Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
anak apa dan siapa


__ADS_3

nyai Nawang yang selama ini bersemedi pun terbangun karena merasakan aura satu dua leluhurnya.


meski kekuatan mereka tak sebanding, tapi ilmu yang tertinggal di tubuh Arkan bisa memberi tahunya segala yang terjadi.


"ya allah nak, geneya kowe kabeh ngupadi mati amarga arep nglawan dukun pemakan manungsa iku. ( ya Allah nak, kenapa kalian mencari mati karena mau melawan dukun pemakan manusia itu.)" kata nyai Nawang yang kemudian menyelesaikan semedinya.


dia langsung mencari Wulan yang memang adalah titisan terdekatnya, "lare kula, kula kajeng[badhe] sanjang punapa-punapa ing sampeyan, bilih kajeng[badhe] putra-putra sampeyan wilujeng, mila damela toya ingkang ing damel saben enjing sinambi bertembang mantra jawi ingkang sampun kula wucal. ( Anak saya, saya ingin mengatakan sesuatu pada kamu, jika ingin putra-putra kamu selamat, maka buatlah air yang di buat setiap pagi sambil bertembang mantra Jawa yang sudah aku ajarkan.)" kata nyai Nawang.


"sindiko dawuh nyai," jawab Wulan yang berpelukan dengan wanita yang selalu melindunginya itu.


keesokan subuh-nya, Wulan melakukan hal yang di perintahkan oleh nyai Nawang.


dia berlindung Jawa sambil mencuci beras, setelah itu mengumpulkan semua air cucian beras itu.


dan sebagian lagi di gunakan untuk menyirami semua tabah di depan rumah.


Arkan yang terbangun pun tau apa yang di lakukan sang Amma, tapi dia tak masalah karena itu hanya kepercayaan orang jaman dulu.


mereka sudah siap untuk kuliah, sedang Arkan sedang membantu Raka di sawah.


Ki Gondo Rekso benar-benar mengendalikan pikiran dari Faraz, hingga pria itu sekarang bisa fokus pada pelajarannya.


sedang di sawah, terlihat ada kerumunan orang, Raka yang baru datang tak tau ada apa ini.


"ada apa?" tanya Raka pada seorang pegawainya.


"ketiwasan juragan, Mbah terimo mati dengan jantung dan hati hilang, bahkan cara pembunuh itu membuat pria tua itu mati juga begitu kejam, dia menghisap darah dan menggigitnya di lehernya," jawab pria itu.


polisi datang, tapi Arkan meminta izin untuk menyentuh badan pria itu, Arkan tertarik ke waktu pria itu hidup.


pria sepuh itu sedang melakukan pengairan sawah di tengah malam, Arkan merasakan ada aura hitam yang sangat kuat.


tapi dia tak tau itu dari mana, dia mencari sosok itu tapi tak menemukannya.


tiba-tiba sekelebat bayangan hitam datang dengan cepat, dan langsung mengigit pria itu dan yang membuat aneh pria itu tak bisa berteriak.


setelah mati, pria itu mengeluarkan sebuah mahluk seperti bayi tapi wujudnya sangat menyeramkan dengan mata putih, tulang belakang menonjol dan tubuhnya berwarna hitam.


gigi tajam yang membuat arkan mundur seketika, tak butuh waktu lama mahluk itu langsung merobek dada pria tua itu dan mengambil jantung dan hati pria yang sudah tewas itu.


"anak pintar, habis kan pria tua itu, dan bopo mu ini akan mencarikan lagi, karena kita akan jadi pasangan dukun sakti yang tak tertandingi, ha-ha-ha-ha!" tawa pria itu menggelegar.


Arkan melihat ke arah pria yang tertawa dan pandangan mereka bertemu, "aku sedang menunggu mu, titisan Ki aji Juandi Sanjaya," kata pria itu ke arah Arkan.


tiba-tiba tubuh Arkan terasa terbakar dengan hebat, bahkan api itu terasa begitu nyata.


Raka yang melihat putranya mulai kesakitan langsung menendang tangan Arkan dan membacakan alfatihah.

__ADS_1


tiba-tiba akan pun terjatuh sambil menangis karena rasa terbakar di tubuhnya begitu terasa menyakitkan.


"ada yang bawa air putih, boleh minta?" tanya Raka.


seorang wanita memberikan botol Aqua tangung pada Raka, dan langsung membacakan beberapa ayat pada air itu dan meminta Arkan meminumnya hingga habis.


Raka kini yang menyentuh mayat dari Mbah terimo itu, dan dia malah melihat wujud dari bayi yang menyeramkan itu sedang menunggunya sambil menunjukkan gigi tajamnya.


Raka pun segera kembali dan tak bisa melanjutkan perjalanan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi itu.


polisi membawa jenazah pria itu untuk di otopsi dan kemudian di makamkan.


akhirnya mereka pun melanjutkan kegiatan mereka, Arkan dan Raka melihat ke arah Ki Adhiyaksa dan Ki item yang sudah datang atas panggilan keduanya.


"ada apa tuan?" tanya Keduanya.


"Ki Adhiyaksa dan Ki item, kenapa sampai terjadi hal seperti ini, apa kalin tak tau yang terjadi?" tanya Raka langsung.


"maafkan kami tuan, kami benar-benar tak tau dengn kejadian kali ini, pasalnya saat kejadian ini terjadi kami tak merasakan ada aura jahat yang masuk ke desa ini," jawab keduanya.


sedang di rumah, Nia sedang mencuci sprei yang dia gunakan, pasalnya sprei itu penuh dengan darah.


dan yang membuat bingung, mulut dan tubuhnya juga, bahkan selama satu jam noda itu tak bisa hilang dan dia juga tak ingat apa-apa.


"tidak boleh, sebenarnya ku kenapa, ini darah apa?" kata Nia yang menangis sambil mencuci bekas noda itu.


pakde Kholik pun ingin mengantikan Nia dengan Niken, tapi saat di tau siapa Niken, dia mengurungkan niatnya.


jadi pilihan satu-satunya adalah dengan membuat Nia kehilangan keperawanan dan tak bisa di jadikan tumbal.


meski itu akan membunuh pria yang menyentuh Nia, itu tak jadi masalah baginya, dia bisa menyewa beberapa pria untuk gadis itu.


sore hari pemakaman dari Mbah terimo baru di lakukan karena menunggu hasil otopsi, dan di nyatakan jika di bunuh oleh binatang malam.


semua warga mulai resah dan ketakutan, pasalnya itu kejadian pertama yang begitu mengerikan, bahkan Raka sendiri tak bisa melawan.


Arkan menghubungi seseorang dan memintanya untuk datang dan membantu mereka.


malam pun datang, Aryan berharga di rumah bersama Faraz, sedang Raka dan Arkan sedang ikut pos kamling bersama bapak-bapak yang lain.


setiap rumah di beri gantungan tolak bala yang sore tadi di buat agar terhindar dari musibah yang mengerikan ini.


setiap orang membawa kentongan yang terbuat dari bambu petong khusus yang selama ini di simpan secara rapi.


mereka berjalan sambil membunyikan kentongan itu agar membuat gaduh dan mengusir mahluk itu.


malam pun di lewati dengan aman dan tak ada yang aneh, karena mereka tak tau jika ada hari khusus untuk melakukan ritual memangsa itu.

__ADS_1


...*********#########********...


halo gaes, hari ini author ingin meminta kalian mampir ke karya temen ku yuk.


sambil nunggu novel ini up, jadi kalau mampir jangan lupa tinggalkan jejak...



Judul : MAKMUM PILIHAN MICHAEL EMERSON


Penulis :SkySal


Cuplikan


"Sayang, kok kamu cantik banget sih kalau pakai daster begini?" Micheal berkata sembari bergelenyut manja di punggung Zenwa yang saat ini sedang membuat roti panggang.


Zenwa memang hanya memakai daster saat ini, rambutnya di cepol asal dan ia tidak memakai apapun di balik daster itu di karenakan tadi ia terburu-buru, perutnya sudah keroncongan dan cacingnya itu sudah demo minta makan.


"Cantiknya buat kamu," ucap Zenwa yang sedikit kesulitan bergerak karena Micheal yang terus menempel seperti anak ayam yang baru menetes. "Sayang, kamu tunggu di meja makan ya, aku mau buat susu dulu," tukas Zenwa kemudian.


"Tapi masih kangen, masih mau hirup aroma kamu," rengek Micheal manja dan ia pun mencium tengkuk Zenwa, seluruh tubuh Zenwa meremang, dan ia menggeliat geli.


"Kangen bagaimana? Kita selalu bersama," kata Zenwa dan ia mengambil dua gelas untuk membuat susu.


"Ya kangen, tadi pas aku bangun tidur, kamu tidak ada, kita sudah berpisah tadi karena kamu sibuk di dapur." Zenwa terkekeh mendengar aduan suaminya itu.


"Kamu nyenyak sekali tidurnya, aku tidak tega yang mau bangunin, Sayang."


"Tapi kan bisa pamit dulu, cium dulu gitu, sebelum pergi ke dapur."


"Sudah, tadi aku sudah cium kamu."


"Bohong! Nggak kerasa."


"Ya kan kamu tidur, gimana mau terasa?"


"Seharusnya terasa kalau kamu ciumnya di bibir, tadi kamu ciumnya dimana?"


"Di tangan."


"Yah, di tangan itu kalau aku mau berangkat kerja.


"Okey okey. Sekarang, ayo kita makan, setelah ini aku cium di bibir."


"Janji?"


"Iya."

__ADS_1


"Mau bikin bayi lagi?"


"Pabriknya masih capek, Sayang."


__ADS_2