Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
untuk terakhir kalinya


__ADS_3

Aryan pun memberitahu pada semua warga desa, dan pengumuman itu mengejutkan semua orang, terlebih lagi Jasmin meninggal di rumah Raka.


Wulan pun menjadi orang yang nampak begitu sibuk, sedang Rania menjaga anak-anak paling kecil bersama Nurul.


setelah fi mandikan, di kafani, kini jenazah Jasmin di bawa ke Mushola terdekat untuk di sholat kan sebelum di bawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.


liang kubur Jasmin bersebelahan dengan Rafa, jenazah pun langsung di berangkatkan menuju ke makam umum desa.


Aryan, Faraz dan Arkan turun untuk menerima Jasmin di liang lahat, Faraz yang mengumandangkan adzan terakhir kalinya, akhirnya pemakaman dari Jasmin tak mengalami kendala apapun.


semua pun berkumpul di rumah Raka, mereka pun membahas semua yang terjadi, semua keluarga tak mengira Jasmin mengalami hal seburuk itu.


"sekarang, Faraz dan Husna menjadi anakku dan mas Raka," jawab Wulan.


"Ita, jaga mereka ya nduk," jawab Rizal.


Rania mengendong putranya yang beberapa bulan lalu lahiran, keluarga juragan Aris datang setelah sholat isya'.


Niken hanya melihat Arkan sekilas, "assalamualaikum Niken," sapa Arkan.


"waalaikum salam, kamu ini tumben Aryan begitu sopan, biasanya begitu menyebalkan," kata Niken.


Arkan pun hanya tersenyum, dia tak mengira jika Niken tak mengenalinya. padahal dia mengalami perubahan di bentuk tubuhnya.


"hai Niken, sudah ketemu Arkan," kata Aryan yang jekuar dari dalam rumah.


pasalnya di dalam cukup sempit, karena tamu tak ada hentinya untuk mengucapkan belasungkawa.


mendengar ucapan itu, Niken menoleh dan langsung memeluk tubuh Arkan.


"aku sedih karena gadis cantik ini tak mengenaliku," bisiknya.


"kamu jahat, kamu tak pernah menghubungiku, kamu jahat arkan..." lirih Niken terisak.


"kamu tau jika aku juga merindukan mu, jika aku menghubungi mu aku tak akan sanggup menahannya, terlebih aku juga tersiksa sama seperti mu, dan hanya doa yang ku titipkan pada Allah untuk mu," jawab Arkan.


"aku mencintai mu... aku mencintai mu ..."


Arkan tersenyum mendengar ungkapan cinta itu, keluarga Subagiyo juga datang.


Nayla menepuk bahu Aryan, dia pun mengambil tangan Aryan dan menciumnya.


"sudah ayo kalian berdua nikah yuk," kata pak Bagio menggoda kedua pemuda itu.


"tunggu lulus kuliah dulu," jawab ketiganya dengan kompak.


pria itu tertawa mendengarnya, dia pun segera masuk untuk bertemu dengan Raka dan yang lain.


suasana di dalam begitu sendu, karena lantunan Yasin dan tahlil tak putus di baca.


tak terasa hingga hampir tengah malam, para tamu belum juga berhenti berdatangan.

__ADS_1


Aryan dan Arkan sudah melepas kepulangan dari kedua gadis itu.


Niken seakan masih belum percaya, bahkan dia takut jika semua ini hanya mimpi.


"kamu pulang istirahat ya, insyaallah besok aku akan datang menjemput mu, ya Amma butuh bantuan di rumah," jawab Arkan dengan senyuman lembut.


"baiklah, tapi aku berharap ini bukan mimpi, kamu berdiri di depan ku," gumam Niken.


"bukan Niken, sekarang pulang, lihat ayah Aris sudah melotot kearah ku," bisik Arkan yang membuat ayu tersenyum dan menepuk bahu suaminya.


"biarkan saja, aku sudah lama tak melihat senyuman Niken seperti itu," jawab Ayu yang berhasil membuat Aris tenang.


malam ini, Raka menemani Faraz tidur, sedang Wulan sudah beristirahat karena juga sudah lelah.


di depan rumah, ada Aditya, Aryan dan Arkan yang sedang begadang, Aryan kaget melihat sosok Arkan yang sekarang merokok.


"widih... makin ngaco saja sekarang, sudah berani merokok, jangan bilang kamu juga minum alkohol juga?" kesal Aryan.


"tentu saja tidak, aku tak sejauh itu, ini juga jarang-jarang, oh ya apa tak ada a makanan? aku kok tiba-tiba lapar ya?" tanya arkan.


"duh, begadang dengan kalian berdua ini pikirannya makan Mulu," kesal Aditya.


"ya maklum mas, belum kena nasi dari tadi sore, perut kampung jika belum kena nasi belum makan," jawab arkan.


"baiklah, biar aku coba order lewat online saja," jawab Aditya.


sedang Arkan melihat begitu banyak khodam yang berdatangan, pasalnya mereka semua ingin menyambut kedatangan Arkan.


"lihatlah, wajah Ki Adhiyaksa dan Ki Sesnag begitu bahagia melihat kamu pulang," kata Aryan.


benar saja tak butuh waktu lama seorang pengantar makanan datang, tapi yang membuat Aryan kaget adalah sosok yang sedang memeluk kaki pria itu.


ada arwah seorang anak kecil perempuan dengan gaun merah, dengan kepala retak dan otaknya terlihat.


bahkan dari kaki gadis itu terus mengucur darah segar, melihat hal itu Aryan langsung tak nafsu makan.


pria itu juga nampak menyeret salah satu kakinya, Aditya pun tak memperdulikan itu.


"jadi berapa mas?" tanya Aditya.


"jadi seratus ribu pak," jawab pengantar makanan itu.


pasalnya makanan yang di pesan memang cukup banyak, sedang tak terduga Arkan menuju ke motor itu.


dan langsung menyentuhnya, dia pun terseret ke sebuah waktu, "dia sedang mengendarai motor itu.


dia bisa melihat pengemudi motor itu sedang mengecek beberapa pesanan dari pelanggan tanpa memperdulikan jalanan.


meski terlihat sepi, tapi itu sangat membahayakan, hingga seorang anak kecil melintas.


gadis kecil itu memakai baju yang sama dengan gaun yang di gunakan oleh hantu yang mengikuti pengantar makanan itu.

__ADS_1


pria itu menabraknya dengan sangat keras, hingga tubuh mungil itu terpental dan menghantam pembatas jalan.


"goblok, ada-ada saja, pakek acara mati segala nih gadis?" kesal pengantar makanan itu.


tak lama hujan mulai turun, dia melihat sebuah gorong-gorong, yang terbuka.


karena tak ingin bermasalah, di pun menceburkan tubuh gadis itu ke gorong-gorong.


hujan sudah membersihkan noda darah di jalanan, dan dia pun pergi dengan tenang.


"tolong..." kata arwah anak kecil itu.


sebelum pergi Arkan sempat melihat seorang ibu yang mencari dan memanggil sebuah nama.


"Gita,"


Arkan pun tersadar saat pria itu menepuk bahunya, "maaf mas ada apa ya?" tanya pengantar makanan itu.


"tidak ada kok mas, oh ya motornya bagus, aku susah lama ingin motor jenis ini, tapi susah," kata Arkan yang berbohong.


"cuma motor lama, sudah mas saya permisi," pamit pria itu.


terlihat dia terus menahan sakit di kakinya, pasalnya arwah si gadis kecil itu terus mengigit dan menancapkan kuku tajamnya.


"mas mau tau gak apa yang bisa mengurangi rasa sakit mu?" seru Arkan.


"memang apa mas, sudah tiga hari ini kaki saya sakit sekali," jawab pengantar makanan itu.


"jujur dan akui semua kesalahan mu, karena itu obat terbaik, meski kamu harus mendapatkan ganjaran yang pantas akan hal itu," kata arkan yang tak ingin mengatakan tentang semuanya.


"dasar orang aneh, ku kira bicara beneran, ternyata bullshit," marah pengantar makanan itu sebelum pergi.


hantu gadis kecil itu makin marah, sedang Arkan hanya tersenyum begitupun dengan Aryan.


"mas awas nanti malah dapat ketemu gadis kecil yang kemarin kamu tabrak!" kata Aryan dengan suara cukup tinggi.


mendengar itu, pria itu langsung bergegas pergi, Aryan tak mengira ada orang sekejam itu.


"apa jamu tak ingin membantunya?" tanya Aryan pada saudaranya itu.


"besok aku akan mengajak Niken untuk melihat apa yang aku lakukan, setidaknya dia harus tau apa yang di kerjakan pria yang dia cintai," jawab Arkan.


"aduh, susah nih, ada dua orang bucin di sekitar ku," ejek Aditya.


"Anda juga sama," jawab keduanya.


...*****************...


halo semuanya, aku mau minta maaf tentang eps kemarin ya, banyak yang baper...


aku tau jika masalah poligami itu hal sensitif, jadi sebelumnya aku minta maaf ya..

__ADS_1


karena cerita ini tak sepenuhnya berisi kisah horor, karena juga di bumbui dengan romansa dan intrik meski tak banyak.


dan terima kasih atas semua dukungannya ya...


__ADS_2