taring yang panjang.

__ADS_1


mahluk itu juga mengunakan kalung pelindung Ki Gondo Rekso, yang hanya di berikan pada keturunan yang terpilih.


sebelum ini adalah Rafa, dan kini mahluk itu mengabdi pada Faraz sebagai gantinya, Faraz harus melakukan sedikit puasa setiap bulannya di tanggal tertentu.


__ADS_2