Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
om pocong


__ADS_3

Aryan dan Arkan memanggil khodam milik mereka, Ki Adhiyaksa datang tapi langsung ciut saat melihat begitu banyak pocong.


pasalnya para pocong itu bukan pocong sembarangan, "terus kalian kumpul di situ ngapain, bantu Napa,"


"maaf prabu, kami takut kena sembur," jawab Ki Adhiyaksa.


"hidih... ya sudah Arkan, kita ambil senjata pusaka saja, kita gak mungkin akan bisa hidup lagi setelah ini," kata Aryan.


keduanya pun mengambil keris dari dalam tubuh mereka, tiba-tiba sebuah api muncul dan membakar mereka semua.


ternyata Ki Adhiyaksa mempertaruhkan dirinya, tapi ada satu pocong yang malah mengeram marah dan tak terbakar.


"mati..."


"aku masih mu," om pocong teman di kembar datang.


"kenapa kamu menganggu, aku ingin membunuh mereka, karena mereka membuat tuan ku marah," kata pocong buruk rupa itu.


tapi perlahan pocong itu berubah,kain kafannya berubah sedikit menghitam.


bukan takut pocong gosong malah tertawa.


"alah... nih pocong belang ternyata," ejek pocong gosong.


"diam kau Julio, kau dan istrimu hanya tumbal proyek, dan kamu tak akan bisa tenang selamanya," hina pocong belang itu.


tiba-tiba pocong gosong berubah, tapi wajah pria itu begitu marah mendengar ucapan dari musuhnya.


Arkan menyalurkan kekuatannya, "bereskan semuanya om, kami pasti akan membantu,"


"baiklah,"


kedua pocong itu beradu ilmu, bahkan beberapa kali pocong jahat itu menyemburkan cairan hitam pekat untuk melukai Arkan.


tapi beruntung bocah itu bisa menghindarinya, akhirnya karena terlalu serius pocong jahat itu lupa jika di sana begitu banyak makhluk.


tiba-tiba nyi linting datang dan langsung mencabut kepala pocong itu dan membakarnya.


"kau berani menganggu cucuku,kau mati... ha-ha-ha-ha,"


pocong itu pun sirna, Aryan segera melihat kearah semua orang. "sekarang tolong pergi, sesampainya di rumah mandi dan bakar semua baju yang saat ini kalian gunakan, dan ingat terus baca ayat kursi,"


"baik mas Aryan," jawab para warga.

__ADS_1


Arkan terduduk lemas, dia melihat kilasan balik, bahkan mata itu dan juga senyum itu.


"ayah tak mau ninggalin kamu, uluh-uluh putri cantik ayah, ayah jadi tak mau pergi," kata pak Julio mengendong putri kecilnya.


"sudah ayah nanti telat, lihat putrimu akan mendoakan mu dari sini, bye bye ayah..." kata seorang wanita cantik, tapi wajah itu tak asing.


pak Julio adalah pengusaha kelapa sawit terbesar di Kalimantan, meski awalnya pernikahannya dan istri di tentang keluarga.


pak Julio tetap nekat untuk menikahi kekasihnya yang seorang yatim-piatu, terlebih gadis itu juga begitu cantik dan lembut.


tapi banyak orang yang cemburu dengan kesuksesan dari pak Julio, dia tahun setelah menikah, keuangannya begitu melesat.


bahkan usahanya sangat berjaya, perkebunan sawit, pertambangan bahkan pabrik konveksi juga.


"mas, libur lah, kasihan Keluarga mu kamu tinggalkan terus.." seru pak Setyo.


"tidak apa-apa, ini demi mereka juga, jika tidak aku maka siapa yang akan mengerjakan semua masalah di perusahaan cabang," jawab pak Julio.


"biarkan aku saja, sekarang pulanglah, terlebih putrimu juga baru berusia lima bulan, pasti sedang lucu-lucunya," kata pak Setyo.


"baiklah, terima kasih," jawab pak Julio.


di rumah, bayi perempuan itu sedang di tidurkan di sebuah ayunan dari kain, dan ibu dari bayi itu menangis melihat sang anak.


"sayang!!! aku pulang!!!" teriak pak Julio datang dengan berbagai boneka dan mainan untuk putrinya.


wanita itu menghapus air matanya, dia melihat sosok aslinya di cermin, tiba-tiba cermin itu retak.


"sayang!!" teriak pak Julio kaget mendengar suara barang pecah.


ternyata istrinya datang sambil mengendong putri mereka, "ada apa? aku mendengar ada suara pecah, dan kamu tak apa-apa kan?"


"tenang mas, aku baik-baik saja, lihat putrimu sedang tidur pulas, tapi ngomong-ngomong kenapa kamu sudah pulang," tanya Sekar melihat suaminya itu.


"iya nih, aku kangen sama kamu dan putri kita, sini main sama ayah ya nak, uluh-uluh si cantik ayah... Michaela..."


bayi perempuan itu hanya tersenyum, keluarga mereka pun sangat sempurna.


tapi malam itu, sebuah musibah besar sedang mengincar keluarga sempurna itu.


para musuh dari pak Julio berencana untuk menjadikan pria itu tumbal untuk kesuksesan mereka.


tapi dukun mereka memberikan syarat yang sangat berat, yaitu bayi perempuan itu harus di besarkan oleh mereka dan di jadikan Wanita bergilir untuk mempertahankan kekayaan mereka saat sudah sukses nantinya.

__ADS_1


mereka pun mengiyakan saja, toh mereka bisa menjadikan bayi itu sebagai anak angkat mereka.


"jadi kita harus melakukan dengan cara apa?" tanya seorang pria yang di kenali oleh Arkan.


"kita buat seolah perampokan lah, itu lebih mudah, dan polisi tak akan mencurigai kita, tapi jangan bunuh mereka semua, buat mereka kabur terus mobilnya masuk kedalam danau untuk menghilangkan jejak," usul pria yang lainnya.


Arkan bisa melihat satu persatu wajah dari para pria itu, malam itu perumahan mewah itu terlihat sepi.


saat rombongan perampok itu datang dengan senjata api yang sudah di beri peredam.


semua orang di bunuh tanpa ampun, empat satpam sudah tewas di depan rumah.


mereka pun masuk, beberapa pelayan juga di bunuh, "naik dan bawa mereka,"perintah seorang pria.


"baik bos," jawab para perampok itu.


mereka pun segera naik dan langsung membius pasangan suami istri itu, dan seorang pria memberikan bayi kecil itu pada bosnya.


"gadis yang manis dan cantik, seandainya bisa aku akan membuat mu jadi cucu menantuku, ha-ha-ha,"


mendengar itu Arkan marah dan ingin memukulnya tapi tubuhnya tembus bahkan seperti hologram.


"pria biadab," marah Arkan.


mereka pun membawa kedua orang itu pergi, bahkan satpam di pos perumahan juga tewas.


rumah mewah itu di bakar, bahkan beberapa orang yang belum sepenuhnya mati, terpanggang hidup-hidup di dalam rumah.


bahkan teriakan dan permintaan tolong begitu memilukan terdengar, mobil itu menuju ke sebuah perkebunan sawit.


di tengah perkebunan sawit itu terdapat sebuah altar batu, bahkan altar batu itu begitu luas.


"letakkan bayi itu di atas altar batu, dan buat wanita itu sadar dan juga pria itu," perintah dukun itu.


Arkan ingin mengambil bayi itu tapi tak bisa, bayi Michaela terus menangis di altar dingin.


terlebih terdengar lolongan hewan malam saling bersautan, kemudian angin kencang berhembus.


"woi demit kuntilanak, bangun kamu tak ingin lihat bagaimana aku membunuh anak dan suamimu, aku akan menjadikan mereka tumbal kekayaan dari semua murid ku.


"jangan sentuh putriku dan suamiku, kalian semua jahanam!!!" teriak Sekar berontak.


"hei pria bodoh,kamu mau tau siapa wanita yang kau nikahi itu,lihat baik-baik," kata dukun itu mengangkat kepala pak Julio hingga melihat wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2