Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
bukan seimbang juga


__ADS_3

Ki Sesnag pun pergi bersama dengan Suni karena tugas mereka selesai tak tak perlu berurusan dengan orang yang mudah kalah seperti itu.


sedang di rumah, Arkan masih mencoba untuk mempertajam penglihatan mata batinnya.


Wulan merasakan ada sesuatu di kamar putranya, dua pun bergegas mengetuk untuk mengetahui semuanya.


"ada apa Amma?" tanya Arkan.


"tidak ada, Amma hanya merasa jika kamu sedang melakukan sesuatu," tanya Wulan pada putranya.


"ah itu, aku sedang berlatih untuk mengembangkan keterampilan ku, oh terlebih beberapa hari ini aku mimpi buruk Amma," jawab Arkan.


"kamu mimpi apa?" tanya Wulan yang duduk di ranjang.


"aku mimpi Amma, ayah dan Tante Sekar mengalami tragedi yang berdarah hingga membuat kalian bertiga meninggalkan kami," jawab Arkan.


"berdoa saja, toh di dunia ini tak ada yang sempurna nak, umur dan kematian adalah rahasia sang ilahi," kata Wulan tersenyum.


Arkan pun mengangguk, Wulan melihat ada sebuah kotak kayu jati di samping meja kasir Arkan.


"kotak apa itu?" tanya Wulan.


"itu kotak arwah pemberian eyang, aku perlahan membantu para arwah untuk kembali," jawab Arkan yang juga menunjukkan lonceng berbentuk ular sebagai hiasan.


"baiklah, tetap hati-hati ya," kata Wulan yang meninggalkan tempat arkan.


Raka selesai mengaji dan duduk di ranjang sambil menekuk istrinya, "ada apa dek? kenapa murung begini?"


"tidak mas, aku tadi mendengar ucapan arkan tentang mimpi tentang kita yang bersimbah darah, entah apa firasat yang dia rasakan," jawab Wulan merasa sedih.


Raka tau jika mereka terlalu sering menghadapi tantangan, terlebih usia keduanya juga sudah mulai tua.

__ADS_1


"kita sudah berhenti, biarkan anak-anak yang menyelesaikannya sekarang, dan lagi aku ingin menikmati hari-hari kita," kata Raka.


"iya mas, aku mengerti itulah kenapa aku meminta prabu Wira Sanjaya untuk menarik semua pengawal yang ada di diriku, dan menginggatkan Sekar tentang waktunya," kata Wulan.


"ya kamu benar, sudah sekarang kita istirahat dan besok kita harus mulai menjalani hidup seperti orang biasa," kata Raka.


sedang di rumah Dewi, ramai begitu banyak orang, pasalnya kakek Dewi yang selama ini di anggap sebagai orang pintar dan sakti.


sedang merasakan sakit tapi tak tau apa yang terluka, pria itu terus berteriak keras jika dadanya luka parah.


tapi bagi orang awam pria itu tak terluka sana sekali, bahkan tubuh Dewi kini mulai hitam dan ada luka yang mengeluarkan cairan lengket berbau tidak sedap.


"sebenarnya apa yang terjadi, ini pasti ada yang mengirimkan santet, lihat saja kakek idon dan Dewi sampai seperti ini, kasihan nenek Sumi," kata para warga.


Dewi terus menangis menahan sakit, warga pun heran bagaimana bisa di bulan ramadhan seperti ini ada santet.


"tapi yo aneh Jo, yo mosok onok santet Saiki, kan Iki ulan poso Jo, ( ya aneh Jo, masak ada santet, ini kan bulan puasa,)" kata warga yang lain.


"sekarang kalian bisa menuntut balas," gumam pria itu.


"roh ing donya fana, arang mbales dendam lan cepet bali menyang donya langgeng kanthi tentrem. (arwah di dunia fana, sejarang balas dendam kalian dan segeralah kembali ke dunia kekal dengan tenang.)" kata sang wanita melepas semua ikatan yang membelenggu arwah-arwah yang penuh dendam itu.


gumpalan asap hitam mengepung rumah dukun palsu itu, mereka ada semua korban yang dia jadikan tumbal kesaktiannya.


"kita lihat bagaimana pria bedebah yang mengaku dukun santet Sakri itu, mati di tangan korbannya," kata pria itu tersenyum menyeringai.


sedang gadis di sampingnya membuka buku kuno yang di bawanya, keduanya menaruh tangan di buku itu dan membaca mantra.


"꧋ꦱꦪꦤꦶꦪꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦥꦼꦂꦧꦸꦮꦠꦤ꧀ꦧꦻꦏ꧀ꦝꦤ꧀ꦧꦸꦫꦸꦏ꧀ꦝꦶꦣꦸꦤꦶꦪꦣꦼꦩꦶꦩꦼꦩ꧀ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦥꦫꦄꦂꦮꦃꦪꦁꦥꦼꦤꦱꦫꦤ꧀‌ꦧꦶꦪꦂꦏꦤ꧀ꦩꦼꦉꦏꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦏꦼꦄꦏ꦳ꦶꦫꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦣꦼꦤ꧀ꦝꦩ꧀‌ꦏꦩꦶꦄꦏꦤ꧀ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦱꦶꦪꦥꦥꦸꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦩ꧀ꦧꦸꦠꦸꦃꦏꦤ꧀‌ꦆꦤꦶꦗꦚ꧀ꦗꦶꦏꦩꦶ꧉. (saya niatkan perbuatan baik dan buruk di dunia demi membantu para arwah yang penasaran, biarkan mereka kembali ke akhirat tanpa dendam, kami akan membantu siapapun yang membutuhkan, ini janji kami.)"


itu adalah sumpah yang harus di ambil oleh para pembimbing dan pembebas arwah, keduanya pun akan pergi jika urusan mereka selesai.

__ADS_1


di rumah itu mulai terdengar teriakan dari kakek idon, pasalnya dia melihat begitu banyak arwah dari korbannya yang puluhan orang.


"mati... mati ... mati ..." kata para arwah yang menuntut balas itu.


luka yang di sebabkan oleh Suni terus memburuk hingga mengangga dan mulai mengeluarkan darah segar.


para warga bingung karena tak tau dengan apa yang terjadi, pria tua itu pun berdiri di depan semua orang.


"mbak idon!" kaget semuanya melihat pria itu berdiri.


pria tua itu memegang kepalanya sendiri dan memutarnya hingga terdengar suara .. KRAK ..


pria itu mati dan dari tubuhnya terdengar suara gemeretak tulang patah.


Mbah Sumi yang melihat itu pun hanya bisa menangis, sedang Dewi juga tak bisa melakukan apapun karena dia juga sedang kesakitan.


semua arwah kini muncul di depan dua orang berpakaian serba hitam itu.


"sekarang kami sudah menyelesaikan semuanya, kami pamit, dan terima kasih sudah mau membantu kami, kalian adalah orang-orang yang baik," kata seorang arwah ibu yang mengandeng anaknya.


di buku pun muncul sebuah lambang tusuk konde saat semua arwah itu pergi.


"lambang kedua, benda yang di butuhkan untuk membinasakan ilmu dari keluarga Cokrodipogeni,"


"kamu benar dan aku tau siapa yang punya tusuk konde ini, dan menjadi titisan Nyai Lastri di tahun ini," kata pria itu saat melihat gambar tusuk konde itu.


keduanya pun pergi saat sudah melihat kematian dari dukun santet itu, sedang di sebuah rumah mewah yang persis padepokan.


seorang pria marah, anak buahnya yang setia kembali mati oleh timbal mereka sendiri.


"bodho, sapa sing wani nantang aku, pikirmu sakwise nglarani Nyai Rahayu, gampang mateni aku, iku impenmu, ora bakal tak uculake amarga aku iki kulawarga gedhe Cokrodipogeni. (goblok, siapa yang berani menantangku, kalian pikir setelah membuat nyai Rahayu terluka, kalian bisa mudah membunuhku itu mipi kalian, tak akan pernah aku biarkan karena aku keluarga besar Cokrodipogeni.)," marah pria itu sambil menghunuskan keris ke sebuah ayam cemani yang sengaja di sembelih untuk menjaga tubuh wanita yang sedang terluka parah itu.

__ADS_1


karena bagaimanapun jika wanita itu mati, maka akan sulit membangunkan ratu santet yang harusnya segera lahir untuk menguasai dunia ini.


__ADS_2