Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
Sekar datang


__ADS_3

saat Aryan dan Emily sedang berjalan berdua, sebuah angin dingin berhembus menerpa keduanya.


Aryan yang selama ini terbiasa dengan aura makhluk halus kaget dan merinding.


tapi berbeda dengan Emily yang tersenyum senang, "Tante sekar..."


Emily melihat kearah sekeliling tapi dia tak melihatnya, tapi Aryan melangkah mundur saat melihat seorang wanita bergabung merah berjalan kearah keduanya.


"Tante..." kata Emily berlari dan memeluk tubuh wanita cantik dewasa.


"Tante sudah lama tak melihatmu, sekarang bagaimana kondisi mu?" tanya Sekar dengan wajah tersenyum cantik.


"aku baik dan sehat Tante, dan untuk kemana saja aku sedang menikmati untuk naik gunung," jelas Emily.


"baiklah, sekarang Tante ikut kamu ya sayang, dan siapa pria tampan ini?" tanya Tante Sekar yang melihat kearah Aryan.


"hal-halo Tante, aku adalah teman baik dari Emily, dan juga kami teman naik gunung bersama," jelas Aryan pada wanita itu.


"baiklah tampan, panggil aku Tante Sekar, dan sepertinya kita harus segera kembali ke kamar saudara mu, biar kamu tak takut padaku?" kata Sekar tersenyum.


"ayo Tante, tapi apa kamu mengenal Arkan," tanya Emily yang mengandeng tangan Sekar.


"bukan Tante, tapi mungkin teman Tante, sudah sayang ayo masuk," kata Sekar tersenyum.


Emily hanya mengangguk saja, Sekar melirik kearah belakang pada Aryan dan memberikan kode untuk diam.


Aryan langsung menunduk takut, dua melihat Sekar bisa berjalan bahkan memakai heels, tapi itu tak menutupi jika dirinya adalah kuntilanak merah yang terkenal sangat kejam dan memiliki kekuatan besar.


mereka sampai di ruang rawat inap dari Arkan, saat masuk Sekar langsung berpelukan dengan Wulan.


"ya ampun kamu kok sekarang begitu cantik," puji Wulan.


"dan kamu sekarang makin dewasa ya gadis kecil, dan ternyata dua pria tampan ini putra mu, dan Nana di tampan ku," kata Sekar dengan senang.


"hei ingat nyonya, aku bisa membuatmu busuk jika berani menggoda suamiku," marah Wulan sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"tenang sayang ku, dia dari dulu tak pernah bisa aku goda kecuali kakaknya itu," bisik Sekar yang membuat Wulan melotot tak percaya.


"aduh Tante, katanya mau kenalan dengan Arkan, tapi ternyata Tante sudah kenal dengan Amma," kata Emily.


"iya putri Amma sayang, Tante Sekar ini adalah sahabat Tante, dan sekarang datang untuk menjaga mu, jadi kamu harus baik Padanya ya," kata Wulan.


"pasti Tante, karena Emily sudah kenal dari lama, dan ternyata kita semua saling senang, jadi Emily makin sayang deh," kata Emily.


Arkan pun menaruh tangannya di dada dan menunduk untuk menyapa Sekar, "oh... manis sekali, apa dia pria itu emi?"


"bukan Tante, Emily sudah bilang jika emi suka dengan pria yang seperti papa," jelas Emily.


"apa maksudnya ini, apa kamu menyukai Arkan, Emily?" tanya ratu yang tak suka.


"tentu saja tidak, aku tidak pernah menyukai pria manapun, karena itu bisa menjadi kesialan dari pria itu, dan aku tak ingin membuat siapapun celaka," jawab Emily menunduk


"aku juga sama, aku tak pernah memiliki perasaan apapun, karena aku tak ingin membuat wanita yang aku sukai nantinya bisa celaka," saut Arkan juga.


"aku juga sama, jadi kami sepakat untuk tidak memikirkan itu hari ini," kata Aryan.


ratu merasa sedih dan terduduk lemas, semua keinginannya tak akan bisa terwujud pasalnya Arkan tak memiliki perasaan apapun.


Sekar menyentuh dahi Arkan, muncul tanda api di dahi Arkan, dan tanda ular serta keris kedua saudara kembar itu menyala.


Sekar tersenyum karena dia tau jika Arkan sudah melihat semua masa lalu.


"kamu besok akan bisa pulang, kondisi mu sudah membaik, dan terima kasih sudah membuat Julio tenang," kata Sekar tersenyum lirih.


"Tante sengaja datang demi Emily," tanya Arkan begitu penasaran.


"tentu nak, berkat ibumu, aku bisa kembali kesini sampai putriku itu dewasa dan menemukan cintanya," jawab Sekar berbisik.


Arkan mengangguk mengerti, "kalau begitu kami akan membantu mu Tante," jawab Arkan.


Raka datang bersama Rafa dan juga Jasmin, Sekar melihat kearah pintu dan tersenyum menyambut mereka.

__ADS_1


"sekarang sudah malam, sebaiknya kita pulang emi, dan ratu ayo, Wulan aku pulang dulu ya, besok kami datang lagi tapi kerumah mu," kata Sekar memeluk Wulan.


"baiklah teman ku, tolong jaga kedua gadis ini, dan telpon aku jika sudah sampai di rumah,"


"tentu sayang ku," jawab Sekar.


Sekar dan dua gadis itu pun pulang, "halo mas Raka, dan kakak ganteng, kami pamit dulu, bye bye," kata Sekar tersenyum genit.


tapi senyumnya hilang saat sudah melewati kedua pria itu, bahkan dia tak suka melihat pria muda di samping Jasmin itu.


"kalian berdua, ingat pesan Tante ini, jangan pernah berdekatan dengan pria muda di belakang kedua pria tadi, karena pria muda itu tak baik," kata Sekar.


"baik Tante," jawab Emily dan Ratu


Sekar memang di perkenalkan oleh keluarga dari Setyo sebagai pengasuh untuk Emily dan Ratu.


karena pak Setyo harus menetap di kota kelahirannya, karena harus mengurusi semua usaha milik Emily.


tapi kali ini ratu merasa sakit hari, dan ingin mengikuti sang ayah yang sudah pergi, bahkan mengundurkan diri jadi lurah di desa itu.


"Tante aku ingin mengikuti pulang ke kampung halaman, karena aku tak mau disini," kata ratu memohon.


"Kenapa apa hanya karena seorang pria, ayolah ratu kamu itu cantik dan sempurna, pasti akan banyak pria yang menyukaimu, dan Tante yakin jika kamu akan membawa keberuntungan untuk semua pria yang dekat dengan mu," kata Sekar memuji gadis muda itu.


"itu benar ratu, kamu itu sempurna jadi akan mudah memilih pria yang kamu suka," jawab Emily menambahkan.


"ya dan kamu itu gadis kenapa memakai pakaian pria, dan terus memakai warna hitam, kamu tak punya baju lain, ya tuhan kamu membuatku pusing emily,"


"maaf Tante, tapi aku tak suka baju yang terbuka, warna-warni itu seperti bukan diriku, dan lagi aku tak percaya diri untuk memakai baju seperti ratu," jawab Emily.


"ya bukan begitu, meski tidak seperti ratu, setidaknya kamu itu harus berpakaian seperti layaknya seorang gadis, jadi mulai sekarang biar aku yang mengatur kegiatan kalian, mulai dari olahraga, merawat tubuh, dan apa yang harus di pakai, dan tak ada yang bisa menolak, ratu Emily Kalian sanggup,"


"iya Tante, kami mengerti, dan sepertinya akan sangat menyenangkan, dan tak jadilah aku menghampiri ayah, karena aku ingin di sini bareng Tante dan Emily saja," kata ratu meneluk Tante Sekar.


Sekar pun tersenyum karena Ratu adalah gadis yang masih sering torambang-ambing saat memilih keinginannya.

__ADS_1


Sekar akan membuat kedua wanita itu kuat, karena dia tak ingin kedua gadis itu mudah di manfaatkan oleh orang lain.


terlebih para pria bejat dan mesum, dan untuk Emily harus memiliki kekuatan untuk menjadi pendukung kedua pria yang akan berjuang bersamanya.


__ADS_2