Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pertarungan sengit.


__ADS_3

Rafa dan Raka benar-benar menunjukkan kemampuan mereka bertarung.


Aryan juga tak mau kalah, meski kena pukul Aryan bangkit dan kembali melawan.


berkali-kali bogem mentah di layangkan oleh Raka dan berhasil membuat tumbang beberapa orang.


begitu pula Rafa yang terkenal dengan tendangan maut yang bisa menumbangkan dua orang.


sedang Aryan juga berhasil mengalahkan seorang pria yang besarnya lebih dari dua kali dirinya.


tapi tanpa di duga mereka memanggil perewangan yang di miliki masing-masing.


"Nyai Ageng tri mustika, om Sesnag dan sen-sen, datang kemari bantu kami," panggil Aryan yang juga tak ingin kalah.


ketiga makhluk yang di panggil datang dan menunjukkan wujud asli ketiganya.


"jika kalian mau bertarung dengan ilmu ghaib, aku layani karena aku percaya atas semua kekuatan yang di berikan tuhan untuk melindungi semua ibuku," kata Aryan yang membaca mantra dan mengambil busur api miliknya.


sedang di belakang mobil, Jasmin kaget, ternyata ada Arkan dan Aditya yang lebih beringas lagi.


Aditya bahkan bisa membunuh hanya dengan sekali tusuk, tapi tak dia lakukan karena bisa bahaya karena dia berstatus sebagai warga biasa.


Arkan sadar saat mereka terdesak, ada yang memanggil khodam, tapi semua penjaga kaget saat dua khodam terbesar Arkan datang.


pasalnya dua raksasa ular muncul, dan menunjukkan diri mereka, itu adalah Ki Adhiyaksa dan ju Ki Antaboga.


"bantu kami Ki," kata Arkan.


kedua ular itu langsung mengibaskan ekornya dan membuat semua orang terpental hingga jauh.


Sesnag sedang bertarung, Ki Antaboga datang dan melakukan hal yang sama.


"semuanya cepat pergi, desa ini tak aman, karena sebentar lagi dukun santet paling berbahaya akan segera datang," kata Ki Adhiyaksa.

__ADS_1


mereka pun buru-buru masuk ke mobil masing-masing, dan semua pun ikut masuk ke mobil untuk menyamarkan Aira mobil dan juga agar bisa selamat.


Raka sedikit merasa lega, pasalnya tadi dia sempat menyembunyikan dua batang bambu kuning dan berisikan daun Bidara.


dia berharap jika Adri akan pulang ke rumah dengan selamat, dan tadi tak lupa mereka juga menaburkan garam kasar untuk berjaga-jaga.


bahkan Rania sadar Rafa juga memperbarui pagar pada pamannya itu.


perjalanan masih panjang dan melewati hamparan sawah yang di tanami tebu yang sudah tumbuh tinggi.


dari kejauhan mereka melihat sebuah andong yang berjalan beriringan, Arkan tau jika itu bukan andong biasa.


"Pakde tetap jalan, dan Aryan buat Husna diam, dan bacakan ayat kursi lirih di sampingnya, ingat janhan putus," perintah Arkan.


"baiklah," jawab Aryan yang mulai membaca ayat Alqur'an itu.


andong itu melewati kedua mobil yang tengah berjalan, tapi aura mencekam yang kuat sempat membuat Raka sedikit kaget.


bukan hanya Raka, bahkan Arkan juga bisa melihat aura pekat dan begitu banyak orang yang berjalan di belakang andong itu tanpa bagian tubuh mereka.


sen-sen berlari di depan kedua mobil itu untuk menunjukkan jalan, tiba-tiba sebuah cahaya menabrak kedua mobil itu.


semua orang yang di dalam mobil pingsan, para warga yang melihat pun panik.


pasalnya ada dua mobil yang nyasar ke kuburan angker, dan anehnya kedua mobil itu tepat di samping pohon besar yang ada di sana.


Arkan pun bangun saat merasakan para warga mengotongnya, begitupun dengan yang lain.


ternyata hanya Aditya dan Rania yang masih pingsan, "innalilahi wa ilaihi Raji'un, kami ini di mana pak?" tanya Arkan sambil memegangi kepalanya.


terlebih mobil mereka bagaimana bisa masuk ke area pemakaman yang sudah sangat jarang di sentuh manusia.


"kalian semua ada di sebuah makam lama, dan kami saja heran bagaimana bisa mobil sebesar ini bisa masuk ke sini," kata warga itu.

__ADS_1


"kami juga tak tau pak, sepertinya ada yang membantu dan menarik kami dan setelah itu kami tak sadar," Jawab Arkan.


ternyata sen-sen turun dari atas pohon, ternyata harimau hitam itu berubah menjadi ukuran besar.


"saya berhasil menuntut kalian semua keluar dengan selamat, karena semalam di desa itu terjadi pembantaian masal untuk penebusan dosa kata nya," kata sen-sen


"tapi bagaimana dengan Mbah lek, mereka masih disana," kata Arkan yang kaget.


dia nampak terduduk lemas, dan para warga pun berbondong-bondong memapah Arkan yang kembali pingsan.


arkan pun menemui sen-sen dan menyentuhnya, ternyata malam itu Adit merasa jika tubuhnya tak enak.


jadi setelah kepergian dari semua keluarganya, Adri juga ikut pergi, dan dia tepat pergi sebelum dukun itu sampai di tempat acara.


Arkan pun membuka mata dan ternyata semua sudah sadar, Aryan bahkan seperti orang syok.


"kamu kenapa?" tanya Arkan yang sudah ada di rumah kepala dusun sekitar.


"kita kan cuma pergi satu hari ya, kenapa kita bisa disini dan sudah hari Jum'at," kaget Aryan.


"apa maksudmu, kita hilang empat hari," kata Arkan yang cukup keras, Aryan pun langsung membungkam mulut saudaranya itu.


Raka dan Rafa sudah berpamitan pada kepala dusun untuk pulang, pasalnya ini sudah di hari awal puasa.


semua pun masih terheran-heran, pasalnya mereka tak mungkin tersesat di alam ghaib saat pulang dari acara itu.


"mas Raka, aku minta maaf, sepertinya ini terjadi karena aku yang tak sengaja menyenggol sesajen kemarin lalu," kata Aditya yang masih tak percaya dengan apa yang mereka alami.


"sudahlah, yang terpenting sekarang kita sudah selamat, dan tak terjadi sesuatu yang tak di inginkan." jawab Raka


mereka pun sampai di rumah, Nurul langsung memeluk semua keluarganya itu, pasalnya mereka tak di di ketahui keberadaannya beberapa hari.


"kalian ini kenapa baru pulang, kamu khawatir tiga hari kalian tak bisa di hubungi," kata Nurul yang menciumi Aslan dan juga Rania.

__ADS_1


"kami tersesat di alam lain mbak, sekarang kami pamit mandi dulu untuk menyingkirkan aura buruk ini, dan tolong mandi dengan daun kelor ya," pesan Raka.


__ADS_2