Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
acara MOS selesai


__ADS_3

malam itu, Adit sedang mengawasi kegiatan malam para siswa, ternyata mereka mengadakan jurit malam.


awalnya Adit menentang, tapi Arkan dan Aryan mengangguk, pasalnya semua khodam mereka akan membantu menjaga para siswa baru.


"kita dapat tugas apa?" tanya Arkan pada timnya.


"kita dapat di bagian ruang kelas dua C, aula, dan juga kantin, dan kita harus dapat stempel ini," jawab Nino.


"apa grup lain ada yang dapat jelas dua C, kantin dan aula?" tanya Aryan berteriak.


"hei jangan curang," kata para anggota OSIS.


"dalam peraturan kami taksi wajibkan hanya berjalan satu tim, kenapa harus membuat takut jika kita bisa berjalan bersama, jadi ada yang mau ikut," tanya Arkan.


"kami mau," teriak dua tim lainnya.


"ayo,dan ku pastikan Pati pr anggota OSIS memasang jebakan jika tidak ada tim bagian menakut-nakuti," kata arkn sebelum menjdi ketua untuk semua kelompok itu.


"kalin bisa di diskualifikasi," kata seorang anggota OSIS.


"yakin berani mendiskualifikasi kami, ku pastikan acara kalin akan mencekam," kata Aryan merasa kesal.


"kami tak percaya, kalian satu tim, kena pinalti sepuluh menit dari yang lain, sekarang semuanya mulai bergerak," kata anggota OSIS itu.


Arkan memanggil semua khodam miliknya, "biarkan Mereka tau dunia malam di sekolah ini, tunjukkan eksistensi kalian, HADIR!!!" kata Arkan mengejutkan seluruh tim-nya.


"mampus gak lu..." kata Aryan tersenyum menyeringai.


tim satu sampai tim sepuluh menuju ke ruang komputer, Disana sudah di tunggu oleh beberapa anggota OSIS yang menyamar.


"hei bro, katanya mau jadi kuntilanak, kok mlh pocong," kesal seorang anggota OSIS pada temannya.

__ADS_1


"maaf nih telat," kata anggota OSIS yang menyamar jadi kuntilanak.


dia gemetar ketakutan saat melihat sosok si samping temannya yang menyeringai.


"goblok... pocong! heh.. iku pocong!!" lari anggota osis itu sambil ketakutan.


siswa yang tadi menepuk pocong itu kini menoleh, betapa terkejutnya dia meliht sosok wajah hitam hancur dan tercium bau menyengat.


pocong itu mendekat dan menunjukkan belatung di seluruh wajahnya yang menggeliat, bahkan pocong itu teriak sangat keras, lebar mulutnya bisa menelan dirinya.


"tolong!!!" teriak pria itu ketakutan.


mereka pun berlari tunggang langgang, pasalnya ruang komputer memang angker.


terlebih sekarang komputer di ruangan itu menyala dan mati bersamaan.


meliht seorang kuntilanak berlari di keremangan lampu lorong, membuat semua tim ketakutan dan berlari juga.


mereka pun saling berkejaran saling lari, tak hanya tim satu sampai sepuluh.


tim sebelas sampai dia lima malah berlari dari lantai dua. "tolong ada genderuwo!! AAAAAA!!!!!" teriak semua murid.


sedang tim arkan santai saja duduk sambil di awasi anggota OSIS lain.


"kalian kenapa semu, masak sama hantu bohongan takut," marah pria bernama Ali itu.


"coba aja kakak lihat sendiri, asli atau palsu," kata semuanya masih ketakutan.


Arkan dan Aryan tertawa lirih, mereka hany mengawasi saja, Adit tau jika sekolah memang angker, tapi Arkan menarik penjaga yang dari sore menjaga acara ini.


"sudah hentikan Acra ini, sekarang tidur, besok kita masih ada kegiatan lain," perintah Adit pada semua muridnya.

__ADS_1


"baik pak," jawab semu murid yang masih nampak ketakutan.


"semuanya sebelum tidur, tolong minum air putih yang sudah di bacakan alfatihah dan juga tiga qul, paham," kata Arkan.


"untuk apa?" tanya semuanya.


"terserah saja, jika kalian masih mau di ganggu, gak papa tak perlu di ikuti oke," kata Emily dan Ratu.


"tidak kami mengerti," kata semu orang yang bubar.


arkn memasang pelindung lagi dan mengusir semua mahluk itu pergi, mereka pun bubar dan mulai untuk beristirahat.


malam itu berjalan dengan baik dan lancar, bahkan semua kegiatan, Adit harus pulang karena adiknya harus berangkat ke Kairo untuk menuntut ilmu.


sebenarnya Adit ingin melarangnya terlebih dua hari lagi pernikahannya dengan Rania.


tapi ustadz Rasyid beralasan jika tidak bisa menunda lagi jika tidak beasiswa miliknya akan hangus.


Adit pun mempersilahkan, terlebih ini juga demi masa depan dari adiknya itu.


sedang Arkan dan Aryan yang baru sampai rumah pun langsung beristirahat karena mereka terus kurang tidur.


"eh... kenapa kok lemes?"


"lelah Amma, para wanita menyebalkan masak mengoceh setiap malam tanpa henti membuat kami tak bisa tidur," kesal Aryan.


"ya sudah kalin istirahat, Amma mau bantu di rumah Mbah lek, dan makanan ada di meja, jika ingin hangat kalin tinggal hangatkan nya," pesan Wulan.


"siap Amma, maaf kami belum Isa bantu..." kata Keduanya.


"tak apa-apa pasti mereka juga paham, toh sudah aada ayah kalian jadi tenang saja ya," kata Wulan yang kemudian pergi meninggalkan kedua putranya.

__ADS_1


__ADS_2