
sesampainya di sekolah, Arkan dan Aryan langsung masuk kedalam kelas untuk mengikuti pelajaran.
tapi ternyata jam pertama di isi oleh anak OSIS yang memberikan formulir untuk para siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler.
Arkan tanpa banyak pilih langsung mencentang kotak bertuliskan pencinta alam.
begitupun dengan Aryan dan Emily, sedang ratu memilih fashion desain, dan Nino juga memilih pencinta alam.
"baiklah, Semuanya nanti sepulang sekolah semuanya harap berkumpul di aula sesuai dengan apa yang di pilih, untuk melakukan registrasi," kata Doni ketua OSIS baru.
"baik kak," jawab semua murid.
setelah itu pelajaran berjalan sangat lancar, meski kadang-kadang mereka semua mengantuk.
siang itu setelah sholat dhuhur, semua murid kelas satu SMA itu berkumpul untuk melakukan administrasi tentang ekstrakulikuler yang diikuti.
Arkan, Aryan, Nino dan Emily mengisi formulir di bagian pencinta alam. mereka harus mengisi pernah naik ke gunung mana saja.
tak hanya itu, mereka juga menanyakan apa mereka mengerti tentang safety saat naik gunung.
keempatnya dengan mudah menjawab, toh setidaknya mereka pernah naik gunung bersama.
dan ketua pecinta alam itu kebetulan di bawah pengawasan dari Aditya langsung.
jadi Aditya langsung menyetujui saat mereka juga menyertakan foto saat di puncak gunung Kawi.
sedang Ratu nampak melukis desain baju untuk bisa masuk ke tim fashion, dan ratu pun menjadi jajaran utama dalam ekstrakulikuler itu.
"sudah selsai Ratu?" tanya Arkan pada temannya itu.
"ya, mana Emily dan yang lain?" tanya Ratu yang mengambil tas miliknya.
"mereka ada di depan, ayo ..." ajak Arkan.
Ratu kini berjalan bersama Arkan, keduanya tertawa bersama, ratu bahkan beberapa kali memukul Arkan karena terus menggoda dirinya.
dari kejauhan, Emily dan Aryan hanya bisa melihat, "kenapa aku merasa mereka begitu cocok ya," kata Nino mengomentari.
"kamu tak salah, mereka memang seperti itu saat di SMP, bahkan mereka mendapatkan predikat pasangan paling di idamkan di sekolah dulu," tambah Aryan.
"aduh ada potek nih," ledek Emily.
"sama tuh," kata Aryan yang langsung membuat Emily tertawa.
__ADS_1
"wah ada apa ini kok serius banget, Emily kita ke rumah Amma yuk, tadi aku sudah izin terus boleh, aku mau belajar masak nih," kata Ratu.
"tapi kita belum izin ke Tante, terus ke sananya naik apa?" tanya emily.
"sana kami saja, oh untuk Tante aku tadi sudah meminta izin, dan Aryan tolong ajak Emily pulang dulu karena aku ingin membeli beberapa barang bersama ratu," kata Arkan.
"woi lah, ayo Emily, dan jangan lama-lama, nanti bisa-bisa Amma ngomel lagi," kata Aryan menginggatkan.
"tau lah, oh Nino jika mau ikut juga silahkan, nanti aku ajarkan yang kamu minta kemarin," kata Arkan.
"siap lah, ayo Aryan," ajak Nino.
kini ketiganya sudah pergi, Arkan dan ratu juga pergi tapi menuju ke tempat jagalan sapi untuk membeli beberapa jenis bakso.
setelah itu mereka baru memutuskan untuk pulang, tapi Ratu malah meminta berhenti untuk membeli buah.
sedang sesampainya di rumah, Wulan kaget saat melihat Emily datang bersama Aryan.
"loh kok cuma kalian, yang lain mana?"
"sedang cari barang Tante, maaf saya jadi ikut nimbrung," jawab Nino.
"tak apa-apa nak, ayo masuk, kebetulan Dewi dan Faraz sudah di dalam," ajak Wulan.
"wah... ini kekasih mu Aryan, ternyata kamu suka gadis aneh ini ya," kata Faraz saat melihat Emily.
sedang Dewi menatapnya, tak suka, terlebih setelah kejadian terakhir kali. "loh kok aneh, bukannya Emily itu suka Arkan ya," ledek Dewi.
"kalian itu masih kecil, kenapa bahas pacaran, sudah sekolah yang bener, tak usah bahas hal begituan, dan Faraz segera selesaikan pekerjaan mu," tegur Raka pada Semuanya.
"iya om ..."
akhirnya Emily meminjam baju dari Wulan untuk ganti, dan segera membantu untuk memasak.
Arkan dan Ratu baru datang, keduanya juga sambil tertawa-tawa sambil membawa belanjaannya.
"kalian berdua datang juga, cepat sana bantu yang lain," kata Raka.
"ih ayah mah suka ngomel, ini ratu bela-belain beli bakso buat bakso bakar kesukaan ayah loh," kata Arkan.
Raka melempar buku yang di pegangnya, dan ratu segera menuju dapur.
"assalamualaikum Amma..."
__ADS_1
"waalaikum salam ... wah Ratu sudah datang, sini katanya mau belajar masak," kata Wulan.
"siap Amma," jawab ratu yang menaruh belanjaannya.
"ratu belanjaan ku mana!" kata Arkan sedikit berteriak.
"ya tuhan itu di meja, kenapa kamu dari tadi ngeselin sih," kata Ratu yang jengkel pada Arkan.
"maaf, habis kamu terus mengomel seperti Amma selama di jalan, wah ada Dewi juga ya," kata Arkan mengacak rambut ratu.
"kusut rambutku!!!" kata ratu mencubit perut Arkan dan memukulnya.
Dewi pun langsung membuang muka, sedang Arkan tertawa melihat rambut ratu acak-acakan, Wulan pun menyuruh ratu berganti pakaian dan mengikat rambutnya.
acara belajar masak pun berjalan l,, sedang Aryan, Arkan dan Nino sedang bermain game di kamar.
sekarang Dewi merasa bingung, jadi yang di sukai oleh Arkan itu ratu atau Emily.
sudah cukup sore, Arkan akhirnya mengantar Ratu dan Emily pulang ke rumah mereka dengan mobil.
tapi saat sampai, Sekar meminta Arkan turun dan mengajaknya ngobrol Sebentar.
"ada apa Tante?"
"Arkan, aku lihat sekarang kamu dekat dengan ratu, apa kamu tau jika ratu itu anak dari seorang dukun santet?" tanya Sekar.
"kenapa memangnya, itu ibunya bukan ratu, jika aku berteman dan memilih, kenapa aku mau berteman juga dengan anak yang di lahirkan oleh kuntilanak," jawab Arkan menantang.
"kamu berani mengatakan hal itu Arkan, ingat kamu itu harus melindungi Emily," kata sekar marah.
"kenapa? apa untungnya padaku, dia punya kekuatan sendiri, dia bisa melindungi dirinya sendiri, ada Tante yang juga ibunya bukan, kenapa harus aku, aku lelah setiap malam harus menjaganya, aku ingin bebas dan memiliki jalan hidupku, jangan memaksaku atau Tante tak akan mengira apa yang bisa aku lakukan untuk menyakiti putrimu itu," kata Arkan.
"apa maksud mu Arkan, bukankah kalian sudah mengikat janji," marah Sekar.
"janji untuk menunggu ku, tapi sayang aku tak mau dengan wanita lemah yang bergantung saja, aku butuh wanita kuat di sampingku, dan semenjak dia memeluk agama baru, dia berubah menjadi wanita lemah, bukan gadis yang ku kenal dulu," jawab Arkan.
"sekarang saya permisi karena sudah hampir Magrib, mari Tante," kata Arkan yang langsung meninggalkan rumah mewah itu.
ratu melihat kepergian Arkan dari lantai dua, dia sudah mengubur segala keinginannya untuk Arkan.
tapi kebersamaan sebentar tadi sudah sangat membuatnya bahagia.
"aku merelakan diri mu untuk Emily, aku bisa melakukannya, tapi maaf jika untuk menghapus cinta ku untuk mu, aku tak mungkin bisa melakukan itu, karena kamu seperti cahaya matahari di hidupku," gumam Ratu.
__ADS_1