Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
penolong Rania


__ADS_3

Arkan dan Aryan kaget melihat siapa pria yang menolong kakak sepupu mereka, "loh pak Aditya,"


"kalian berdua," kata Adit yang juga kaget.


"kalian saling kenal, kalau begitu tolong temani pria ini sebentar, Mbah lek ada urusan sebentar dengan ayah kalian, Rafa," kata Adri yang berdiri.


"Aryan tolong ambilkan minum untuk masnya, Aditya perkenalkan saya Rafa, sepupu dari Rania," kata Rafa menjabat tangan pria itu.


Adit tersenyum dan membalas jabat tangan itu dengan sopan, Aryan membawa teh hangat.


Arkan menyentuh lengan Adit yang terluka sambil meminta kesembuhan pada yang Maha Pencipta.


Arkan tersenyum dan kembali duduk di samping Adit, Rafa mengajak pria itu berbincang-bincang.


sedang Raka menyentuh kening Rania, dia bisa melihat bagaimana gadis itu mengalami kejadian tadi.


Raka bersila dan berdoa, dia pun mulai ngrogo Sukmo untuk mencari makhluk yang tadi ingin melukai Rania.


Raka melayang mencari makhluk yang ternyata sudah terluka parah, tapi yang aneh Raka tak yakin jika itu adalah makhluk halus.


terlebih makhluk itu bisa mengeluarkan darah, terlebih pria yang melukai mahkluk itu hanya pria biasa.


api yang membuat kaget adalah mobil yang menjemput makhluk itu, dan ternyata makhluk itu berubah jadi seorang pria yang dia kenal.


Raka marah dan langsung mengebrak mobil dengan keras, "dasar manusia biadab,"


mobil itu pun menabrak tiang listrik dengan keras karena kaget, raka pun masih ingin membalas tapi dia memilih untuk kembali.


Raka pun menunjukkan wajah marah, "jangan... tolong lepaskan, pergi!!!" teriakan Rania yang mengigau.


raka yang ingin marah dan pergi langsung kembali dan memegangi Rania.


Adri langsung memeluk tubuh Rania, dan Raka mendoakan Rania agar gadis itu sadar.


"ayah tolong... jangan tinggalkan Rania, Rania takut..." tangis gadis itu histeris.

__ADS_1


"tenang Rania, kamu sudah selamat, dan mas Raka sudah menyelesaikan semuanya, dan tak akan lagi ada makhluk yang menganggu mu," kata Raka yang berhasil menenangkan Rania.


Adit sudah merasa sudah sangat malam, "maaf ya mas, saya harus pulang karena sudah malam,"


"iya mas, sebelumnya terima kasih, dan saya titip kedua keponakan ku saat di sekolah ya mas," kata Rafa.


"iya mas," jawab Adit yang pamit.


Aryan memanggil Adri dan Raka, mereka saling pamitan, "mas sebelumnya saya sangat terimakasih atas pertolongan mas," kata Adri.


"iya pak, kalau begitu saya permisi," kata Adit.


Raka juga mengangguk, Adit memang memiliki aura gelap, tapi ada sesuatu yang membuat nyaman di samping pria itu.


itulah kenapa Arkan dan Aryan tak memiliki pemikiran buruk, dan mereka menyukai pria itu karena percakapan tadi.


"kamu menyadari sesuatu tentang pria itu?" tanya Raka pada Rafa.


"dia memiliki aura gelap, tapi dia tak memiliki khodam atau makhluk yang mengikuti, tapi aku merasa jika keberanian dan kekejamannya cukup besar, tapi dia memiliki sesuatu yang membuat orang nyaman bersamanya," kata Rafa.


"tenang ayah, guru Adit itu menjadi guru idaman dan belum menikah, pak Adit itu adalah guru yang paling hot dan tampan di sekolah," jelas Aryan


"dasar tukang ngerumpi kamu Aryan, sudah ayo pulang sudah malam," kata Arkan menarik adiknya.


mereka pun pulang, sedang Raka, Rafa dan Adri membahas siapa yang tadi di lihat oleh Raka.


"jadi apa yang kamu lihat Raka," tanya rafa penasaran.


"sepertinya om Bima benar-benar ngilmu, tadi aku melihatnya bersama seorang pria lain, dan dia yang melakukan ilmu Buto, dan Rania adalah puncak dari tumbalnya karena harus saudara yang di perkosa," terang Raka.


"dia ingin mati, aku akan membunuhnya, dia sudah keterlaluan dengan putrimu," kata Adri yang marah.


"tidak mudah om, meski belum sempurna tapi ilmunya sudah sangat tinggi, tapi kami yang akan membereskan dan menjaga Rania om," jawab Rafa.


"ya Allah apa yang harus aku lakukan," lirih Adri.

__ADS_1


"bisa, Rania tadi membuat sumpah untuk menikah dengan pria yang menolongnya, buat dia menikah dan melakukan hubungan suami istri agar pria itu tak bisa menjalankan ilmunya," jawab Raka.


"tapi apa dia mau, dan kenapa putriku membuat sumpah seperti itu," kata Adri sedih


"terserah om, karena ini adalah untuk kebaikan Rania," jawab Raka.


Rafa dan Raka memberikan hak untuk jadi wali untuk Rania, karena Rafa yang selama ini berhak menjadi wali.


Adit sampai di rumah miliknya, yang dia beli untuk melupakan masa lalu yang terjadi, dan dia tinggal bersama adiknya, terlebih kebetulan atau apa rumahnya itu hanya beberapa desa dari rumah Rania, gadis yang di tolongnya.


"kenapa mas baru pulang, ini hampir tengah malam?" tanya ustadz Rasyid.


"maaf ya dek, kamu kok tumben pulang bukankah ada kegiatan di pondok mu," tanya Adit yang melepaskan kaosnya.


"kak, kok lengan mu terluka, kamu berantem lagi, Jan sudah janji," protes ustadz Rasyid.


"oh ini, tadi kakak bantuin seorang gadis, sudah aku tidur ya, sudah tidur sana," usir Adit.


Adit pun merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur lelap, tapi mimpinya malah melihat gadis yang dia tolong.


terlebih dia bisa melihat gadis yang di tolongnya sangat cantik, meski baru lebih jelas saat di rumahnya karena terkena cahaya lampu rumah itu.


keesokan harinya, Rania hanya diam di ruang tamu, dia kemarin tanpa sadar memeluk pria yang bukan mahramnya.


Nurul datang membawa makanan dan merangkul Rania, Aslan berdiri di depan Rania dan mengenggam tangan Rania.


"ajak angan edih ya..."


"tidak kok dek, kamu tak perlu khawatir dengan mbak ya, bunda kakak boleh minta di suapi gak?" mohon Rania.


"tentu kakak Rania yang cantik," jawab Nurul yang tersenyum.


"iya bunda, oh ya ayah mana kok sepi Bun," tanya Rania yang aneh.


"oh ayah tadi ke penggilingan padi, habis ada pesanan banyak loh," terang Nurul.

__ADS_1


"oh begitu ya Bun," jawab Rania yang masih sedih.


__ADS_2