
rombongan Raka sampai di rumah sakit, Arkan langsung di bawa ke ruang operasi, sedang Sekar dan Aryan di UGD.
Raka menyentuh tubuh Wulan dan langsung pingsan karena Arsana keluar dari tubuh sang ibu.
raka pun mengendong istrinya untuk segera mendapatkan penanganan pertama terlebih dia sedang hamil.
dokter pun kaget karena luka di tubuh Arkan begitu dalam tapi beruntung tak melukai jantungnya.
mereka pun melakukan operasi untuk menyelamatkan pemuda itu. dan Raka terus berdoa untuk keselamatan semua keluarganya.
"ya Allah kenapa semua ini terjadi lagi, Wulan, Arkan dan Aryan ..." lirih Raka begitu sedih tubuhnya serasa lemah menginggat masa lalu.
Raka kembali ingat bagaimana dulu Wulan melawan mahluk kuat dan melukai dirinya sendiri karena kecerobohannya.
dan yang parah saat itu mahluk itu juga melukai kedua putranya, karena mahluk itu memiliki dendam terhadap Raka.
Emily menghubungi Rafa dan Fahri, tak lama keluarga mereka pun datang ke rumah sakit.
"Raka," panggil Rafa.
"mereka terluka, aku tak becus menjaganya," tangis pria itu.
"tidak Raka, kamu pria kuat, tolong jangan sedih kamu harus kuat demi ketiga keluargamu, terlebih ada calon bayi yang akan segera hadir," kata Rafa.
"maaf Keluarga pasien?" tanya seorang dokter yang keluar dari ruang UGD.
"saya dokter," saut Raka yang langsung berdiri.
"Alhamdulillah ketiga keluarga anda sudah sadar dan baik-baik saja, dan silahkan jika ingin melihatnya," kata dokter mempersilahkan.
ternyata ketiganya sudah di pindahkan ke satu ruangan jadi satu.
Aryan hanya lecet, dan memar di lengannya, sedang Wulan ada luka di lengan dan mendapatkan infus.
Emily langsung memeluk Sekar yang bangun tanpa luka, "Alhamdulillah Semuanya baik-baik saja," kata Wulan saat di pelukan Raka
"iya nak, Aryan juga baik-baik saja," tambah Bu mut.
"tidak dek, Arkan masih di ruang operasi, dia mengalami luka paling parah, dan sampai sekarang Rafa masih menunggu di depan ruang operasi," jawab Raka dengan sedih.
"Arkan, kenapa bisa? dan kenapa ratu bisa mati," bingung Wulan panik.
"ssttss.... tenangkan dirimu dulu, Arkan terpental dan menabrak tembok hingga terluka cukup dalam, sedang ratu terpental karena raganya di gunakan oleh ibunya untuk berpindah merasuki Emily," terang Raka.
__ADS_1
"putra kita," kata Wulan sedih.
"maafkan saya Amma dan ayah, karena saya Arkan jadi terluka seperti ini," kata Emily menangis sambil berlutut.
"tidak nak, ini bukan kesalahan mu, ini semua takdir kami," kata Wulan yang sedih melihat Emily dan Sekar.
"itu terjadi karena kamu sudah menjadi incaran karena aku," lirih Sekar.
"itu bukan pilihan kita, yang terpenting semua baik-baik saja," kata Raka.
Emily pun merasa bersalah, terlebih kondisi Arkan sekarang begitu buruk.
"lebih baik sekarang kita pergi mama, jangan terus merepotkan semua orang, aku merasa sedih mama," lirih Emily.
"setidaknya tunggulah sampai Arkan sadar," jawab Raka dingin.
"tapi aku takut jika dia akan makin terluka nantinya, terlebih aku terus merepotkan kalian semua, dan yang terpenting aku tak ingin kehilangan mana lagi, karena jika tidak opa akan memisahkan kami lagi," mohon Emily sambil menangis lirih.
"baiklah, aku akan meminta bantuan teman ku untuk membantu kalian pergi dari sini," kata Raka yang tak tega melihat kondisi Emily.
raka pun mempersiapkan kepergian keduanya sebelum pria yang di maksud datang.
operasi berjalan lancar, Rafa menghampiri keluarganya di ruangan rawat
"mereka sudah pulang karena baik-baik saja, bagaimana dengan Arkan?" tanya Raka.
"Alhamdulillah operasinya berhasil, sekarang dia masih di ruang ICU untuk pemulihan," jawab Rafa.
semuanya pun bernafas lega, akhirnya Fahri dan pak Suyatno pulang bersama Rafa.
sedang di rumah sakit ada Raka dan Bu mut, karena mereka tak bisa meninggalkan semuanya.
di dalam mobil online itu, Emily menangis sambil menggenggam tasbih pemberian Arkan, "maafkan aku pergi ... aku takut kamu terus terluka , aku janji akan menunggu mu sampai kita di pertemukan lagi," gumam Emily.
"Emily ...." lirih Arkan dalam komanya.
hari berganti, kondisi Arkan pun membaik dan anehnya dia seakan melupakan Emily.
akhirnya mereka pun pulang, kini kehidupan Arkan dan Aryan berjalan dengan baik.
kasus itu menguap begitu saja, raja dan Rafa mati-matian menyembunyikan semuanya.
karena mereka menghadapi keluarga yang cukup terkenal dan berpengaruh, tapi beruntung berkat bantuan dari Alfin semua berjalan mudah.
__ADS_1
********
tak terasa puasa juga berjalan cukup cepat, hari ini sudah hari ke dua puluh tujuh puasa.
Raka sedang menebang pohon pisang, di bantu oleh Aryan yang nampak begitu semangat.
"Arkan kamu harus siap memotong semua pisang mentah ini ya," kata Aryan menggoda kakaknya.
"gak Sudi, toh yang makan nanti kamu," jawab Arkan dingin.
Wulan sedikit merasa sedih karena setelah kejadian itu Putranya itu kehilangan senyumnya.
bahkan Raka juga melihat kekhawatiran dari istrinya itu, tapi bagaimana pun mereka tak bisa melakukan apapun.
"assalamualaikum... aku datang, aku bawa suun dari rumah mas Aditya," kata Rania yang datang dengan menyeret karung.
"mbak jangan merepotkan dirimu, aku bantu dan kali ini semua harus bisa memasak, dan mas Aditya kita yang bagian suun," kata Arkan mengajak pria itu.
"tentu boleh," jawab Aditya tersenyum.
Arkan dan Aditya sedikit menjauh dari yang lain, Arkan penasaran bagaimana bisa Aditya menyembunyikan semuanya dengan rapi.
"boleh aku tanya bagaimana bisa mas bersikap seperti ini, aku penasaran bisakah memberitahu diriku," kata Arkan.
"lakukan kesenangan, kalau aku terbiasa dengan kegilaan ku, jika kamu menyukai baik gunung kamu bisa melakukan itu, dan mencari pengalaman," kata Aditya.
"ah itu juga boleh, sepertinya sehabis lebaran kita harus naik gunung bersama, terlebih aku butuh suasana baru, boleh rekomendasi gunung yang menyenangkan?" tanya Arkan.
"bagaimana jika kita naik ke gunung Slamet via Bambangan yang terletak di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. sekalian saja saat turun kita liburan, bagaimana?" tawar Aditya.
"boleh juga tuh, aku ajak mas Fahri sekalian saja," kata Arkan
"boleh tuh, makin banyak makin bagus," jawab Aditya.
Aryan yang penasaran pun akhirnya tak tahan untuk tak bertanya, "kalian berdua sedang mendiskusikan apa?"
"kenapa kamu kepo, dasar menyebalkan," jawab Arkan ketus.
karena kesal mendengar jawaban Arkan, dia pun melemparkan sebuah pisang muda dan di balas oleh Arkan sebuah suun yang malah masuk ke bak penampungan pisang yang sudah di potong.
"Arkan!!!" teriak semua orang.
mereka pun tertawa bersama, dan baru pertama kali ini Arkan tertawa setelah apa yang terjadi.
__ADS_1
Wulan dan raka merasa senang melihat kemajuan dari putranya, setidaknya kini bocah itu sedikit membaik.