
rombongan Raka sampai di rumah, terlihat rumah keluarga Wulan sudah menyambut mereka, bahkan orang tua Randi datang dengan membawa seserahan.
Wulan langsung mengajak gadis untuk bersiap, sedang Arkan, Aryan dan Faraz bertugas menjadi pembantu kali ini.
mereka berdua sangat sibuk untuk mengantarkan makanan untuk semua tamu yang datang.
Raka pun membuka pembicaraan dan akan mengatakan dengan sejujurnya apa yang terjadi.
"jadi bapk dan ibu, keluarga Kong, saya tau ini mendadak, kami bukan ingin melindungi aib atau menjerumuskan tentang hal buruk, tapi karena pendakian terakhir dari mereka semua, ini menjadi runyam, dan Gadis mengalami hal buruk," terang Raka.
"kami sudah tau mas, karena Randi sudah bercerita tentang semuanya pada kami, jadi kami sudah paham mas, kami juga setuju untuk pernikahan ini," terang ibu Silvi.
"Alhamdulillah kalau begitu, tapi mereka lusa harus menikah karena itu pas bulan purnama, dan kami harus melakukan sesuatu untuk membantu gadis dan suaminya," terang Raka.
"baiklah kami mengerti, dan lusa salah satu dari keluarga kami akan membantu menuntaskan semua masalah antara Randi dan Gadis, dengan makhluk-makhluk jahat itu," jawab orang tua Randi yang begitu terbuka.
"terima kasih ibu dan bapak,saya tak mengira jika anda begitu baik," kata Raka yang begitu senang.
"kami hanya ingin putra kami bahagia, jadi apapun yang di inginkan Randi sebisa mungkin kami turuti," jawab bapak dari Randi.
meski keduanya adalah orang keturunan cina, tapi karena Randi anak ke tiga jadi mereka sedikit memanjakan putranya itu.
Aryan melihat ke arah saudaranya yang terlihat santai itu, "kaku sudah tau kan? jawab deh jangan kayak orang bodoh gitu, senyum-senyum gak jelas," kesal Aryan.
"memang kenapa sih,itu bukan urusan kita, lagi kita hanya perlu memikirkan tentang sekolah saja, tak perlu mengurusi urusan orang dewasa," kata Arkan jelas.
"kamu mah, eh Faraz kapan balik ke pondok?" tanya Aryan.
"mungkin lusa, karena jatah liburan ku sudah habis, jadi harus mulai belajar ke pondok, kamu mau ikut juga?" tanya Faraz tertawa.
"bisa kurus mendadak jika dia mondok, karena makannya pasti di atur dan dia Jan punya perut karet," ledek Arkan.
__ADS_1
"diamlah Arkan, kamu menyebalkan!" kesal Aryan yang langsung memukuli kakaknya itu.
Wulan pun berdehem dan menghentikan aksi kedua Putranya.
acara pun berjalan lancar, semua sudah setuju dan lusa mereka akan dapat bantuan.
Raka pun mencatat semua yang di butuhkan, dan dia juga dapat bantuan dari semua khodam keluarganya.
setelah semua barang di catat, Raka langsung menghubungi toko langganan yang dia miliki.
sedang di Toar lain, ada sepasang suami istri yang sedang bermesraan, Rania tak mengira jika Aditya begitu manja.
bahkan dari tadi dia tak bisa lepas dari suaminya itu, bahkan Aditya terus memeluknya di setiap waktu.
"mas ih ... berhentilah, dari tadi kamu terus mengangguku," kesal Rania yang sedang membaca buku.
"ayolah sayang, besok aku harus mulai ngajar dan waktu kita berkurang, lebih baik sekarang kita cari makan yuk, aku tak ingin kamu masak," kata Aditya.
"baiklah sayang ku yang manis, kita berangkat yuk, aku punya langganan sate enak loh," ajak Aditya.
mereka pun bersiap untuk pergi, Rania pun merasa begitu bahagia memiliki Aditya.
sedang di sebuah rumah lain, seorang pria sedang marah besar karena timbal yang di minta sudah tidak bisa di gunakan.
"sialan, Rania sudah tak virgin dan sekarang aku harus mencari sepuluh wanita sebagai gantinya, padahal jika berhasil mendapatkan Rania dulu, aku bisa menyempurnakan ilmu hitam ku dan juga harta keluarga busuk itu akan jadi milikku, kenapa sih kakak iparku dulu begitu bodoh hingga bisa terjebak dengan keluarga kampungan itu," marah Bima.
dia pun melihat ke sisi pojok kamar khusus itu, seorang wanita di rantai di sana, "lihat karena keluarga bodoh mu, dan keponakan brengsek mu itu, aku harus berburu lagi," marah bina membenturkan kepala Vera ke dinding dengan keras.
"ingat bina jangan membunuhnya karena dia milikku ingat itu," suara itu mengenai di ruangan yang di lapisi kain hitam.
"maafkan saya tuan raja, saya akan segera mencari tumbal untuk anda," kata Bima yang kemudian pergi.
__ADS_1
Vera pun hanya bisa melihat kepergian suaminya itu, dia sudah di jadikan budak dari setan yang di sembah suaminya itu.
"aku tau jika manusia bisa berubah, tapi kenapa kamu mengigit orang yang dulu selalu membantu kita, bahkan anjing saja tau balas budi," gumam Vera.
dia pun ingat bagaimana suaminya yang pulang dari pemakaman Roby dan Ela berubah.
pria itu bilang jika menemukan sebuah benda dan mulai terus memakai liontin berwarna merah darah itu.
perlahan Vera menyadari jika suaminya sudah mulai menyiapkan kamar kosong dan sesajen.
bahkan anak-anak mereka sudah jadi timbal dan dia beberapa kali berada di bawah hipnotis agar mau menuruti keinginan suaminya meminta uang pada Keponakannya.
dan sekarang dia berakhir menjadi budak nafsu dari setan itu agar terus merasa puas dan memberikan harta pada Bima yang memujanya.
"kenapa kamu sedih istriku, sudah ku beri kamu sebuah pilihan agar bisa melawan bina, karena pria itu akan terus melukai mu," kata mahluk buruk rupa dengan kuku-kuku tajam yang mengusap pipi Vera.
"aku tak butuh jika hanya jika kamu membuatnya miskin,aku butuh kamu bunuh dia, tapi tentu makhluk seperti mu tak ingin melakukan itu karena tak bisa kehilangan orang yang begitu ambisius dalam memberikan tumbal bukan," kata Vera.
"kamu sudah tau, tapi jika kamu rela menjadi budak ku di dunia ku, aku akan melakukannya dan lahirkan semua keturunan ku yang akan membuat dunia ini lebih menyenangkan," kata makhluk itu.
"aku tak percaya karena makhluk buruk seperti kalian tak mungkin menepati janji," kesal Vera yang kemudian menyingkir pergi.
tapi makhluk itu langsung meringkus Vera dan melakukan hubungan intim lagi dengan wanita itu.
dan setiap selesai maka kekuatan Bima akan bertambah, dan tubuh Vera sudah sangat lemas karena bukan hanya siksaan tapi juga makhluk itu perlahan menghisap daya hidup Vera.
Bima yang sudah terbutakan dengan kekayaan dan ilmu hitam yang percaya bisa menjadikannya tak tertandingi pun bisa melakukan segala cara untuk bisa makin berjaya.
tapi dia lupa jika keluarga besar Novian memiliki kekuatan besar, dan sekarang di tambah Aditya yang memang memiliki sifat psikopat kejam di lain sisi hidupnya.
bahkan pria yang begitu sopan dan murah senyum di depan istrinya itu, menyimpan pikiran kejam bagi siapapun yang berani menganggu istrinya.
__ADS_1