Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pergi ke sekolah


__ADS_3

Rafa dan Raka mengurus semua jenazah yang memang dua diantaranya adalah pemuda dari desanya.


"pak tolong minta bantuan pak lurah untuk segera membuat surat kematian," kata Raka pada seorang warga.


gak ah mas, minta yang lain saja, soalnya pak lurah sulit kalau di mintai begituan," jawab bapak-bapak itu.


"ya Allah masak ya di mintai tolong warganya sulit, Rafa pergi deh kamu kan paling bisa untuk menekan orang begitu," kata Raka.


"lakuin sendiri, biar kamu tau lurah yang di pilih masyarakat, yang mereka eluh-eluhkan saat terpilih, sekarang menyesal kan," jawab Rafa ketus.


Raka pun hanya bisa berangkat ke balaidesa dan disana ternyata pak lurah belum sampai, "maaf ini lurah ke mana? masak mau minta tanda tangan saja tak bisa," kesal Raka.


"maaf mas Raka, bapak biasanya datang siang hari," jawab wanita itu.


"pak Djunaidi, tolong di tandatangani saja lah, bapak kan sekdes, kasihan itu jenazah tertahan di rumah sakit kelamaan," kesal Raka.


"iya mas Raka," jawab pria itu.


Raka ingin pergi saat melihat lurah yang datang dengan menaiki mobil mewah ketika turun penampilan pria itu lebih mirip di sebut.


setelan berduit, Raka pun tak berniat untuk menyapa pria itu, dan langsung pergi.


sedang lurah itu juga nampak tak terganggu, "pak Djunaidi siapa pria itu, dia nampak kesal saat aku datang?"


"dia itu putra bapak Vian, mas Raka, pasti pernah dengar kan?" kata pak sekdes


"gak tuh, lagi pula tak penting," kata lurah itu sombong.


"seandainya mas Raka mau jadi lurah, pasti akan sangat maju desa ini," batin pak Djunaidi.

__ADS_1


Raka segera ke rumah sakit untuk memberikan semua surat-surat yang dibutuhkan.


agar kedua jenazah bisa pulang, sedang di sekolah Aryan dan Arkan sedang duduk sambil bersandar di dinding kelas.


"aduh... kenapa ini, masak pria seperti kalian lemes seperti ini sih, semangat dong, jangan kalah sama Emily yang bahkan hati pertama puasa loh," ledek ratu.


"gak tanya," jawab Arkan.


"huh ... dasar kalian ini, untuk teman jika tidak beh... habis sama aku, ha-ha-ha," kata ratu tertawa.


"sudah ih kak, jangan terus menganggu mereka, oh ya Arkan aku dengar si desa mu tadi pagi di temukan empat jenazah para pria yang hangus ya," tanya Emily


"iya," jawab Arkan


"entahlah, tapi yang pasti jenazahnya sangat rusak, terlebih mereka semalam masih mabuk saat semalam kami pulang dari rumah ku," kata Arkan.


"ayolah Ar, tak ada yang tau umur manusia, mungkin ini memang sudah takdirnya," jawab Emily


sedang di desa pemakaman berjalan dengan sangat lambat, bahkan saat di rumah sakit dokter seakan menunda-nunda saat Raka ingin membawa pulang jenazah itu.


bahkan beberapa kali Raka di tolak dengan alasan yang tak masuk akal, tapi beruntung akhirnya dia bisa pulang juga.


sesampainya di pemakaman desa, semua orang sudah menunggu di kuburan.


bahkan kedua orang tua dari kedua mayat itu, saat kedua peti di turunkan dari mobil jenazah.


tercium aroma busuk yang menyengat, Rafa tadi sudah bilang jika mayat yang terkena ulat tahun akan membusuk cepat.


tapi ini terlalu tak masuk akal karena peti yang begitu rapat, bisa mengeluarkan bau.

__ADS_1


"segera makamkan, jika tidak akan menjadi gunjingan orang," kata Rafa pada tim khusus miliknya.


proses pemakaman berjalan lancar, Raka sedang membahas sesuatu dengan Rafa.


"mas, ini sangat mengherankan karena pembusukannya terlalu cepat," kata Mukti.


"aku tau mas, tapi kita tak bisa mencegahnya, karena ulat tahun memang memiliki hal yang tak mudah di pahami," kata Rafa.


"tapi Rafa jika terus seperti ini, kampung kita akan berada dalam status yang mengerikan," saut raja yang banyak tak tenang juga.


"tebang saja, ulat tahun sebenarnya tak selalu keluar, mereka itu ada hari tertentu saja saat manusia busa melihatnya, dan itu adalah nasib apes untuk pemuda yang mabuk itu, sudah sekarang lebih baik kita pulang," kata Rafa meminta semuanya bubar.


Rafa dan Raka juga mengajak dua keluarga itu untuk pulang, dan mereka juga menyerahkan sebuah amplop berisi uang untuk keduanya.


siang itu Aditya yang baru pulang langsung menuju ke rumahnya, karena Rania ada disana.


gadis itu langsung berlari keluar saat mendengar sepeda motor Aditya datang.


"assalamualaikum dek ..." sapa Aditya lembut


"waalaikum salam..." jawab Rania mengambil tas Aditya.


Keduanya pun masuk kedalam rumah, Aditya tak mengira jika istrinya akan membersihkan rumah seperti ini.


pasalnya saat Aditya meninggalkan rumah itu untuk ikut tinggal di rumah mertuanya.


tapi tanpa di duga Rania malah ingin mencoba tinggal di rumah miliknya, "mas tadi aku coba belanja, dan semua ibu disini begitu baik ya, terlebih saat mereka tau jika aku adalah istrimu," kata Rania tersenyum lepas.


"iya dek, mereka memang sudah tak sabar ingin tau siapa sih wanita yang berhasil menaklukkan pria kamu dan di gin seperti ku ini," jawab Aditya yang membuat Rania malu.

__ADS_1


"ih apa sih mas," jawab Rania malu-malu.


__ADS_2