Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
perasaan apa ini?


__ADS_3

pukul tujuh pagi, semua dari rombongan Arkan dan Aryan sudah siap ke pantai dan sekalian mencari sarapan pagi.


Arkan terus meminta Aryan mengawasi Nayla dan beberapa gadis yang sedang haid.


mereka tak ingin terjadi sesuatu yang buruk, jadi mereka terus mengingatkan mereka semua tentang hal yang bisa saja terjadi.


kelima gadis itu mengerti, "Nayla tolong jangan jauh-jauh dari Aryan, karena jika terjadi sesuatu padamu, setidaknya Aryan bisa membantu," pesan Arkan.


"baiklah aku mengerti Arkan, terima kasih atas kebaikannya, oh ya apa tak apa-apa Aryan memberikan kalung ini?" tanya Nayla tak enak.


"tak masalah, aku sudah memberikan milikku jadi kalian aman, kalau begitu aku duluan ya, Aryan giliran mu!!!" teriak Arkan.


pasalnya pria kuda itu seperti melihat seseorang, makanya iya berlari mencari gadis itu.


"Niken!!" teriak Arkan.


seorang gadis menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat sosok pria yang di kagumi dan pergi beberapa bulan itu.


"Arkan!" kata Niken menghampiri pemuda itu


"kamu disini, ku kira aku salah lihat," kata Aslan saat berhadapan dengan gadis cantik itu.


"Niken... kamu tak ingin memperkenalkan pria tampan ini pada kami?" tanya Aris yang merasa tersaingi oleh pemuda tampan itu.


"hentikan mas, kaku menakuti teman putri kita, halo nak, perkenalkan kami orang tua Niken," sapa ayu dengan lembut.


"selamat pagi ibu, dan ayah Niken, saya Arkana Abraham Rakasa, putra pertama dari bapak Raka dan Amma Wulan," kata Arkan memperkenalkan dirinya.


"wah ternyata, anak pengusaha sukses, dan tak ku sangka kamu sudah sebesar ini, padahal dulu masih sangat kecil saat aku menemui ayah mu untuk minta tolong," kata Aris.


"sudah papa, Niken ajak temannya main, kami tunggu di sini, dan kalian berdua Aiden dan Alden kalau main jangan jauh-jauh oke," perintah Ayu.


"siap bunda," jawab keduanya yang langsung mencari tempat yang cocok untuk main.


Niken dan Arkan memilih untuk bermain bersama kedua saudaranya itu, pasalnya Arkan juga bisa mengawasi teman-temannya dari tempat dua bocah itu main.


sedang Aryan yang melihat saudara kembarnya itu hanya tertawa, tak mengira jika Arkan bisa bertemu Niken dan keluarganya.

__ADS_1


"itu akan main dengan siapa? kenapa terlihat begitu akrab?" tanya Nayla penasaran.


"itu teman lama kami, dan salah satu gadis yang bisa membuat Arkan dekat dengannya, habis dia begitu asik dan mudah di ajak ngobrol, jadilah teman baik kami," jawab Aryan.


"wah benarkah... padahal sulit melihat tawa Arkan seperti itu, tapi dia begitu mudah tertawa dengannya," kata Nayla.


"kamu cemburu Nayla?" tanya Aryan.


"tentu saja tidak, kenapa aku cemburu saat pria yang tak kalah tampan ada di sampingku," kata Nayla tertawa.


mereka begitu nikmati waktu di pantai, bahkan tak ada hal yang aneh yang terjadi.


tapi Arkan dan aryan tak sadar jika sedang di awasi, tapi karena mereka keturunan dari prabu Wira Sanjaya jadi Keduanya nampak tenang saja, terlebih energi mereka juga tak bentrok.


setelah dari pantai, rombongan lanjut ke tempat wisata lain, yaitu ke tempat wisata gumuk pasir Parangkusumo, mereka disana berfoto sedang berada di timur tengah.


pasalnya tempat itu sangat mirip dengan lautan Padang pasir di timur tengah, sedang Arkan memilih menyewa sebuah papan untuk bermain skateboard pasir.


setelah puas berfoto dan main, mereka pun memutuskan untuk kembali ke penginapan karena lelah.


besok baru ke area Malioboro untuk mencari oleh-oleh kemudian baru pulang.


"sudah tenang saja, pasti tak terjadi hal aneh kok, gak usah tegang begitu," kata Aryan yang langsung merebahkan dirinya karena lelah.


"baiklah, terserah kamu saja, tidur gih," kata Aryan.


"kamu gila tidur jam segini, mending mandi terus bersiap untuk sholat magrib," dorong arkan kesal melihat tingkah dari saudara kembarnya itu.


sebenarnya ketakutan Arkan sudah terjadi, Sela tadi saat di pantai Parangtritis menemukan sebuah batu kecubung ungu.


karena warnanya bagus, Sela mengambilnya dan menyimpannya, dan teror pun di mulai saat itu.


Aryan dan Arkan sholat berjamaah di kamarnya, tapi saat keluar dari kamar, keduanya merasa ada aura yang begitu kuat terasa.


bahkan nona Belanda yang ada di ruang tamu juga tak terlihat, dan Suni datang sambil terus mengeram di sekitar Arkan.


"ada apa ini..." gumam Arkan.

__ADS_1


...*****************...


sambil nunggu otor up, yuk kepoin novel temen ku yuk...



"Hei, OB kau becus gak sih kerja, gara-gara lo, gue jatuh tahu gak!" hardik Sharon.


"Anda yang jatuh bukan salah saya, sepertinya anda tidak melihat peringatan itu, bahwa lantai ini sedang di bersihkan," bantah Meisie. Karena tak terima di salahkan Sharon pun melepas paksa masker yang Meisie gunakan untuk menutup codetnya. Sharon begitu terkejut ketika melihat wajah Meisie yang mengerikan, begitu pun dengan karyawan yang lain, mereka semua saling berbisik.


"Jadi, masker ini untuk menutupi wajah burukmu, dasar gadis buruk rupa." Ucap Sharon, yang tersenyum sinis. Meisie hanya diam, tapi Sharon terus menghinanya tanpa henti.


"Hey, lihatlah wajahnya begitu menyeramkan, untuk apa kau tutupi pakai masker ini, tetap saja wajahmu terlihat," ejek Sharon, seraya menginjak masker Meisie dengan kakinya.


"Ada apa ini?" ucapan seseorang mengejutkannya, dan mampu membuat diam semua orang yang saling berbisik. Siapa lagi kalau bukan Elo, pria dingin dan cuek yang di takuti semua orang.


Elo, melirik ke arah Meisie yang terus menunduk, namun Sharon dengan sengaja mencengkram dagunya, dan menariknya ke atas membuat Meisie mendongak, dan Elo, harus melihat codet di wajahnya.


"Elo, lihatlah wajahnya apa kau tidak malu memperkerjakan gadis cacat seperti dia," cibir Sharon, berharap Meisie dapat hinaan dari Elo.


"Siapapun boleh bekerja disini, fisik bagi saya tidak penting, yang penting adalah orang itu punya kemampuan dan bekerja dengan baik. Seharusnya kamu yang malu, kau orang terpelajar tapi tingkah mu seperti tidak berpendidikan," Telgas Elo, namun menusuk di hati Sharon. Sharon pun langsung melepaskan cengkraman tangannya, wajahnya begitu merah karena menahan malu, akhirnya Sharon pun pergi.


"Bubar kalian semua, kembali bekerja." Tegas Elo pada semua karyawannya. Elo kembali menatap Meisie, Elo terus menatap luka codetnya, entah kenapa Elo, teringat seseorang di masa kecilnya. Meisie hanya menunduk hormat pada Elo. Elo pun akhirnya melangkah pergi.


****


Meisie Callia, seorang gadis buruk rupa karena codet di wajahnya. Yang selalu di hina dan d ejek. Namun kehidupannya berubah setelah menemukan sebuah brush ajaib.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa, like, komen dan vote yuk... love you 🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2