Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
tak berguna menyesal.


__ADS_3

mereka sampai di sebuah rumah sakit, di sana ada ustadz Rasyid dan ustadz Arifin juga, dan keluarga besar mereka.


"bagaimana ini, kita harus menghapus tanda dendam itu, jika tidak Arkan dan Emily akan meninggal dunia," kata Raka yang berusaha tegar.


"hanya ada satu pilihan ayah, kita korbankan putri kita untuk menyelamatkan mereka, demi Arkan..." mohon Wulan.


"tidak, biar aku saja, yang memang seharusnya sudah meninggal dari awal, dan dengan lancang mengubah takdir dari ketentuan yang sudah di gariskan," kata Sekar.


"itu sudah seharusnya, terlebih cucuku juga seperti ini karena mu juga, seandainya dulu, putra ku yang tak tergoda mungkin keluargaku tak akan seperti ini," kata opa Emily.


"tapi sepertinya tidak bisa, kita harus mencari seseorang yang bisa menjaga Emily yang harus menemaninya seumur hidup, tapi itu bukan Arkan, karena mereka bukan takdirnya," kata Wulan yang melihat benang yang yang berbeda antara kedua orang itu.


"biar saya saja, insyaallah saya bisa, terlebih Emily dan Bu Sekar begitu membantu saya, jadi apa salahnya jika saya balas Budi," kata ustadz Rasyid.


"baiklah, ustadz Arifin panggil semua muridmu, malam ini kita melakukan penghapusan semua dendam yang tejadi," jawab Raka yang nampak serius.


malam itu, Aryan di minta menjaga keselamatan dari Arkan bersama Wulan.


sedang Raka dan seluruh murid ustadz Arifin membentuk lingkaran dan mengelilingi Emily dan ustadz Rasyid yang di baringkan di tengah lingkaran.


kalimat syahadat dan tasbih mulai terdengar, Sekar datang dan langsung masuk dalam wujudnya yang sesungguhnya.


Wulan menyentuh ubun-ubun Putranya, sambil menyerahkan semua hidupnya untuk keselamatan keduanya.


Arkan muntah darah hitam dan berhasil kembali ke tubuhnya, sedang Sekar masih berusaha menarik putrinya.


sekarang mendorong Emily dengan kekuatan terakhirnya, gadis itu pun kembali dan sempat terbang dan jatuh cukup keras.


perlahan tubuh Sekar memudar, Raka berjalan dan mengambil sebuah tali yang di temukan oleh Sekar.


"Rasyid, sekarang kamu tak boleh melukainya karena dia aku percayakan padamu, maaf ... karena keinginan banyak pihak tak bisa terpenuhi, karena dia bukan jodoh Arkan," kata Sekar yang memberikan ujung lain pada ustadz Rasyid.


"saya terima amanah ini, dan saya akan selalu mendoakan anda," kata pria itu yang sudah sadar.


Emily sudah di bawa ke rumah sakit kota, dan ustadz Rasyid pergi menrmsni gadis itu.


sedang di rumah sakit, Wulan sempat pingsan karena kelelahan, tapi Arkana datang dan memberikan kekuatannya.

__ADS_1


"tong jaga mereka ya mas, karena aku garis kembali bersemedi," kata Arkana yang juga sebelum hilang


Arkan dan Aryan pun terdiam, keduanya tak mengira begitu banyak orang yang terluka.


"jadi karena hal itu kalian tak bisa terpisahkan, dan aku hujan jodoh Emily ..." gumam arkan.


"maafkan aku, aku juga bukan tuhan yang bisa menjodohkan setiap manusia, dan untuk kekuatan Emily, setengah kekuatannya ada padaku, dan sebagian lagi hilang karena tanda itu juga lenyap," jawab ustadz Rasyid.


"Amma juga kehilangan ilmunya Deni kami, ayo kita kembali Arkan..." kata Aryan.


"tidak bisa kekuatan ku lemah, aku tak bisa rasa sakit ini terasa begitu menyiksa ku," jawab Arkan yang memang mulai memucat.


semua panik, sudah satu setengah jam ketiganya belum juga sadar, "bunda lepaskan, aku ingin menolong arkan, dia kemarin sudah menyelamatkan ayah...."


"tapi kamu tidak memiliki kekuatan, bahkan ayahnya dan juga ustadz Arifin tak bisa menembus pelindung kekuatan itu," tahan Ayu.


"bunda percaya padaku, aku akan baik-baik saja, putrimu ini kuat," kata Niken meyakinkan ibunya.


Aris pun mengangguk, akhirnya Ayu pun melepaskan tangannya, Niken, Nayla, dan Emily berdiri tepat di atas kepala ketiganya.


Niken terus membaca tasbih dengan tasbih pemberian dari Arkan, dia melepas gelang milik Arkan.


"bangun Arkan ... kamu membuat kami semua khawatir ..." panggil Niken menyentuh pipi arkan.


Tiba-tiba Arkan sadar dan terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya.


Aryan dan ustadz Rasyid juga sadar tapi keduanya nampak begitu kesakitan.


Raka segera memberikan air yang sudah di doakan, Niken pun menepuk punggung Arkan pelan.


tiba-tiba pria itu muntah dua buah keris kecil, "apa ini?" tanya Niken .


tiba-tiba salah satu keris itu masuk ke dalam tubuh Niken.


"tidak!!" teriak Arkan yang telat menyerah keris itu masuk kedalam tubuh Niken.


"argh... panas!!" teriak Niken yang kemudian pingsan di pelukan Arkan.

__ADS_1


"apa yang harus aku lakukan," kata arkan yang terpaksa mengambil dan menelan keris yang satu lagi.


keduanya pun tak sadarkan diri, Wulan terduduk lemas, keris yang duku berusaha di buang suaminya.


kini telah kembali pada keturunan dari nyai Nawang dan Ki Wira Sanjaya, bahkan juga melukai gadis yang tak berdosa.


acara pengajian tetap berjalan, meski terjadi insiden, Arkan dan Niken sudah sadar dan duduk di teras rumah


sedang Emily dan ustadz Rasyid sudah berkumpul bersama semua tim marawis dari pondok ustadz Arifin.


Nayla duduk berdekatan dengan wulan untuk membantu menjaga Aluna.


ayu awalnya sangat khawatir tapi berkat penjelasan Wulan dan juga Raka, akhirnya dia pun pasrah dan percaya jika putrinya tetap bisa hidup normal.


pengajuan selesai pukul sebelas malam, saat semua orang mulai bubar dan meninggalkan masjid.


tiba-tiba terdengar suara benda jatuh cukup keras, sebuah kepala berukuran besar jatuh tepat di depan rumah keluarga Raka.


"juragan Aris mati..." kata kepala itu yang kemudian menyala seperti api.


Arkan yang memang tak ingin berlama-lama menyiramkan air garam yang bercampur daun Bidara.


santet kiriman pun kembali mental, "sebenarnya ayah melakukan kesalahan apa hingga terus di teror seperti ini," tanya Niken.


"tenang Niken, kita bicarakan semua saat bersama keluarga intim saja," bisik Arkan.


Emily pun di ajak pulang oleh ustadz Rasyid dan rombongan, sedang juga ikut pamit, tak lupa gadis itu memberikan hadiah pada Aryan sebagai ucapan terima kasih atas perlindungannya selama di tempat wisata.


ya meski Nayla putri dari seorang yang bisa di bilang kaya, tapi gadis itu selalu berpenampilan sederhana hingga semua mengira jika Nayla adalah gadis miskin.


Ayu menenangkan putrinya uang sedang kalut, terlebih itu hanya masa lalu dan sebuah kekhilafan uang tak sengaja di lakukan oleh Aris.


"tinggi sayang jangan tak sopan dengan ayah mu, percayalah jika dia adalah orang yang baik," kata Ayu


"tapi kita selalu di teror bunda, apa salah kita," kata Niken sedih.


"tenang saja, sekarang dukun dan wanita pengirim santet itu sedang kesakitan, karena kedua tunggangan kami sudah melakukan tugasnya," kata aryan.

__ADS_1


__ADS_2