Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
musuh lama


__ADS_3

pak Luwih masih menatap marah dengan wajah yang penuh dendam.


"sekarang anda mau bagaimana pak?" tanya Raka yang tersenyum sopan.


"kalian berdua harus mati!!!" teriaknya dengan wajah marah.


pria itu ingin menyerang Wulan dan Raka, tapi tak di duga sebuah selendang saja bisa membuat dukun itu mental.


Arsana datang berhadapan dengan dukun itu, "sebelum berani menyentuh orang tuaku, kamu harus menghadapi kaki dulu,"


"ha-ha-ha kamu hanya seorang diri, aku akan mudah membuatmu mati secepatnya, ha-ha-ha," hina dukun Luwih itu.


"tapi sayangnya kamu salah, kami bersama bukan hanya satu orang saja," kata Aryan yang ikut datang.


Aryan mengeluarkan busur panah miliknya, dia menarik tali busur tanpa mengunakan anak panah.


saat tali busur itu di lepaskan, dukun Luwih terpental karena energinya, bahkan rasanya tubuhnya terkoyak hebat.


"sialan, ternyata kalian memiliki senjata Dewata, sialan... aku akan membunuh kalian terlebih dahulu sebelum membunuh orang tua kalian!!" marah pria itu yang berdiri.


tanpa di duga pria itu mengubah dirinya menjadi manusia Harimau dengan belang di seluruh tubuhnya.


wajah pria itu berubah menjadi kepala harimau dengan tubuh manusia, Arsana dan Aryan tak gentar.


mereka pun terlibat pertarungan sengit, Wulan dan Raka ikut turun tangan.


dan tak mengira jika kekuatan pria itu begitu besar, bahkan Arsana tercakar di lengan kirinya.


"kak Arkan!!!" teriaknya.


tapi pria harimau itu tak tau jika ada satu orang yang bisa mengendalikan semua jenis binatang di rumah itu.


Arkan yang sudah merasa baikkan pun keluar sambil membawa sebuah bambu kuning di tangannya.


dia pun keluar dan berlari dan langsung memukul tubuh siluman jadi-jadian itu dengan bambu kuning itu hingga tersungkur.

__ADS_1


"makhluk busuk mana yang berani melukai adik-adik dan kedua orang tuaku," kata Arkan yang berdiri.


Wulan dan Raka pun menarik Arsana uang terluka, kini Aryan berdiri di samping Arkan.


"sialan, meski kamu bisa membelah diri aku tak akan takut padamu bocah," marah dukun Luwih.


"kamu ternyata buta ya setelah terkena pukulan ku, kamu bukan membelah diri, tapi kami memang saudara kembar," kata Arkan yang langsung menyerang dukun Luwih.


dua tak memberikan pria itu kesempatan untuk menyentuhnya, bahkan dia berhasil memukul perut wajah hingga bagian intim pria itu.


dan terakhir di selesaikan oleh Aryan, Arkan memukul siluman itu hingga ke arah Aryan.


sedang saudaranya itu tepat mengarahkan anak panah, dan pria itu pun tertembak pas di jantungnya.


siluman itu pun terduduk di tanah, "kalian ini siapa? ke apa bisa mengalahkan aku," kata pria itu.


"kami hanya manusia biasa, yang berusaha menghancurkan keserakahan dan dendam manusia, sekarang pergi dengan tenang dan pertanggung jawabkan semua perbuatan mu," kata Arkan yang mengejar sebuah monyet yang ada di sekitar sana.


dia langsung membunuh monyet itu dengan keris yang dimilikinya, "kau kira aku tak tau jika jantung mu ada di sini, sekarang kamu bisa pergi dengan tenang,"


"sepertinya kami benar-benar harus pensiun, karena kita sudah memiliki penerus yang siap mengantikan kita."


"kamu benar ayah, kalian bertiga hadis meneruskan perjuangan kami," kata Wulan merangkul putrinya.


"pasti bunda, tapi saya izin untuk beberapa tahun untuk semedi di gunung Lawu, ini perintah eyang Nawang,"


"di izinkan nduk," jawab Wulan dan Raka yang memang sudah tau.


Arkan dan Aryan pun mengangguk, "kapan-kapan aku akan mengunjungimu saat liburan, aku akan coba baik kesana."


"aku tunggu," jawab Arsana sebelum pergi.


tak terasa sudah subuh, Raka dibantu Aryan memapah tubuh dari bapak Siska yang masih pingsan.


setelah bangun, pria itu bingung karena dia berada di ruang tamu, "loh saya disini? mana pak Luwih, apa dia meninggalkan saya," bingung pria itu.

__ADS_1


"iya pak, anda pingsan karena serangan mahluk astral, oh ya ini nanti kalau sampai di rumah tolong di rebus dan di minum satu keluarga ya, insyaallah kalian akan terbebas dari semua be tuk sihir atau gangguan mahluk halus." kata Rafa


"iya mas terimakasih, lebih baik saya


segera pulang karena putri saya pasti sudah khawatir," kata bapak Siska.


Rafa hanya mengangguk melihat pria itu, sedang Rania juga sudah baik-baik saja.


Aditya pun bahkan tidak tidur sekali pun, "maaf ya mas, semalaman aku menyusahkan,"


"tidak dek, mas yang berterima kasih kepada mu karena masih mau kembali padaku," jawab Aditya.


"aduh aku jadi malu, sudah kalian ayo sarapan dulu, baru bersiap-siap berangkat bersama kami, oh untuk kue tenang anak-anak sudah mengambilnya," kata Wulan yang memanggil keduanya.


"terima kasih mbak," jawab Rania.


Arkan sudah bisa menyetir mobil karena diam-diam dia belajar dari Fahri.


pukul tujuh semuanya menuju ke tempat saudara dari Nurul, dan di sana ternyata di adakan acara pernikahan yang sangat mewah.


keluarga mereka semua masuk, tapi tak terduga Aslan berlari keluar dan menabrak Rania.


"ada apa Aslan, kenapa lari-larian dek," tegur tanya.


"di.. di... item." kata bocah kecil itu.


Arkan melihat keadaan sekitar yang ternyata benar, ada aura terselubung yang sangat pekat.


bahkan tidak hanya Arkan, semua keluarga Rafa dan Raka merasakan hal itu.


bahkan bayi Husna mulai tak tenang,beruntung tadi Rafa sudah menginggatkan istrinya itu untuk menyawani putri mereka.


"Semuanya tenang, kita harus tetap bersikap biasa, ikuti alurnya, dan ingat janhan ada yang minum dan makan, selain barang yang kita bawa," kata Rafa menginggatkan.


"baik pakde,"

__ADS_1


"baik om," Jawab Semuanya kompak.


__ADS_2