
orang tua Siska bingung, pasalnya tadi sudah ada dokter tapi dokter itu mengatakan bahwa tidak ada hal yang aneh.
"kenapa masih diam, bantu putrimu, dia sedang kesakitan!" kata ibu Siska yang tak tega melihat kondisi putrinya.
"tapi harus bagaimana, dokter saja bilang jika tadi dia tak mengalami ganguan pada tubuhnya," jawab bapak Siska.
"kalau begitu cari dukun atau apa gitu, kenapa kamu hanya diam saja," kata ibu Siska.
akhirnya pria itu pun pergi mencari orang pintar atau lebih tepatnya dukun.
dia ingat jika ada seorang orang pintar di tetangga desanya, dia langsung bergegas menuju ke tempat itu.
sesampainya di rumah itu, tak nampak rumah seorang dukun, hanya sebuah rumah biasa.
"permisi ... pak! bisa tolong putri saya," kata pria itu mengetuk dengan panik.
"iya, tunggu sebentar, anda mau apa?" tanya pria berbaju hitam itu.
"tolong putri saya pak, saya tadi sudah memanggil dokter, tapi dokter bilang dia tidak sakit, tapi aneh jika putri ku menangis dan berteriak kesakitan," kata pria itu panik.
"itu karena putrimu membuang pembalut yang kotor begitu saja, dan itu yang membuatnya kesakitan, sekarang ayo kita ke sana, kita lihat kondisinya dulu," ajak pria itu.
"terima kasih pak?"
"panggil aku pak Luwih," kata pria itu yang langsung naik ke atas motor pria yang menjemputnya.
tak butuh waktu lama untuk mereka sampai, benar saja saat di rumah keluarga itu.
sudah terlihat begitu banyak makhluk yang mengerumuni rumah itu, tak lama terdengar suara teriakan yang begitu keras.
"Siska!" panik bapak Siska.
__ADS_1
pak Luwih sedang membakar menyan yang tadi di bawanya, dia pun berjalan masuk.
melihat ada pria yang mengunakan ikat kepala yang masuk kedalam rumah.
para makhluk yang awalnya berkerumun pun langsung berpencar dan ketakutan.
pria itu masuk kedalam rumah dan mengikuti darah yang hanya bisa di lihat oleh dirinya.
darah itu keluar begitu deras dan mengalir, dan dia melihat itu dengan mata ghaibnya.
dan di bawah ranjang Siska, ada tiga makhluk terkuat yang sedang menjilati darah kotor itu.
Siska sudah tak sadarkan diri karena darahnya yang terus mengalir tanpa henti.
pak Luwih pun mengeluarkan keris dan mengusir ketiganya, dia terpaksa menyiksa tiga makhluk itu.
"pak tolong putriku, dia tidak sadarkan diriku," mohon ibu Siska.
"yang terpenting sekarang, cari pembalut kotor milik putrimu, karena kita harus membakarnya tapi sebelum itu kita harus melakukan sesuatu," kata pak Luwih.
"sebentar .... di sebuah rumah, dan rumah itu memiliki pembuangan sampah dan rumah itu dekat Mushola," kata pak Luwih yang melakukan penerawangan dengan mata batinnya.
"Siska tadi izin main ke rumah Rania, kalau begitu cepat pak, jika tidak putriku akan terus tersiksa seperti ini," kata ibu Siska.
"baik pak, mari kita berangkat kesana," ajak bapaknya Siska.
"mari pak,"ajak pria itu.
mereka bergegas ke rumah Rania, meski sudah malam mereka tak bisa menunggu karena nyawa Siska yang di pertaruhkan.
mereka menuju ke rumah Rania, di sepanjang di jalan terlihat banyak makhluk yang di sekitar jalan.
__ADS_1
saat sampai di rumah Rania, rumah itu nampak ramai, karena lampu rumah menyala.
bapak Siska pun segera mengetuk pintu, dan Aditya membukakan pintu untuk kedua orang itu.
"kalian sudah di tunggu di belakang, dan karena ulah putri kalian, istriku juga hampir mati!!!" teriak Aditya marah.
"maaf nak, nanti kita bisa bicara lagi, tapi sekarang ini lebih penting dari amarahmu," kata pak Luwih.
mereka pun buru-buru menuju ke area belakang rumah, pak Luwih terpental saat ingin masuk kedalam rumah.
bahkan pria itu muntah darah karena dia tak bisa masuk kedalam rumah yang memiliki perlindungan begitu banyak.
"owh... ku kira anda akan membawa seorang kiai, tapi sayang saya salah, lebih baik sekarang anda lewat samping karena tak mungkin anda bisa masuk lewat depan," kata Raka yang menghampiri keduanya.
"itu tak masalah, karena aku bukan tandingan anda, terlebih baru kali ini aku bisa melihat pria yang bisa membunuh dukun sakti Suryo," kata pak Luwih yang bangun.
mereka pun lewat samping, Wulan sedang menunggui Rania yang masih lemas.
sedang di belakang, terlihat ada Rafa yang sedang menunggu sambil membawa tasbih.
"ha-ha-ha ku kira akan bertemu dengan wanita yang di lahirkan itu, perempuan yang dilahirkan dengan kekuatan besar, tapi nyatanya tidak, dan anak muda minggir biar aku yang membereskan semuanya," kata paj Luwih.
"silakan saja pak, mereka sudah menunggu anda, sepertinya anda tentu tau siapa pemilik mereka, bukan begitu dukun Luwih mantan asisten dari dukun Suryo," kata Wulan yang keluar dari pintu dapur.
"sayang kembalilah, jaga Rania kita memiliki penjaga yang kuat sayang," kata Raka.
"tidak mas, aku ingin melihat murid yang berani berdiri dan mencariku, pasti dia sengaja mengirimkan ketiga makhluknya untuk menyelidiki kita, tapi sayang mereka tergoda oleh hal kotor itu, jadi pak Luwih bagaimana saat ini kamu sudah menemui kami berdua, yang susah membunuh guru ilmu hitam mu," kata Wulan yang berdiri di samping Raka.
Rafa pindah ke area dapur, dan tiga mahluk itu sudah berubah jadi abu dengan berpindahnya Rafa.
dan pembalut kotor itu juga terbakar, pak Luwih pun menyeringai melihat kedua orang yang sudah sangat lama membuatnya penasaran.
__ADS_1
"ternyata aku tak perlu mencari kalian, tapi kalian sendiri yang mengundang maut kalian ke sini," kata pak Luwih tertawa.
pria itu mendorong tubuh bapak Siska hingga terpental jauh, pria itu pun pingsan karena menabrak tembok rumah.