Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
bantu bundamu


__ADS_3

pak Handoko langsung memeluk putrinya itu, dua merasa jika kondisi Jasmin memburuk lagi.


"ada apa sayang,kenapa kamu menangis sampai seperti ini?" tanya pak Handoko.


"aku mau pergi ayah, jika tidak mau membawa ku pergi, aku mau mati saja mengikuti mas Rafa, tolong bawa aku pergi ayah..." tangis Jasmin begitu pilu.


"tidak boleh nak, kamu harus di sini sampai sembuh, jika tidak kamu tak akan pernah bisa membawa kedua anak ku kembali, jadi bersabar dan sembuh ya," mohon pak Handoko.


"tolong ayah, aku mau keluar dari sini," kata Jasmin berteriak-teriak karena merasa frustasi.


akhirnya dokter itu datang dan meminta perawat membawa Jasmin kembali ke ruangannya.


pak Handoko merasa begitu buruk, pasalnya putri semata wayangnya bisa sampai gila begini.


"mas Rafa jika kamu bisa melihat ku yang seperti ini, tolong minta anak mu dan saudara mu menjemput ku, atau jika tidak aku akan membunuh diriku sendiri," kata Jasmin berteriak keras.


dokter itu sedang membujuk pak Handoko, dia mengatakan jika Jasmin belum bisa di bawa pulang karena kondisinya yang bisa baik turun.


malam itu Jasmin memilih untuk mengotori dirinya dengan kotorannya sendiri.


agar dokter itu tak mau menyentuhnya, dan itu berhasil, untuk malam ini dia selamat.


dokter itu mencari mangsa lain, sedang Jasmin menangis dalam kesendiriannya.


tanpa tak terduga ada seseorang mengusap kepala Jasmin, sebelum menghilang.


di rumah Raka, ketiga pria itu sedang membahas sesuatu tentang proyek Faraz yang akan di wujudkan di salah satu sawah miliknya.


hingga sebuah tetesan darah jatuh ke atas kertas itu, ketiganya tak terkejut, tapi saat melihat ke atas mereka kaget dengan apa yang di lihatnya.


pasalnya arwah Rafa yang tak pernah muncul dan sudah tenang, kini datang dengan mata yang menangis darah.


"ada apa Rafa?" tanya Raka.


"kamu kejam Raka, kamu biarkan istriku Sengsara sendirian, bahkan dia tersakiti, apa kamu tau itu," marah arwah itu mencekik Raka.


"aku tak mengerti,bukankah dia bersama ayahnya, dan sedang berobat," jawab Raka.


Faraz dan Aryan pun memegangi arwah itu untuk melepaskan Raka, tapi Keduanya tak bisa menyentuh Rafa.


"aku mohon ayah, jangan membunuhnya juga, atau ayah akan melihat ku dan Husna benar-benar terlantar, setelah perbuatan bunda yang begitu men-ji-jik-kan," kata Faraz pada arwah ayahnya.


"apa yang kau katakan, aku tau jika yang di lakukan bunda mu itu salah, tapi asal kamu tau jika bunda mu sekarang juga sangat buruk, seharusnya kamu jadi anak harus menolongnya," kata Rafa membentak.

__ADS_1


"aku tak mengerti, tapi seharusnya aku harus melihatnya sendiri agar yakin," jawab Raka memeluk arwah Rafa, arwah itu yang langsung masuk kedalam tubuh Raka.


dua pun melihat sebuah lorong rumah sakit dan suara teriakan minta tolong dan dia tau itu suara siapa.


bahkan dia berlari mencari asal suara itu, dan kaget dengan apa yang di lihatnya.


pasalnya dia melihat sosok pria yang sedang mengagahi Jasmin, bahkan wanita itu terus menangis.


Raka berlari untuk melukai pria itu, tapi dia malah terpental, "kau ingin melihatnya bukan, mertuaku salah memilih dokter, tolong demi diriku terakhir kali saja," mohon Rafa dengan sedih.


"aku akan menolongnya, dan maaf karena aku membencinya, bagaimana pun dia seperti ini karena kehilangan belahan jiwanya," kata Raka yang kembali ke tubuhnya.


"bagaimana ayah?" tanya Aryan.


"kita ke Surabaya sekarang, jika tidak akan terjadi sesuatu yang buruk," jawab Raka.


tak lupa Raka juga menelpon David untuk meminta tolong, Fahri datang setelah Aryan menelpon omnya itu untuk menjaga Amma dan adik-adiknya.


ketiganya menuju ke rumah sakit tempat Jasmin di rawat, Raka terus fokus menyetir mobil, Faraz nampak khawatir terlebih Raka yang tak mengatakan apapun.


Aryan masih terus berkomunikasi dengan David, pasalnya mereka baru tau jika rumah sakit yang di tempati oleh Jasmin tidak terdaftar.


mereka sampai di Surabaya pukul tiga dini hari, mereka tak mungkin masuk begitu saja.


David meminta bantuan dari beberapa orang dari pihak kepolisian, meski awalnya susah.


awalnya mereka bingung saat di minta bukti tentang apa yang mereka katakan, tapi Raka terpaksa menunjukkan kekuatan yang dia miliki.


polisi itu seakan percaya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


pukul tujuh pagi, David beserta semua orang datang ke rumah sakit itu, awalnya para penjaga heran dengan kedatangan begitu banyak pria.


"maaf.... kalian tidak boleh masuk, terlebih ini rumah sakit khusus dan hanya orang yang memiliki janji, serta keluarga pasien yang boleh masuk," kata satpam yang menahan mereka.


"saya adalah keluarga pasien, dia di masukkan ke rumah sakit ini tanpa izin saya, jika saya mau, saya bisa menyeret Semuanya uang ada di rumah sakit ini ke dalam penjara, minggir!" teriak Raka marah.


Aryan dan Faraz meminta bantuan khodam mereka untuk memberikan hukuman.


jadilah para penjaga dan perawat kesakitan tanpa sebab, pasalnya ini adalah serangan ghaib yang di lancarkan keduanya.


dokter itu sedang fokus memperhatikan Jasmin yang sedang di mandikan, pasalnya dia ingin wanita itu menemaninya hari ini.


karena semalam dia sudah menggagalkan Semuanya karena sikap bodohnya.

__ADS_1


dia tak sadar begitu banyak orang datang, sedang Raka berlari mencari sosok Jasmin.


dia terus mengelilingi lorong rumah sakit, ternyata Jasmin baru saja di mandikan.


dokter yang melihat Raka pun kaget, "siapa kamu bisa masuk kedalam sini, keluar!!" bentaknya.


"seharusnya kamu yang pergi dan lepaskan dua!" marah Raka yang melihat kondisi Jasmin.


"brengsek!!" maki dokter itu dan langsung menyerang Raka.


tapi tak terduga Faraz menonjok dokter itu hingga tersungkur, "berani kau menyentuh bundaku!!" teriaknya marah.


bahkan wajahnya merah padam melihat dokter itu, "aku akan membunuh mu!! aku akan menghabisi mu!!" marah Faraz yang hilang kendali.


pria itu benar-benar di hajar, bahkan Faraz menyeret dan membenturkan kepala dokter itu ke tiang rumah sakit berkali-kali.


"hentikan Faraz, kamu bisa membunuhnya," kata Raka memeluk keponakannya itu.


"lepas ayah, dia berani menyentuh bunda, dan berani melakukan hal buruk pada bunda," marah pemuda itu.


"tenang Faraz, kamu tak harus menyentuhnya jika ingin membunuhnya, suruh khodam terjahat mu untuk melakukan itu," kata Aryan yang mengingatkan Faraz.


"Ki Gondo Rekso ...." panggil Faraz.


khodam berbentuk burung ghaib dengan tanduk dan bulu api datang, hanya tiga orang yang bisa melihatnya.


dokter itu pun berteriak kepanasan, pasalnya khodam itu menyerang pria itu dengan membabi buta


Faraz mulai tenang dan langsung memeluk Jasmin, "maafkan Faraz bunda, seharusnya Faraz yang menjaga bunda agar tak jadi seperti ini...." tangisnya.


"ternyata ayah mu tetap bersama bunda, dia mengirim mu dan om Raka pada bunda ..." tangis Jasmin yang kemudian pingsan.


"bunda!!;" teriak Faraz dan Aryan bersamaan.


"bawa ke rumah sakit!" bentak Raka.


bahkan Raka langsung mengangkatnya, dan mengendongnya ke dalam mobil.


polisi yang ikut kebingungan, pasalnya mereka tak bisa menyentuh tubuh dokter palsu itu.


karena kulit mereka terasa terbakar, bahkan dokter itu terus berteriak kesakitan dari tadi.


Aryan mengemudikan mobil ke rumah sakit terdekat untuk menyelamatkan kondisi dari Jasmin yang begitu buruk.

__ADS_1


dengn cepat berita menyebar tebang rumah sakit yang melakukan penipuan itu, ternyata rumah sakit itu ilegal dan semua izin praktek itu juga, bahkan pasien tak pernah sembuh dan diketemukan.


pak Handoko pun merasa bodoh telah menaruh putrinya di sana, bahkan dengan percaya menyumbangkan dana di rumah sakit itu.


__ADS_2