Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
lagu lama say


__ADS_3

para warga pun langsung menutupi kedua warga itu dengan kain putih, pasalnya tidak baik jadi tontonan.


"pak kepala dusun, sebaiknya segerakan pemakaman mereka, takutnya akan ada kejadian buruk lagi, mengingat mereka memiliki perjanjian dengan setan," bisik Raka


"baik mas, saya akan memanggil para pengurus jenazah yang sudah kita bentuk," jawab pak kepala dusun itu.


mereka pun tak menunda lagi, Wulan memimpin tim pengurus jenazah wanita, sedang Rafa menjadi ketua pengurus jenazah pria.


mereka sedang Raka menemani para penggali kubur menggali lubang untuk pemakaman kedua jenazah itu.


Raka meminta bantuan Sesnag untuk mengusir makhluk babi ghaib yang mengelilingi pemakaman umum itu.


tapi beruntung mahkluk-makhluk itu tak bisa mendekat karena Sesnag, begitupun di aula dusun.


pukul dua belas malam, pemakaman baru bisa di laksanakan, sepanjang jalan menuju pemakaman desa.


terdengar suara tertawa dari dan juga ringkikan babi, Arkan dan Aryan menyebar garam kasar.


Rafa menyebar beras kuning bercampur bunga di depan kedua keranda.


di pemakaman desa, terlihat Raka yang berdiri seorang diri, tapi aura pria itu begitu kuat terasa.


pemakaman berjalan dengan lancar, meski tadi sebelum masuk makan kedua jenazah terus lebih panjang di banding lubang makam.


Raka pun berdo'a dan akhirnya kedua jenazah bisa di makamkan dengan layak.


setelah doa yang di pimpin Rafa usai, mereka semua pun akan pulang ke rumah masing-masing.


tapi saat baru sepuluh langkah dari dua gundukan baru malam itu, terlihat asap yang mengepul dan terdengar suara teriakan.


"sudah ayo pulang, Arkan jangan berani mendekat, cukup bantuan kita, sekarang amal mereka yang menentukan balasan yang harus di terima," kata Raka yang merangkul putranya itu.

__ADS_1


sesampainya di rumah semua langsung mandi, Raka mengumpulkan baju yang mereka pakai tadi dan langsung membakarnya.


saat Raka membakar baju itu, terdengar suara burung dares lewat begitu pendek dan keras.


"innalilahi wa ilaihi Raji'un...."


wulan menghampiri suaminya, "sudah ayah, ayo masuk dan istirahat, ini sudah sangat malam,"


"iya Amma, dan sepertinya aku butuh dirimu malam ini," kata Raka tersenyum manja


"apa kamu tak pernah mengatakan itu, padahal ayah sering memintanya loh," kata Wulan.


"habis aku selalu tak bisa berhenti saat sudah melakukannya dendam mu," bisik Raka.


Wulan pun mengajak suaminya masuk, sedang Sesnag dan Suni duduk menunggui api itu hingga padam.


malam itu begitu banyak pulung terbang yang menuju tempat yang di tuju.


"sudahlah, jika mereka mati kan juga bukan urusan kita, lagi pula ada saja yang mengirimkan kunci Inggris lewat santet, makin gila juga nih dunia," kata Sesnag yang berwujud manusia.


malam pun di lewati dengan biasa saja, tak ada hal yang aneh yang menganggu keluarga itu.


malam itu desa begitu senyap, bahkan hanya terdengar suara hewan malam saja.


pukul tiga pagi, beberapa lijo atau penjual sayur keliling sedang berangkat ke pasar untuk kulakan.


tapi saat melewati tuwangan sawah yang begitu gelap, dia kaget saat ada dua orang menyebrang sambil meminta tolong pada siapapun.


ibu itu pun tetap melanjutkan sepeda motornya, tanpa berhenti sesuai perintah Raka.


dia bahkan membaca semua surat pendek dan doa yang dia ingat, dan akhirnya dia bisa selamat.

__ADS_1


keesokkan harinya, Arkan dan Aryan sudah berlatih silat bersama. saat Aditya dan Rania keluar dari rumah.


"wah pengantin baru mau kemana?" tegur Aryan.


Arkan yang kesal langsung membanting adiknya itu, "sudah ku katakan fokus sat berlatih," kata Arkan.


"buset, sadis bener sih bang," kata Aryan yang kesakitan.


"kami mau ke pasar legi, kamu ingin nitip sesuatu?" tanya Rania menawarkan sesuatu.


"boleh kak, jika ada baby gurita, sama daging sekilo ya, uangnya aku transfer ya," kata Arkan.


"baiklah," jawab Rania tersenyum.


Rania pun pergi dengn mengendarai motor bersama Aditya, Rania belum berani memeluk pinggang suaminya.


jadilah dia hanya berpegangan di jaket Aditya, sedang Aditya yang mengerti pun tak mempermasalahkan itu.


tak butuh waktu lama untuk sampai di pasar itu, dan Rania langsung menuju ke tempat langganan.


dia membeli semua titipan dari Arkan, dan juga membeli ikan tenggiri untuk di jadikan gulai.


sedang Aditya membeli dua kilo jeruk manis, Rania baru lihat jika suaminya itu begitu menyukai jeruk.


"mas mau makan ayam tidak?" tanya Rania.


"boleh dek, tapi kamu bisa buat ayam krispi, karena aku sangat menyukai jenis ayam goreng itu," terang Aditya.


"tentu, biar aku beli ayamnya dulu,"


Aditya membawa semua belanjaan, dan saat akan pulang, dia sempat membeli belut besar untuk di goreng.

__ADS_1


Rania pun awalnya ingin muntah, tapi dia tak mungkin melakukan itu di depan orang dan mempermalukan suaminya.


__ADS_2