Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
S3_melawan dukun pelet 3


__ADS_3

Faraz dan Aryan baru selesai kelas, keduanya pun ingin segera pulang, tapi Nayla menahan kedua pemuda itu.


"ada apa?" tanya Faraz yang heran.


"tidak ada, hanya ingin mengajak kalian ke cafe depan,mau kan, aku traktir kok," mohon Nayla


"tentu boleh, tapi kamu yakin nay?" tanya Aryan yang tak yakin dengan gadis di depannya itu.


"tentu, ayo kita kesana," ajak Nayla.


Faraz pun ikut saja, toh ini juga di bayarin juga, saat keempatnya duduk di cafe itu.


Faraz langsung berdiri lagi begitupun dengan Aryan, "kita lupa jika ada janji dengan ayah, kami pergi dulu ya Nayla maaf...." kata Aryan bergegas pergi bersama Faraz.


Nayla sadar sesuatu, jika kedua orang itu tak ingin makan di tempat, pasti ada sesuatu yang janggal pada tempat itu.


Nayla dan Vani juga buru-buru pergi meski mereka tak tau apa yang ada disana.


Nayla menarik kunci motor Aryan dan menahannya, "sekarang katakan ada apa di kafe itu?"


"aduh kembalikan Nayla, atau gue cium nih," ancam Aryan.


"gak mau jawab dulu," keris Nayla


"aku melihat ada pocong yang meneteskan darah kotornya ke panci yang berisikan makanan Korea itu, sudah puas, kemarikan," kata Aryan menarik tangan Nayla.


Nayla yang ingin berontak dan kabur, akhirnya karena kesal Aryan menariknya dan mengecup bibir gadis itu.


"mampus kan, sudah aku pergi dulu," kata Aryan tertawa.


sedang Nayla syok karena ulah Aryan,. "bocah gila, itu ciuman pertama ku!!" teriak Nayla kesal.

__ADS_1


"itu bukan ciuman, itu cuma kecupan, tapi rasanya manis," kata Aryan yang kemudian pergi bersama Faraz.


Nayla pun tak mengira bisa di goda bocah menyebalkan seperti Aryan ini, Vani hanya tertawa saja melihatnya.


sedang di rumah, Raka meminta bantuan beberapa khodam kepercayaannya untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


sesampainya di rumah, mereka kaget melihat Ki item dan Ki Adhiyaksa uang duduk di depan rumah bersama Raka.


tak di duga burung milik Faraz datang, dia pun hinggap di bahu Faraz, "dukun itu bernama Warno, teman seperjuangan dari dukun Broto yang mengirimkan santet ke keluarga juragan Aris, dia di minta oleh seseorang untuk melakukan pelet Rogo jiwo pada lestari, dan jika dalam empat purna dia tidak di sembuhkan maka perlahan jiwanya akan musna," kata Faraz.


Raka yang mendengar itu pun bangkit dari duduknya, Faraz tersenyum menyeringai kearah Raka.


"Ki Gondo Rekso ..." lirihnya.


"Yo opo kabar mu lr, awak mu sehat se, aku Saiki njogo arek Iki, amergo permintaan ne anak Lanang, (bagaimana kabar mu nak, kamu sehat kan?, aku sekarang menjaga bocah ini, seperti permintaan ayahnya,)" kata Faraz yang sudah kerasukan.


"inggeh Mbah," jawab Raka langsung mengatupkan tangannya.


Aryan langsung menahan tubuh saudaranya itu agar tak terbentur lantai.


mendengar siapa dukun yang melakukan praktek jahanam itu, kedua makhluk itu pergi untuk menuntut pria itu.


Raka dan Aryan membawa Faraz masuk, dan bersiap untuk melawan dukun itu.


terlebih mereka tak suka ada orang yang suka menganggu ketenangan desa yang sudah di jaga selama ini.


keduanya ingin pergi, tapi tak terduga Faraz sadar, "kalian ingin pergi tanpa ku, itu sangat menyebalkan tau," kata Faraz.


"ya ku kira kamu tak akan ikut karena tadi kamu pingsan," kesal Aryan.


"ya salah sendiri, Mbah kung main masuk wae, sudah ayo berangkat, aku juga sudah membawa semua senjataku," jawab Faraz.

__ADS_1


"tak perlu bawa yang aneh-aneh, cukup bawa daun Bidara dan kelor, kalau ketemu langsung pukul saja sudah membuatnya kesakitan," jawab Raka


"kok bisa ayah?" tanya Keduanya.


"ya sakit orang di pukul pakai dahan yang gede," jawab Raka tertawa karena berhasil menggoda kedua anaknya itu.


"ayah!!!!!"


...********************...


halo semuanya, sambil nunggu aku up lagi,kalian bisa mampir ke novel temen ku dulu ya...



karya Mak Rini sya...


Judul: Penjara Cinta Untuk Stella


Penulis: Rini Sya


Stella ditalak sang suami, usai dia melakukan malam pertama.


Keadaan ini membuat orang tua Stella tidak terima dan mengusir wanita cantik itu dari rumah.


Bukan hanya diusir, Stella juga dihajar hingga hampir kehilangan nyawa.


Beruntung, takdir baik masih berpihak padanya.


Dalam keadaan antara hidup dan mati itu, Stella dipertemukan dengan seorang pemuda baik hati yang diam-diam menaruh hati padanya.


Mungkinkah Stella mau menerima cinta pemuda tersebut? Ataukah dia masih mengharapkan cinta pertamanya🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2