
Niken benar-benar kepikiran tentang mimpinya, dan dia sering melamun di sekolah.
seperti sore hari ini, dia sedang duduk di kursi di balkon rumahnya, dia bahkan tak bergerak sama sekali.
dia melihat motor Arkan yang memasuki pekarangan rumahnya, dia mengucek matanya.
"Arkan..." katanya dengan suara senang.
dia pun memastikannya lagi, ternyata itu benar motor Arkan dan mata itu, dengan kekuatan penuh dia berlari turun dari lantai dua.
Aris bertemu dengan Aryan yang mengantarkan kue dari orang tuanya, dan beberapa hal yang lain.
Aris kaget saat Niken melewatinya begitu saja dan langsung memeluk Aryan.
"Arkan... kapan kamu kembali, kenapa tak pernah menelpon ku bahkan e-mail ku juga jarang di balas," katanya sedih.
Aryan yang di peluk pun masih sedikit kaget, tapi dia menepuk punggung Niken.
"maaf nona, anda salah orang, aku Aryan... Arkan belum pulang," lirih Aryan.
mendengar itu, Nike langsung melepaskan pelukannya, dia pun langsung meneteskan air mata kesedihan.
"maaf...." lirih Niken yang kembali masuk kedalam rumah.
"Niken tunggu nak," panggil Aris.
"Arkan keterlaluan, maaf om saya pamit pulang, dan sebisa mungkin saya akan meminta Arkan untuk menghubungi Niken," kata Aryan yang tak tak tega.
__ADS_1
"tidak perlu, biarkan dia berubah dan mengetahui jika tak selamanya cinta harus memiliki, jika Arkan memang mencintai Niken, maka dia akan menghubungi putriku tanpa paksaan dari siapapun," jawab Aris yang tak ingin putrinya itu terlalu berharap.
Aryan pun tak bisa mengatakan apapun lagi, "baik om,kalau begitu saya pamit dulu,"
Aris mengangguk, "baiklah nak, hati-hati di jalan," jawab Aris.
Aryan pun bergegas menuju ke rumah Nayla, pasalnya dia sudah memiliki janji dengan gadis itu.
dan sepertinya membawa motor milik Arkan bukan keputusan baik, terlebih itu bisa melukai Niken.
sedang di rumah Aris, Niken sedang menangis sambil tertelungkup dan menyembunyikan wajahnya.
dia sangat terluka, karena Arkan seakan sengaja melupakan dirinya, dan apa ini hanya alasan Arkan yang memilih kuliah di luar negeri.
"sudah Niken jangan sedih, masih banyak pria yang mencintai mu, kamu jangan berharap pada orang yang bahkan tak merindukan mu," kata Aris menenangkan putrinya itu.
"tidak bisa ayah, tolong beritahu aku bagaimana bisa aku melupakan cintaku padanya, bagaiman caranya aku menghapusnya dari hatiku," jawab Niken.
tak lupa dia juga membawa beberapa buah tangan untuk gadis itu, Nayla sudah menunggu Aryan dengan sangat cantik.
"selamat malam, mana ibu dan ayah?" tanya Aryan.
"ada di dalam, ibu ayah... ini siapa yang datang," kata Nayla yang menarik Aryan masuk.
"wah... ada nak Aryan, masuk nak, bagaimana kabar mu dan keluarga," kata pak Bagio.
"Alhamdulillah semuanya sehat om, terlebih ayah sedang sibuk dengan putri-putri kecilnya," jawab Aryan.
__ADS_1
"ya Allah... ayah mu memang paling ter-the best pokoknya, ini nanti kalian jalan-jalan ke pasar malam saja, atau mau jalan-jalan keliling kota?" tanya pak Bagio yang memang tak bisa bilang tidak pada putrinya.
"kami mungkin ke pasar malam dulu, baru keliling kota, ya soalnya pasar malam sekarang tak seseru pasar malam dulu, terutama tidak ada ombak banyu om," kata Aryan tertawa
"dasar pecinta adrenalin, bagaimana kalau ikut keluarga om jalan-jalan saat kalian berdua off kuliah, lumayan nanti Nayla ada temennya," jawab pak Bagio.
"boleh itu ayah, lagi pula Iwan ada di rumah neneknya, sedang Leni juga tak bisa datang kesini karena harus menemani ibu dan bapak," jawab Bu Marlina.
"ayah gak marah, seandainya Aryan jadi kekasihku?" tanya Nayla jujur.
Aryan tersedak mendengar ucapan Nayla yang begitu terbuka dan enteng, dia bahkan batu berusia delapan belas tahun saat ini.
"kamu aneh, aku gak mau pacaran, aku maunya nikah," kata Aryan pada Nayla.
"ya udah kita nikah, boleh kan ayah jika dia jadi calon suamiku," kata Nayla menantang.
Aryan makin tak habis pikir dengan gadis di depannya itu, ini mau pergi jalan-jalan tapi kok malah Bagas pernikahan.
"tentu saja tidak, ayah merestui kalian jika mau malah, nanti pesta kita buat tiga hari tiga malam ya," jawab pak Bagio tertawa senang.
pasalnya Aryan adalah sosok menantu yang begitu dia idamkan, dan keluarga mereka juga saling mengenal.
...***********************...
maaf ya gaes
hari ini author dapat undangan yasinan dadakan, jadi kayaknya aku cuma bisa update satu bab saja, jika nanti memungkinkan akan aku tambah setelah pulang dari acara yasinan.
__ADS_1
kita lihat apa mereka akan benar-benar menikah muda, atau hanya sebuah gurauan saja, dan untuk yang penasaran kisah Niken dan Aryan, tunggu karya barunya dari author ya....
love you Semuanya.......